Hestia
sahut Patra ketus, bersedekap dada.
“Pemikiran gue juga nggak sebodoh itu, pfft! Makasih, ya!” balas Talia riang.
Selagi Talia membuka jubah, memasangkannya ke depan dada Patra, lalu menggeser laci beroda dengan berbagai botol spray, sampo, vitamin rambut—laki-laki itu melirik wajah manis Talia. Malam itu, Talia menggerai rambutnya yang panjang sepunggung.
Hot Chapters