Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Poisoned Passion: Burn From My Love

Poisoned Passion: Burn From My Love

At the annual Mafia Summit, my childhood sweetheart, Salvatore Russo, falls victim to an aphrodisiac slipped to him by a beautiful spy from a rival family. And I, the cherished daughter of the most feared Don in the west, willingly become his antidote. That night, he drives me to the edge of breathless surrender, again and again. "Principessa, what did I ever do to deserve your favor?" he mutters. From that moment on, his love consumes me whole, making me forget what loneliness ever felt like. But in the third year of our marriage, someone sent me a private video of a man and a woman. It's from Rosa Conti, the same woman who once drugged Salvatore. In the video, Salvatore's voice is thick with desire. "Darling, of course I remember. The one who should've been in my bed that night was you." Then, Rosa sends me another voice message, taunting, "Arianna Moretti, for three years, he's been dulling your claws, turning you into something soft and spoiled. Everything he did was just to bring me back." However, she doesn't know that when I love Salvatore, I don't mind surrendering to him. And when I no longer love him, he'll face my fiercest vengeance.
Cerita Pendek · Mafia
5.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Reteniendo un nacimiento

Reteniendo un nacimiento

Tenía nueve meses de embarazo y estaba lista para dar a luz, pero mi esposo, Sean Conner, me encerró en el cuarto de almacenamiento del sótano y me dijo que retuviera el parto. Comentó que era porque la esposa de su difunto hermano, Quinn Faber, también estaba a punto de dar a luz ese día. Hacía años, Sean y su hermano habían acordado que el primer hijo nacido en la familia Conner sería criado como heredero y recibiría la herencia familiar. —El bebé de Quinn debe nacer primero —dijo Sean como si fuera algo trivial—. Ella perdió a su esposo y no tiene nada. Tú ya tienes mi amor, por lo tanto, es justo que la herencia sea destinada a su hijo. El dolor de las contracciones me dobló por la mitad y lloré, suplicándole que me llevara al hospital. Él me secó las lágrimas y con una tranquilidad inquietante, me dijo: —Deja de fingir. Luego, espetó: —Siempre supe que no me amabas. Todo lo que te importa es el dinero y el estatus. Forzaste el parto para robarle el lugar a mi sobrino... ¿Cómo puedes ser tan cruel? Con la cara pálida y temblando, logré susurrar: —No puedo controlar cuándo nace un bebé, esto es una coincidencia. Te juro que no me importa la herencia. ¡Yo te amo! Él soltó una carcajada llena de frialdad y me dijo: —Si me amaras, no habrías presionado a Quinn para que firmara ese contrato renunciando a la herencia de su hijo. Bueno, una vez que ella dé a luz, volveré a buscarte. Después de todo, el bebé que llevas en tu vientre lleva mi sangre. Sean se quedó fuera de la sala de parto donde estaba Quinn y solo después de que el recién nacido llegó al mundo, él se acordó de mí. En ese momento le ordenó a su secretario que me llevara al hospital, pero la voz de este tembló mientras decía: —La señora... y el bebé... Ambos han muerto... En ese momento, él perdió la razón.
Baca
Tambahkan
Tidak Akan Diremehkan lagi Oleh Kamu

Tidak Akan Diremehkan lagi Oleh Kamu

Di hari pernikahan, pacarku Hubert menyuruh orang mengusirku dari aula pernikahan, lalu masuk sambil bergandengan tangan dengan sahabat masa kecilnya. Aku terduduk di lantai dengan tak percaya, bunga pernikahan yang tadinya ada di tanganku hancur lebur di lantai, tapi dia bahkan tidak melirikku. "Anak Yuna butuh seorang ayah. Setelah situasi lebih tenang, aku akan menikahimu." Semua orang mengira aku yang begitu setia akan rela menunggunya sebulan lagi. Bagaimanapun juga, aku sudah menunggu pernikahan ini selama tujuh tahun. Tapi malam itu, aku melakukan sesuatu yang tak terbayangkan .... Aku menyetujui pernikahan yang diatur orang tuaku, lalu segera pergi ke luar negeri. Tiga tahun kemudian, aku pulang ke negara ini untuk menjenguk orang tua. Suamiku Leandro kini adalah presiden perusahaan multinasional. Karena mendadak ada rapat penting, dia khusus menyuruhku pergi ke kantor cabang dalam negeri dulu. Dia bahkan menyuruh bawahannya untuk menyambutku. Tak disangka, bawahan itu ternyata Hubert yang sudah tiga tahun tidak bertemu. Sekilas saja Hubert melihat cincin yang berkilauan di jari tanganku. "Itu 'kan model tiruan dari cincin yang dibeli Pak Leandro dengan harga 10 miliar untuk istrinya? Tak disangka setelah beberapa tahun tak jumpa, kamu malah jadi begitu mengejar gengsi." "Kamu sudah ngambek cukup lama, harusnya sudah puas. Pulanglah! Anak Yuna sudah masuk usia sekolah, pas sekali bisa kamu yang antar makanan tiap hari." Aku tidak mengatakan apa-apa, hanya mengusap cincin itu dengan perlahan. Hubert tidak tahu, ini adalah cincin dengan permata paling murah dari sekian banyak permata yang pernah Leandro berikan padaku.
Baca
Tambahkan
99 Letters and Still Cheated

