LOGINPada tahun kelima pertunanganku dengan Gavin, ketika kami sudah berencana untuk menikah, cinta pertamanya kembali. Semua janjinya padaku tidak lagi berlaku. Demi cinta pertamanya, dia merasa muak pada setiap tindakanku. Aku sadar bahwa aku tidak berarti apa-apa di hadapan cinta pertamanya. Aku yang merasa lelah pun memutuskan untuk menyerah dan merestui mereka. Aku juga sepenuhnya menghilang dari kehidupan Gavin. Namun, dia menyesali perbuatannya dan mencariku sambil menangis ....
View More비는 천천히 내리고 있었다. 우산을 쓰지 않은 채 뛰어가는 사람들 사이로, 구급차가 요란하게 지나갔다.
유리는 택시 창밖을 보며 흐려지는 시야를 억지로 붙잡고 있었다.
병원에서 걸려온 전화는 단 한 문장이었다.
"가족분이시죠? 지금 바로 오셔야 할 것 같습니다."
조유진. 유리는 그 이름을 입 안에서 여러 번 굴려보았다.
살아 있는 동안, 언니의 이름을 그렇게 또박또박 마음속에 되새긴 적이 있었던가.
지금은, 이름의 모양이 너무 선명해서 아팠다.
도착한 병원은 생각보다 조용했다. 응급실은 소란스러웠지만,
그녀가 안내받은 복도는 정적이 짙게 내려앉아 있었다.
형광등 아래에서 비닐 커튼이 희미하게 흔들릴 뿐,
사람들의 말소리도 발소리도 공기 속에 가라앉아 있었다.
유리는 안내를 따라 천천히 걷다가, 문득 발끝이 멈췄다.
자동문 너머, 하얀 천 아래로 누워 있는 한 사람이 보였다.
시트가 걷히고, 언니의 얼굴이 드러났다.
조유진. 차가운 이마, 닫힌 눈, 말라버린 입술. 그토록 자주 웃던 입꼬리는 완전히 굳어 있었다.
아무 말도 하지 않는 얼굴이, 오히려 너무 많은 것을 말하고 있었다.
유리는 입술을 앙다물었다. 목 안에서 올라오는 울음을 삼키느라 이가 맞부딪혔다.
“가족분이시죠.” 의사의 낮은 목소리가 등 뒤에서 들렸다.
유리는 천천히 고개를 돌렸다. 무언가를 조심스레 건네받았다.
유진의 검사기록이었다. 그는 말을 고르듯 잠시 망설이다가 입을 열었다.
“참… 이건, 꼭 전달드려야 해서요. 임신… 8주차였습니다.”
임신. 그 말이 떨어지는 순간, 마치 바닥이 꺼지는 듯한 기분이었다.
두 귀가 순간적으로 먹먹해졌고, 의사의 입술만이 허공에서 천천히 움직였다.
무언가 말을 이어갔지만, 유리는 듣지 못했다.
언니는 아이를 갖고 있었다. 누구의 아이인지, 어떻게 그런 선택을 했는지,
왜 단 한 마디도 하지 않았는지. 아무것도 알 수 없었다.
유리는 고개를 끄덕였다. 마치 이해한 사람처럼. 하지만 눈은 흐리지 않았다.
그 감정은 눈물보다 훨씬 깊은 곳에 있었고, 아직 올라오지 않고 있었다.
장례는 빠르게 치러졌다. 유진의 삶은 화환 몇 줄과 헌화하는 몇 명의 손길로 정리되었다.
사진 속 웃고 있는 얼굴을 바라보며, 유리는 어쩐지 언니가 자기를 보고 있는 듯한 착각에 빠졌다.
모든 절차가 끝난 뒤, 유리는 조용히 언니의 방으로 돌아왔다.
향이 빠진 립밤, 접힌 잠옷, 침대맡에 던져진 머리끈 하나까지 그대로였다.
그 모든 일상이 여전히 그 자리에 있는데, 정작 주인은 사라져 있었다.
유리는 조심스럽게 손끝으로 이불 자락을 잡았다.
미세하게 남은 체온의 흔적을 붙잡는 듯, 느릿한 동작이었다.
책상 위엔 휴대폰이 있었다. 전원이 꺼져 있었고, 케이블도 빠져 있었다.
평소에 유진이 쓰던 핸드폰과 다른 것이었다.
유리는 가만히 충전기에 꽂았다. 화면은 몇 초 후에 켜졌고, 밝아진 배경엔 낯익은 바탕화면이 드러났다.
잠금은 설정돼 있지 않았다. 유진이 마지막 순간까지 믿은 단 한 사람이,
자신이었다는 사실에 유리는 문득 목이 조여 왔다.
손끝이 화면을 밀었고, 메모 앱이 보였다.
[유리에게]
단 하나의 음성 파일이었다.
손가락이 재생 버튼을 눌렀다. 짧은 지연 후, 언니의 목소리가 흘러나왔다.
지친 숨이 먼저 들렸고, 이어져 나온 말은 짧고 날카로웠다.
'유리야… 혹시 내게 무슨 일이 생기면, 그건 서이현. 그 사람의 짓이야.
절대 그 사람과 엮이지마. 미안해. 언니가 너까지 위험하게 해서… 미안해…'
음성이 끝나기도 전에, 유리는 휴대폰을 내려놓았다.
그 말들이 뼛속을 긁어내리는 것 같았다. 정신은 또렷했지만, 몸이 따라주지 않았다.
두 손을 무릎 위에 올려두고 있었으나, 손등에 땀이 배어 나와 있었다.
