Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

“Maaf, aku ketiduran. Aku nggak perlu obatnya lagi. Collin memang begitu. Dia nggak tega lihat aku terluka sedikit pun. Dia akan segera pulang. Setiap hari, dia selalu lengket denganku dan anak kami. Sebaiknya kamu cepat pulang. Jangan rusak pemandangan di sini.” Kemudian, Clarise pun menutup pintu dengan puas. Aku membuang obatnya ke tong sampah, lalu jatuh pingsan dalam perjalanan pulang. Saat tersadar kembali, aku baru tahu bahwa diriku sudah pingsan selama dua hari. Dokter memberitahuku bahwa infeksiku sudah sangat parah dan waktuku hanya tersisa tujuh hari. Begitu menghidupkan ponsel, notifikasi 50 panggilan tak terjawab masuk dengan bertubi-tubi.
30.0K viewsCompletedAdded to Library 900 Times as bujang lapuk
Read
+Library
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

Bukannya magh mamak rasa kak, tadi siang habis makan sama kakak itu, sakitnya rasa perut mamak, pergi mamak ke belakang, tapi tak bisanya mamak buang air besar, keras tak maunya keluar, sampe sekarang" "Coba Laila pegang dulu perut mamak" "Mak, kerasnya perut mamak ini" tambah ku. "Sakit lah kak rasanya" mamak meringis memegang perutnya. "Mana obat mamak kemarin?" Tanyaku membuka laci rias di sebelah kasur mamak. "Habis" "Ya Allah mamak, obat 4 biji itu habis?" "Mamak minum dua kemarin malam, tapi tak mempan, mamak minum lagi pagi ini dua, tak mempan juga"
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as bujang lapuk
Read
+Library
Kupu Kupu Terbelenggu

Kupu Kupu Terbelenggu

ujar pelayan yang tadi Tak lama, pelayan yang lain datang mendekat sambil bertanya "mau pesan apa pak?" ujar nya ramah "saya mau bubur ayam satu dan jeruk panas satu. kamu pesan apa dewi? tanya pak broto "saya lontong sayur aja" jawab dewi "minumnya apa mbak?" tanya pelayan lagi sambil mencatat pesanan yang sudah disebutkan tadi "air putih hangat saja" ujar dewi lagi "oke, ditunggu sebentar ya pak, nanti pesanannya diantar" ujar pelayan tadi
3.0K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as bujang lapuk
Read
+Library
MELEPAS BENALU

MELEPAS BENALU

bujukku sambil mengurai pelukkan lalu menghapus air matanya. Sekar mengangguk lemas, lalu berdiri saat aku menuntunnya. "Kamu sudah sarapan?" Sekar menggelengkan kepala. "Ibu belum masak?" Tanyaku. "Sudah," jawaba Sekar. "Lalu kenapa belum sarapan?" "Hanya ada nasi goreng dan telur dadar. Aku mual melihatnya Mas," Sekar mengeluh perutnya yang mulai membuncit.
9.4197.9K viewsCompletedAdded to Library 7.7K Times as bujang lapuk
Read
+Library
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Ia bahkan tanpa sadar telah menjatuhkan keranjangnya. "Ya ampun, Nak. Ibu kangen....!" ujar Bu Sumia seraya terisak. Perlahan, Dirga juga merangkul erat Bu Sumia. Setitik air matanya juga ikut jatuh mengiringi rasa harunya. Rasa rindunya. "Ibu...."
108.7K viewsOn holdAdded to Library 332 Times as bujang lapuk
Read
+Library
Harapanku

Harapanku

Orang tua Clarissa saat itu sedang tertidur di dalam bis yang mereka tumpangi. Ibu nya terbangun lebih dulu karna merasakan jalan nya bis yang sangat aneh seperti kehilangan kendali, dan selang berapa detik Ayah juga langsung terjaga dari tidur mendengar semua penumpang berteriak ketakutan. Meskipun kondektur bis sudah menyarankan untuk tetap tenang, karna supir sedang berusaha semaksimal mungkin. Supir pun merasa kebingungan, mengapa tiba-tiba bis yang dia kemudikan menjadi blong rem nya, padahal sebelumnya baik-baik saja.
2.4K viewsOn holdAdded to Library 53 Times as bujang lapuk
Read
+Library
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

“Abah Saya datang kemari di beri info dari ki Slamet.” “Ki Slamet?” “Iya, Saya dari Karawang Mbah dengan Lestari.” “Ya, Ki Slamet saya paham, Neng ada rencana apa datang kesini?” “Saya ingin pasang susuk Abah.” “Susuk apa Neng?” “Saya seorang sinden dan penari jaipong abah, kira-kira susuk apa yang pantas buatku?” “Susuk itu banyak Neng, ada susuk kantil, susuk emas atau susuk berlian, semua itu ada tingkatannya untuk membuka aura.”
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 303 Times as bujang lapuk
Read
+Library
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

Hanya bisa menutup luka, menahan api cemburu, memendam rasa kecewa. Karena mau marah pun aku sadar, ‘siapa aku?’ —Tanpa Nama _________________________________ “Kenapa Bujang nggak diajak aja, sih?” tanya Jameka kepada Jayden di sambungan telepon. Adiknya itu membalas, “Udah ada Tito yang bakal jadi asisten lo, ngapain ngajak Bujang?”
946 viewsCompletedAdded to Library 25 Times as bujang lapuk
Read
+Library
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata Bang Ucok lagi. "Maaf, boleh saya bicara?" kata ustadz Rizal. "Boleh, silakan," "Saya ingin membahas pribahasa yang dikatakan bapak tadi, aslinya memang jatuh ke mulut buaya, tapi Bapak bilang jatuh ke kerangkang, kenapa kerangkang, apakah itu kerangkang? Kerangkang adalah kandang besi, masuk kerangkang berarti masuk jeruji. Jadi kenapa jeruji? Coba bayangkan, Cok, menikah dengan orang lumpuh itu bagaimana? Seperti dalam penjara, disentuh tidak bisa, disuruh pun tidak bisa, melayani suami juga tidak bisa, itulah makanya dibilang seperti masuk kerangkang," penjelasan ustadz itu sungguh runut dan mudah dipahami.
1080.2K viewsOngoingAdded to Library 2.6K Times as bujang lapuk
Read
+Library
Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Selama menunggu dia mandi, aku membongkar koper kami yang belum sempat dibuka. Aku pun segera menyiapkan pakaian kerja lelaki itu. Begitu selesai, aku pergi ke dapur. Tidak ada satu pun bahan makanan yang bisa dinikmati pagi ini. Hanya air putih yang kurebus barusan. "Kamu ngapain?" Bang Juna muncul dari belakang, lalu memelukku. "Bikin minum buat Abang. Maaf ya, Bang. Hanya ada ini."
1028.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as bujang lapuk
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status