99 Letters and Still Cheated

There's this unspoken rule in werewolf high society: no matter how tight the mate bond is, business banquets mean booking a hostess. Six years into our bond, my Alpha mate—Brian Stormclaw—met one. Louise. A scrappy Omega with too much pride and not enough sense. When he offered her his black card, she pushed it back and said, "I'm not some Alpha's pampered pet." Brian? Instantly hooked. Like the Moon Goddess herself had dropped her in his lap. He chased her like he wanted her mark on every pack crest. But he forgot something—I was the Luna he wrote ninety-nine love letters to before I said yes. I didn't beg. Didn't snap. Every time he chose her over me, I lit another letter. First one burned on our anniversary—he bailed to wait outside Louise's flower shop, just to walk her home. Letter thirty-four? He left me stranded in a dangerous hunting ground to keep her company. Said she was scared of the dark. Fifty-two? Torched the second he replaced our wedding photo with some sketch she made on. ... And when the ninety-ninth turned to ash, so did whatever was left of us. I walked away. For good.
Baca
Tambahkan
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
Cerita Pendek · Romansa
13.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Persalinan yang Terpaksa Ditunda

Persalinan yang Terpaksa Ditunda

Ketika kandunganku menginjak sembilan bulan dan hampir siap melahirkan, suamiku, Arga Baskara, justru memerintahkan orang mengunciku di gudang bawah tanah dan menyuruhku menahan agar bayi itu tidak lahir. Karena istri almarhum kakaknya, Indri Magani, juga diperkirakan akan melahirkan hari ini. Arga pernah berjanji pada kakaknya bahwa anak pertama yang lahir dalam Keluarga Baskara akan dididik sebagai penerus dan menerima warisan keluarga. "Anak Indri harus lahir lebih dulu," kata Arga dengan tenang. "Dia kehilangan suaminya dan nggak punya apa-apa. Sementara kamu sudah memiliki semua cintaku, memberikan harta kepada anaknya adalah hal yang seharusnya." Kontraksi membuatku kesakitan sampai berguling-guling, aku menangis memohon padanya untuk membawaku ke rumah sakit. Arga mengusap air mataku dengan lembut, suaranya rendah dan mengandung bahaya. "Jangan berpura-pura! Aku sudah lama tahu kamu sama sekali nggak mencintaiku. Satu-satunya yang kamu pedulikan adalah kekayaan dan kedudukan." "Kamu sengaja mau melahirkan prematur hanya untuk merebut hak keponakanku... Bagaimana bisa kamu begitu kejam?" Wajahku pucat dan seluruh tubuhku gemetar. Aku berkata dengan suara pelan, "Aku nggak bisa mengendalikan kapan anak ini akan lahir, kelahiran prematur hanyalah kebetulan! Aku bersumpah, aku nggak peduli sama harta, aku hanya mencintaimu!" Arga tertawa sinis. "Kalau kamu mencintaiku, kamu nggak akan memaksa Indri menandatangani kontrak untuk melepaskan hak waris untuk anaknya. Oke, setelah dia melahirkan, aku akan kembali menemuimu. Bagaimanapun juga, yang ada di perutmu adalah darah dagingku sendiri." Arga menunggu di luar ruang bersalin Indri. Setelah melihat bayi yang baru lahir itu, barulah dia teringat padaku. Dia menyuruh sekretaris menjemputku ke rumah sakit, tetapi sekretaris itu dengan suara gemetar berkata, "Nyonya... dan bayinya... sudah meninggal..." Pada saat itu, Arga menjadi gila.
Cerita Pendek · Romansa
36.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
With love, Mr. Bragança

With love, Mr. Bragança

I thought I was over my platonic teenage crush, but then he starts seeing my mom and I can't stop thinking about him. David Bragança was my teacher and hero in the past, but now he's my boss executioner and I'm his dirty little secret.
Romance
83.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Diriku Seutuhnya

