Haid Pertamaku
Minuman berkelas seharga ratusan ribu bahkan jutaan.
Kembali keruangan tengah, dan sofa merah maroon itu adalah tempat favoritnya tuk menikmati minuman keras tersebut.
Dinikmati sekali tegukan demi tegukan air haram tersebut, halusinasi mulai datang menyergap. Berjalan gontai, dia mendekati bufet besar, hendak mengambil biscuit kaleng yang disimpannya di dalam bufet tersebut. Matanya terpaku pada sebuah fhoto lama yang terjatuh saat dia hendak mengambil kaleng makanan tersebut. Diambilnya photo itu, dipandanginya terus sembari berjalan kembali ke arah sofa. Terus saja dipandangi photo masa kecilnya, meremang matanya berkaca-kaca, mulai menggenangi, lalu tumpah perlahan.
Sikat na Kabanata