Bujang Lapuk ( Malam Pertama dengan Om Perkasa )
Pintu berderit, Keke masuk dengan segelas teh jahe di tangannya.
"Hati-hati, Bang. Masih panas," kata Keke. Bujang mengangguk, disesapnya teh jahe itu sedikit, kehangatan menjalari kerongkongannya, kalau tau teh jahe itu enak, bagusnya setiap malam dia mengaku masuk angin.
"Abang mau dikerok?"
Hati Bujang bersorak, dia mengangguk dengan semangat.
"Kau tidak lelah, kan?"