Diriku Seutuhnya

Di malam peringatan sembilan tahun pernikahan kami, suamiku yang bernama Felix Tosa, pria yang di siang hari menguasai keluarga mafia dan di malam hari menguasai hatiku, tidak memberiku setangkai mawar pun. Dia malah memberikannya pada Celine, asisten pribadinya. Di bawah lampu gantung tempat kami pernah berdansa saat baru menikah, dia menoleh padaku dengan pesona dingin yang dulu pernah membisikkan kata cinta di telingaku. “Dia hamil,” katanya, seolah itu sudah cukup sebagai penjelasan. “Dan dia sangat pilih-pilih soal makanan. Mulai sekarang, kamu yang harus menyiapkan makanan tiga kali sehari untuknya, nggak boleh ada menu yang berulang.” “Dia juga sensitif, nggak suka tidur sendirian. Jadi, kamu harus pindah ke kamar tamu.” Ruangan itu sunyi senyap. Aku tidak berteriak, tidak juga menangis. Aku hanya mengambil koper yang sudah kubereskan, lalu berjalan menuju pintu. Kepala pelayan mencoba menahanku, tapi Felix bahkan tak berkedip sedikit pun. “Dia pasti balik lagi,” katanya malas, sambil menggoyangkan gelas anggur. “Dalam waktu tiga hari, dia akan menangis dan memohon padaku.” Tamu-tamu pun tertawa terbahak-bahak. Mereka bertaruh satu juta dolar di depan mataku. Bertaruh bahwa aku bahkan tak akan sanggup melewati malam ini dan akan kembali memohon seperti anjing jalanan yang kehilangan harga diri, memohon agar Felix membiarkanku masuk ke rumah. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku sudah menerima lambang keluarga dari ayah kandungku yang sebenarnya dan tiket pesawat pun sudah kupesan. Kali ini, aku benar-benar akan pergi.
Cerita Pendek · Mafia
6.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
He Thought I Couldn't Understand That Call

He Thought I Couldn't Understand That Call

On our sixth wedding anniversary, my cheeks burn as I dodge my husband, Ethan Grant, leaning in for a hungry kiss. I push him toward the nightstand for a rubber. What he doesn't know is that I've tucked a surprise in there, a positive pregnancy test. I can already see it, the way his whole face will light up the second he finds it. But the moment his hand goes for the drawer, his phone goes off. His best friend, Henry Miller, comes on the line in Danish. "Mr. Grant, how was last night? That new love couch our company rolled out is treating you okay?" Ethan lets out a low laugh and answers in Danish, "The massage feature's great. Saves me from having to rub Sandy's back myself." He still has me pulled tight against him, but his eyes look straight through me, like he's seeing someone else. "This stays between us. If my wife ever finds out I slept with her sister, I'm done." It feels like someone just put a knife through my chest. What they don't know is that I minored in Danish in college, so I catch every single word. I force myself to stay calm, but the arms I have looped around Ethan's neck won't stop shaking. At that moment, I stop hesitating and decide I'll take the offer from that international research project. Three days from now, I'll be gone from Ethan's world for good.
Baca
Tambahkan
Je suis partie sans rien d'autre que moi-même

Je suis partie sans rien d'autre que moi-même

Le soir de notre neuvième anniversaire de mariage, mon mari Rémy, l'homme qui dirigeait la famille mafieuse le jour et faisait palpiter mon cœur la nuit, ne m'a pas offert de roses. Il les a données à Lise, son assistante personnelle. Sous le lustre où nous avions dansé en tant que jeunes mariés, il s'est tourné vers moi avec le charme qu'il avait autrefois lorsqu'il me murmurait son amour à l'oreille, la voix glacée. « Elle est enceinte », a-t-il dit, comme si cela expliquait tout, « et elle est difficile en ce qui concerne la nourriture. A partir de maintenant, tu devras lui préparer trois repas, sans répétition. » « Elle est sensible et n'aime pas dormir seule, alors tu devras mettre tes affaires dans la chambre d'amis. » La pièce était silencieuse. Je n'ai pas crié, je n'ai pas pleuré, j'ai juste pris ma valise et je me suis dirigée vers la porte. Le majordome a essayé de m'arrêter, et Rémy n'a même pas sourcillé. « Elle reviendra », a-t-il dit en secouant paresseusement son verre de vin rouge, « et dans trois jours, elle pleurera tout en me suppliant. » Les invités ont éclaté de rire. Ils ont parié un million d'euros devant moi. Ils pariaient pour savoir si j'allais supplier Rémy de me laisser entrer avant demain matin, comme un chien errant sans dignité. Mais ils ne savaient pas que j'avais déjà reçu le jeton de famille de mon vrai père et que j'avais réservé mon vol de départ. Cette fois, je partirais vraiment.
Cerita Pendek · Mafia
2.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
678910
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status