Nyonya Puas Abang Lemas
Bahunya lebar, dadanya bidang, dan kemeja putih di baliknya tampak sangat kontras dengan kulitnya yang maskulin.
"Saya bilang, angkat kepalamu. Tatap saya," perintah pria itu lagi. Kali ini suaranya merendah, hampir seperti bisikan, namun setajam pisau.
Vivian akhirnya memberanikan diri untuk mendongak. Di hadapannya berdiri seorang pria dengan kacamata hitam yang menyembunyikan tatapannya. Rahangnya kokoh dengan bayangan tipis bekas cukuran yang menambah kesan tangguh.