Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Short Story · Realistis
1.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta Habis Tanpa Bekas

Cinta Habis Tanpa Bekas

Ibu tiba-tiba sakit parah. Sebelum operasi, dia menggenggam tanganku erat, memintaku untuk segera memanggil Yohan Lukmana, karena ada hal yang ingin dia sampaikan. Aku terus-menerus menelepon Yohan di luar ruang operasi, tapi tak satu pun yang diangkat. Hingga akhirnya dokter keluar, menggeleng pelan ke arahku dengan wajah penuh penyesalan. Semua ketegangan yang kutahan selama ini akhirnya hancur berkeping-keping. Tiba-tiba, panggilan itu tersambung, tetapi yang menjawab justru Sierra Suwandi. "Kak Inge, Guru minum kebanyakan gara-gara bantu aku ngadepin orang tua yang maksa nikah." "Kalau ada perlu, bilang ke aku aja." Aku menatap jenazah ibuku, suaraku terdengar dingin. "Tolong bilang ke Yohan, ibuku sudah meninggal. Kalau dia masih mau peralatan eksperimen itu, suruh dia datang ke rumah sakit." Tapi sampai ibuku dimakamkan, Yohan tak kunjung muncul.
Short Story · Romansa
1.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Mantan Yang Sempurna

Mantan Yang Sempurna

Di malam sebelum pernikahan, istriku pulang dalam keadaan mabuk berat. Dia diantar pulang oleh mantannya dengan pakaian yang acak-acakan. Sambil setengah sadar, dia memanggil-manggil nama sang mantan, Dylan Wiguna. Dia berujar, "Dylan, aku menikah dengan dia cuma karena kamu suka wanita yang sudah menikah. Aku menikah dengannya cuma demi memenuhi keinginanmu. Hmph! Aku nggak mau pulang. Aku mohon, temani aku sekali lagi, ya?"
Short Story · Realistis
4.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Istri dari mendiang sahabat suamiku mengunggah foto hasil pemeriksaan kehamilan. “Terima kasih atas spermamu yang memberiku kesempatan memiliki anak sendiri.” Aku melihat di kolom suami tertera nama suamiku, Benson. Lalu, meninggalkan komentar tanda tanya. Tak lama kemudian, Benson langsung meneleponku dan memarahiku habis-habisan. “Dia itu seorang janda dan hidupnya kesepian. Dia hanya ingin punya anak supaya ada teman di rumah, biar agak ramai. Masa kamu nggak punya sedikit pun rasa toleransi?” “Lagipula, Celvin itu sahabat baikku. Dia sudah meninggal, jadi wajar kalau aku menjaga istrinya. Ini namanya setia kawan, kamu mengerti nggak, sih?” Tak lama kemudian, janda sahabatnya itu kembali memamerkan foto sebuah apartemen mewah tipe penthouse di Sandona. “Untung ada kamu yang menemaniku, membuat aku kembali merasakan hangatnya sebuah rumah.” Melihat foto punggung Benson yang sedang sibuk di dapur, aku pun berpikir, sepertinya pernikahan ini memang sudah waktunya berakhir.
Short Story · Romansa
4.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan

Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan

Saat Tahun Baru Imlek, kami pulang ke kampung halaman. Di jalan tol, adikku ribut minta ke toilet. Ibu mendesakku dan kakakku, "Rest area berikutnya masih jauh. Kalian sekalian saja, biar nanti nggak bolak-balik mau ke toilet lagi." "Cepat sedikit, jangan lama-lama!" Aku langsung lari ke sana, tetapi begitu keluar, aku melihat mobil yang familier itu sudah menyalakan lampu dan mulai jalan. Suhu di luar hampir di bawah nol, tetapi ayah dan ibuku malah meninggalkanku di rest area yang sepi. Aku buru-buru berlari mengejar sambil berteriak keras, "Ayah! Ibu!" Namun, mobil itu sudah berbelok dan menyatu dengan arus kendaraan, sampai akhirnya benar-benar tak terlihat lagi.
Short Story · Realistis
1.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Kuakhiri Hubungan Manipulatif Ini

Kuakhiri Hubungan Manipulatif Ini

Pada hari Festival Kue Bulan, akhirnya Deryl Luson setuju untuk menemaniku liburan. Namun ketika aku bangun di hotel, dia sudah menghilang. Setelah mencarinya seharian, aku melihat cinta pertamanya mengunggah sebuah postingan di Instagram. Di foto itu, dia dan Deryl sedang makan bersama orang tuanya. [Berkumpul bersama orang tua di malam kebersamaan, aku nggak akan didesak untuk mencari pacar lagi.] Di lehernya, dia memakai syal yang dibuatkan oleh ibuku sebelum meninggal. Aku meninggalkan komentar. [Jangan pakai barangku untuk menggoda suamiku. Lepaskan syal itu, kuberikan suamiku padamu.] Tak lama kemudian, cinta pertama suamiku mengunggah postingan baru. Syal itu sudah hancur berkeping-keping dan dibuang ke kandang anjing, dia menambahkan kutipan. [Sampah seperti ini, anjing pun nggak sudi memakainya.] Deryl menyukai postingan itu.
Short Story · Romansa
5.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya

Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya

Saat suamiku pergi ke toilet, ponselnya berdering. Aku melirik sekilas. Telepon dari adik suamiku, Ruslan. Aku mengernyit, tetapi tetap mengangkatnya. "Kak, uang bulanan 20 juta buat Ayah dan Ibu kok belum ditransfer? Ibu barusan nanya ke aku." Telepon ditutup. Darahku seolah-olah mengalir terbalik. Suamiku berdiri tepat di depan pintu toilet dan tangannya bahkan belum dikeringkan dari air. Aku menarik sudut bibirku. "Gajimu 16 juta, cicilan rumah 6 juta, kasih aku 4 juta, kamu simpan sendiri 2 juta. Kamu bilang kasih orang tuamu 4 juta, kok jadi 20 juta?" Bibirnya bergerak, tetapi tidak ada suara. Wajahnya sangat pucat, sementara tanganku gemetar hebat. Selama lima tahun, aku tak pernah sekali pun melihat kartu banknya. Lalu, apa lagi yang tidak aku ketahui?
Short Story · Realistis
8.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu

Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu

Setelah tujuh tahun menikah, Sisca mewarisi harta senilai ratusan triliun, tetapi saat proses serah terima dengan pengacara, dia diberi tahu bahwa akta nikahnya palsu. Harta ratusan triliun itu hanya bisa dia warisi seorang diri. Setelah pengacara menyelidiki perkara ini, dia menyebut sebuah nama, "Pasangan yang terdaftar dalam pernikahan Pak Kenny adalah Syifa, sementara statusmu saat ini adalah ... belum menikah." Orang-orang di Kota Simaraka tahu bahwa Sisca dan Kenny telah dijodohkan sejak dalam kandungan. Sisca adalah belahan jiwa Kenny, permata dalam genggamannya. Saat menikah, Kenny menggelar pernikahan abad untuk Sisca. Dia bersumpah dengan lantang, "Aku, Kenny, nggak akan pernah mengkhianati Sisca!" Namun, akta nikahnya dengan Syifa justru didaftarkan pada hari kedua setelah pernikahan mereka.
Short Story · Romansa
7.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

"Kontraknya akan berakhir dalam setengah bulan. Aku rencana mau cerai sama Leonard." Saat berkata begitu, Liana menonton video di tabletnya yang telah diputar ratusan kali. Dalam video itu, suaminya menatap kekasih masa kecilnya dan berkata dengan penuh perasaan, "Emily, aku masih belum bisa lupakan kamu. Kembali ke sisiku, ya?" Kemudian, Leonard Hadinata mencium bibir merah Emily. Sementara itu, Kai Hadinata, putra yang telah dikandung Liana selama sembilan bulan dan dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, berseru lantang, "Papa, aku mau Bibi Emily jadi mamaku!" Tekad Liana untuk pergi pun menjadi makin kuat. Di ujung telepon, Melisa, ibunya Leonard terdiam sejenak. Kemudian, dia menasihati Liana untuk berpikir matang-matang. "Kamu harus pertimbangkan baik-baik. Kalau cerai, kamu bukan cuma harus tinggalkan pekerjaanmu saat ini. Karena ada kontrak itu, kamu bahkan nggak akan kebagian banyak harta." Liana menjawab tanpa ragu, "Emm. Berhubung akta nikah itu palsu, aku pasti akan pergi tanpa ambil sepeser pun. Jangan khawatir." Melisa mencoba membujuknya untuk tetap tinggal, "Kalau bersikeras mau cerai, kamu pasti nggak akan dapatkan hak asuh anak. Kamu rela untuk pisah sama anakmu?"
Short Story · Romansa
6.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Karena adik kembarku lemah sejak kecil, semua orang selalu memihak padanya. Hari itu badai salju menutup seluruh gunung, helikopter penyelamat hanya menyisakan satu kursi. Aku menggenggam hasil diagnosis kanker stadium akhir di tangan, bersiap untuk menyerahkan kesempatan hidup terakhir itu kepada adik kembarku. Namun, tiba-tiba dia memegangi kepala dan berteriak pusing. Dalam sekejap, seluruh keluargaku langsung mengerubunginya, lalu bersama-sama mendorongnya masuk ke kabin helikopter. Suamiku bahkan menepuk lenganku yang patah dan berkata pelan, “Sevy, kamu tunggu giliran berikutnya.” Putriku pun melempariku bola salju sambil berteriak, “Tante lebih butuh diselamatkan, kamu jangan rebut!” Sampai helikopter lepas landas, barulah aku melihat adikku dari balik jendela. Dia menjulurkan lidah ke arahku, dengan wajah penuh kemenangan. Jadi, dia sama sekali tidak pingsan. Setelah diselamatkan, hidupku hanya tersisa tiga hari lagi. Dalam tiga hari terakhir itu, aku memutuskan untuk memberikan semua milikku. Hanya demi mendapatkan sedikit cinta dari keluargaku.
Short Story · Romansa
13.9K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
123456
...
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status