PEMBALASAN DEWA MAUT
Dipasena mengangkat tangannya, seolah ia ingin menawarkan uluran tangan sebagai Dewa, untuk menenangkan, untuk menyembuhkan, atau bahkan untuk memberikan sebuah berkah yang tak terucap.
Namun, ia menurunkan tangannya kembali. Ia harus menyentuh gadis ini dengan kemanusiaan murni, bukan dengan Prana Keseimbangan yang berbahaya, yang mampu membentuk dan menghancurkan dunia.
Sentuhan dewa, bahkan dengan niat baik sekalipun, bisa menjadi beban bagi jiwa fana. Ia harus menjadi manusia, sama seperti Anggrawati.
Hot Chapters