Suamiku, Ustad Bucin
Miska berucap seraya buliran bening mulai turun dari wajahnya.
Miska berjalan menyeret langkahnya menuju pantai depan hotel, suasana pagi hari yang masih sejuk, tapi tak begitu dengan hatinya, butiran bening terus menghujani pipi cubby-nya, ia menghadap ke arah laut, berteriak sekuat tenaga, berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.
“Kenapa harus aku yang merasa sakit ini, kenapa harus aku, yaTuhan.” Jeritnya diiringi sesenggukan.