Si Lesung Pipi
“Git, dia tidak pernah merebutku. Aku yang salah karena jatuh cinta padanya sementara kau masih ada disampingku. Jadi, tolong salahkan aku, bukan dia, karena aku yang mempunyai perasaan ini dan belum tentu dia juga memiliki perasaan yang sama”
Kata-kata itu yang membuatku luluh untuk membantunya mengungkapkan perasaannya pada Drewi. Bukan dia yang salah. Aku yang salah. Aku yang memaksa dia mencoba mencintaiku. Dan...itu gagal. Kehadiranku tidak memperbaiki keadaannya. Dulu sebelum aku memaksanya berpacaran, kehadiranku selalu ditunggu olehnya. Dia sangat ceria bersamaku. Aku slaah mengartikan itu bahwa kami memang di takdirkan bersama. Nyatanya, harusnya aku berhenti di situ saja. Harusnya