WITHERED
Sorot mata Banyu jadi khawatir, meski ia terlihat bingung kenapa bibirku menunjukan senyum dalam tangis tanpa isak.
"Tante senang karena Banyu mau main sama Tante, sampe Tante nangis, nih," ucapku pada anak berpipi gembil yang menatapiku penuh tanya. Getaran suaraku bahkan tak mampu ku tutupi.
"Kamu tahu, kadang saat kita senang kita bisa menangis saking senangnya."
Banyu jadi diam, dahinya berkerut dengan alis hampir menyatu. Entah, apa yang sedang dipikirkannya saat ini. Sampai ia yang sudah menemukan apa yang ia cari, menatapku.
Hot Chapters