Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran
Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar.
Ia sedang merangkul bahu sahabat wanitanya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.”
Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali.
Ia menunduk sejenak, berpikir. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.”
Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.