서이현. 그 이름은 처음 듣는 것이었다. 낯설고, 낯선 만큼 불길했다.
그 한 사람의 이름이 유진의 죽음과 연결되어 있다는 사실이, 무엇보다도 현실 같지 않았다.
하지만 유진의 목소리는 흔들리지 않았다. 두려움과 단념,
그리고 단 하나 남은 희망을 걸고 남긴 말. 유리는 창밖을 바라보았다.
비는 여전히 내리고 있었다. 조용하고, 길고, 무표정하게.
그날 밤, 유리는 처음으로 복수를 생각했다.
그리고 그 생각은, 감정이 아니었다. 선고였다.
Setelah menyuruh Kenneth membasuh diri dengan air dingin, Nayla baru menyadari bahwa Kenneth bukan hanya ditabrak dari belakang sehingga punggungnya tersiram air dari pir panggang yang mendidih, dia sendiri juga memegang secangkir air tebu yang panas.Begitu mendengar Nayla mulai batuk, Kenneth sengaja datang untuk mengantar air tebu panas itu. Ketika dia ditabrak, air tebu panas itu juga tumpah ke tangannya sehingga punggung tangannya memerah karena terbakar.Nayla segera menelepon resepsionis dan memintanya untuk membelikan satu set pakaian pria. Sementara itu, dia sendiri pergi ke gedung perkantoran untuk mencari kompres es. Ketika keluar, dia malah bertemu dengan Gavin.Gavin terlihat agak kewalahan. "Nayla, maaf. Aku bukan sengaja mau menabraknya."Pada saat ini, Nayla baru menyadari bahwa Gavin-lah yang menabrak Kenneth. Dia pun mengerutkan kening dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan di sini?"Gavin menjawab dengan agak takut, "Seingatku, kamu suka makan pir panggang. Aku sudah s
Begitu Nayla masuk, Fiona buru-buru mengamati ekspresinya dan bertanya, "Kamu benar-benar rela meninggalkannya?"Nayla menggeleng dan menjawab, "Ini bukan soal rela atau nggak. Berhubung sudah putuskan untuk meninggalkannya, aku nggak punya niat untuk kembali lagi."Fiona mengangguk dengan gembira. "Baguslah kalau begitu!"Dia mencibir, "Waktu Gavin tahu influenser itu memeluk pacarnya sambil mengejeknya kaya tapi bodoh, dia juga mencarimu seperti ini dan berjanji nggak akan melakukannya lagi. Tapi nyatanya? Begitu Elina kembali, dia melupakan semua janjinya. Kalau kamu kembali bersamanya, siapa tahu ada Elina mana lagi yang akan tiba-tiba muncul?"Nayla tertawa terbahak-bahak dan menjawab, "Aku nggak akan kembali padanya."Fiona berkata dengan lantang, "Aku bilang begitu bukan karena adikku! Kalau kamu biarkan orang lain perlakukan kamu seenaknya lagi, aku nggak akan berteman denganmu lagi! Daripada aku marah sampai nggak bisa makan setelah mendengarnya." Kenneth memukul Fiona dari b
Nayla menggeleng dan menjawab dengan acuh tak acuh, "Kamu itu putra Keluarga Winowa, aku yang nggak layak dampingi kamu. Kita sudah akhiri pertunangan kita. Pak Gavin jangan bercanda lagi."Hati Gavin sangat sakit hati. Dia tidak peduli dengan hal lainnya lagi dan berujar dengan tergesa-gesa, "Semua itu salahku! Aku yang salah. Aku kira aku mencintai Elina, tapi orang yang kucintai ternyata adalah kamu. Nayla, aku nggak seharusnya akhiri pertunangan kita. Aku sudah sadari kesalahanku. Aku minta maaf. Maafkan aku dan pulang bersamaku, ya?"Nayla menggeleng. "Pak Gavin, tolong jangan mengolok-olok aku lagi. Aku nggak mampu temani kamu bermain. Sampai jumpa."Nayla memang mengucapkan sampai jumpa, tetapi ekspresinya jelas-jelas terkesan seperti mereka tidak akan pernah bertemu lagi.Melihat Nayla akan menutup pintu, Gavin buru-buru berseru, "Tunggu!"Gavin melepas ranselnya dengan panik, lalu membungkuk untuk membuka koper dengan tergesa-gesa."Aku benar-benar sudah sadari kesalahanku! Li
Gavin telah membayangkan banyak kemungkinan. Satu-satunya hal yang tidak terpikirkan olehnya adalah Nayla sudah memiliki pria lain. Nayla benar-benar tidak menginginkannya lagi.Gavin masih berdiri terpaku di tempat. Pikirannya sangat kacau dan dia tidak tahu harus memasang ekspresi seperti apa.Kenneth menatap pria yang membawa koper dan ransel di luar pintu. Setelah menunggu beberapa saat dan pria itu masih tidak berbicara, dia bertanya lagi, "Maaf, siapa yang kamu cari?"Gavin mendengar dirinya menjawab dengan kaku, "Aku Gavin. Aku datang mencari Nayla."Begitu mendengar nama Gavin, ekspresi Kenneth seketika berubah. Namun, hanya sesaat. Setelahnya, dia tersenyum sopan dan berujar, "Tunggu sebentar."Kemudian, Kenneth berbalik dan berteriak ke dalam rumah, "Lala! Gavin datang mencarimu!"Lala ....Gavin berpikir dengan linglung. Selama ini, dia tidak pernah memberi nama panggilan untuk Nayla. Apakah Nayla suka dipanggil seperti itu? Apakah pemuda ini begitu dekat dengan Nayla sehing






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews