Bahagia Setelah Dimadu
Ranti yang masih setia berdiri di sebelah Mita, mencoba menahan tawa sebab melihat dengan mata kepalanya sendiri jika spekulasi mengenai sikap santai Amar sebetulnya menyimpan perasaan yang lain kepada sahabatnya tersebut.
"Mbak Mita bukannya harus kontrol, yah, mengenai kondisi kepalanya yang sakit sejak kecelakaan?"
"Oh, itu? Hehe, udah enggak ada keluhan kok, Mas. Kayanya enggak usah juga kontrol," tutur Mita yang selama ini sebetulnya takut kalau diminta untuk berobat ke dokter.
"Hah, kok gitu?"
"I-iya, 'kan sayanya juga udah enggak ada keluhan pusing atau apa-apa lagi."
Hot Chapters