Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menghancurkan Suamiku

Menghancurkan Suamiku

“Kau seharusnya bersyukur aku masih membiarkanmu berada di sini.” Lalu, sebelum ia sempat bereaksi, sebuah tamparan keras menghantam pipinya. Dunia di sekitarnya berputar, dan ia merasakan panas menjalar di sisi wajahnya. Ia tidak menangis, tidak bersuara, hanya berdiri diam dengan tatapan kosong. Namun, suara kecil dari belakang membuatnya sadar kembali. “Mama?”
541 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as suraj hua maddham
Read
+Library
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Dia nampak bernafsu banget tadi genjot saya mas, sampe-sampe ia banyak keluarin tenaga dan sekarang mendengkur keras tuh di kasur. Supri (WA): Aduh. Saya jadi iri nih. Beruntung banget jadi pak Sopyan punya istri secantik daan semontok ibu, heheh! Mereka berdua berhenti sejenak, merasa betapa sulitnya mengungkapkan perasaan mereka melalui pesan singkat. Mereka tahu bahwa mereka sedang menjalani hubungan yang rumit, tetapi tidak bisa menahan perasaan yang semakin mendalam.
1044.1K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as suraj hua maddham
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Benarkah kau cinta padaku Mas? Pertanyaan itu hanya bertahan beberapa saat, detik kemudian lelaki itu dengan lantang berteriak kembali. "Pak Suriiiii I love you!" Pak Suri yang sedang sibuk mengemudikan lanting, menghindari bebatuan yang ada di sungai tertawa maklum. Untung saja joki bamboo rafting itu tak menyangka Mas Adry penyuka sesama. Bahagia yang sempat singgah sementara telah sirna. Teriakan i love you itu ia ucapkan tanpa sadar. Hanyalah perwujudan semangat adrenalinnya yang tengah berkobar.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as suraj hua maddham
Read
+Library
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Segera kubuka kotak merah yang dihiasi sebuah pita kecil lucu di atasnya itu, terdapat sebuah jilbab khimar panjang, sebuah amplop dan sepucuk surat di dalamnya. Assalamualaikum, Nak. Ibu berharap saat membaca surat ini kamu dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan sulit, dan semuanya baik-baik saja. Zahra pasti marah karna ibu tidak memberitahukan tentang penyakit ini. Ibu hanya tidak mau Zahra bertambah sedih, apalagi semenjak ayah pergi Zahra telihat sangat tertekan.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as suraj hua maddham
Read
+Library
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

Lantai masih terlihat bersih karena setiap pagi dibersihkan oleh karyawan. “Aku sudah bercerai dari Maryam. Aku benar-benar telah menyakiti hatinya. Tapi, aku tidak berbohong jika rasa cintaku hilang terhadap dia saat Mbak Rasti datang kembali dalam hidupku dulu kala. Dan sampai saat ini, aku masih memendam rasa itu.” Huda berhenti sebentar lalu memandang Rasti dengan posisi kepala menoleh. “Aku masih mencintaimu. Maaf, aku telah berusaha mendapatkanmu dengan cara yang salah. Maaf, sudah melukai hati kamu. Aku hanya cemburu, aku tidak ingin, ada orang lain yang mendekatimu. Aku hanya ingin, hanya aku saja yang menjadi satu-satunya lelaki yang melindungi kamu. Maaf, aku telah bersalah.”
10201.3K viewsCompletedAdded to Library 7.2K Times as suraj hua maddham
Show Reviews (36)
Read
+Library
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Read All Reviews
Hasrat Sang Guru

Hasrat Sang Guru

Ekspresi muram Grisse membuat Krish menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Bukan seperti itu. Aku hanya bercanda." "Aku tahu kamu bercanda sehingga aku juga mencoba untuk melucu, tapi gagal." Mereka berdua sontak menderaikan tawa bersama. "Sampai jumpa, Krish. Jaga kesehatan." Ujar Grisse seraya membuka pintu mobil. Krish meraih tangan Grisse cepat. Mencoba menahan gadis itu untuk beberapa detik ke depan.
10193.9K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as suraj hua maddham
Read
+Library
Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

Ucap Guntur. Mendengar ucapannya, Hilmi seketika terdiam sambil menundukkan kepala. Tapi dia terus mencoba meyakinkan tiga orang lelaki yang ada di depannya bahwa dia hanya terpaksa melakukan semua itu dan tak begitu akrab dengan seseorang yang ia temui di kampus, tepatnya di kantornya. Tiba-tiba, sebuah bogem mentah menghantam rahangnya dengan cukup keras. Hilmi pun terjatuh dan terlihat darah keluar dari bibir sebelah kirinya. Pukulan itu berasal dari Abram.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as suraj hua maddham
Read
+Library
Maduku Sahabatku

Maduku Sahabatku

Zhafran adalah sopir khusus di perusahan Tari bakery yang akan standby jika di butuhkan tenaganya. Seva melajukan mobilnya dengan hati-hati, gurat cemas di wajahnya jelas terlihat melihat sahabat tersayangnya merasakan hal yang begitu menyakitkan. "Tenang Va. Aku tidak apa-apa." "Jangan bohongi aku, Tar. Aku tahu bagaimana keadaanmu setelah Mozhaf koma. Terlebih yang membuat nasib malang di hidupmu adalah mantan madumu itu. Biarkan aku membantumu untuk membalas si Nia itu, Tar."
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 347 Times as suraj hua maddham
Read
+Library
Dimadu Saat Koma

Dimadu Saat Koma

sambung Mas Adnan seraya tersenyum padaku. "Oh, jadi cuma prank?" gumamku seraya memaksakan senyum. "Makasih, mas! Ini benar-benar kejutan istimewa. Saking terkejutnya, aku bahkan sampai pingsan. Untungnya saja, aku tak punya riwayat penyakit jantung. Selamat, mas! Surprise kamu tahun ini benar-benar luar biasa, aku pasti akan selalu mengingatnya," sambungku sinis. Sedang Mas Adnan hanya diam, sesekali ia dan Mas Feri saling melempar pandangan sedangkan ibu meneruskan langkahnya dan keluar dari kamarku.
5.1K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as suraj hua maddham
Read
+Library
Ssst, Diam Pak Boss!

Ssst, Diam Pak Boss!

“Ya. Kalau dia benar-benar semarah itu, bisa saja kamu dicoret, Lola. Bos kamu itu bukan tipe orang yang suka disepelekan, kan?” Aku menatap kue itu beberapa detik, lalu akhirnya membuka mulut. Mama menyuapinya padaku dengan ekspresi khawatir yang nyaris lucu. Aku mengunyah perlahan. Rasa manis tiramisu-nya membuatku tenang sejenak. Setelah menelan, aku menatap Mama dan berkata datar, “Kalau gitu… itu mungkin kabar terbaik selama beberapa bulan terakhir ini.”
104.4K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as suraj hua maddham
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status