SUAMI YANG SEMPURNA
"Nggak ada tapi-tapi. Udah ah, jangan nangis lagi. Udah aku bilang kan, muka kamu itu jelek kalau lagi nangis. Satu lagi ... Ingusmu meler, tuh."
Kevin terkekeh geli sambil membersihkan hidungku dengan tisu. Aku mencubit perutnya kesal. Kevin meringis kesakitan, kemudian kami tertawa bersama. Kevin berhasil menyegarkan suasana.
Tuhan, betapa aku mencintai makhluk ciptaan-Mu yang satu ini.
"Nah, gitu dong, kalau ketawa kan lebih kelihatan cantik. Karena tawamu itu mengalihkan duniaku. Asyeekk."