Kutukan Perjaka Tua
"Agam sampe bonyok, Va! Sumpah. Mukanya kayak ager-ager!"
"Bentar, Yo. Bentar." Aku mencoba menenangkan Tio meski susah karena kami tidak berhadapan secara langsung. "Tarik napas, Yo. Tahan. Sekarang ngomong sebenernya ada apa?"
Di seberang sana, samar-samar terdengar Tio menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan kasar. Beberapa menit kemudian, dengan suara yang lebih teratur, dia berkata, "Agam dihajar sama abangnya Acha."