Gairah Cinta Kakakku
Kata-kata itu seperti tamparan keras di wajahku.
"Kakak bohong!" Aku berteriak, dadaku bergemuruh.
Selama ini, aku yakin, lebih dari sekadar kasih sayang saudara yang dia berikan.
Sikap posesifnya yang berlebihan, larangan-larangannya agar aku tak dekat dengan siapa pun, bahkan larangan pacaran—semuanya menunjukkan lebih dari itu. Dia lebih dari seorang kakak bagiku. Dia posesif, melebihi Papi dan Mami. Dan itu, menurutku, adalah bukti cinta. Tapi, kenyataannya... sangat menyakitkan.