Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Akulah Perancang Pernikahan Suamiku

Akulah Perancang Pernikahan Suamiku

Sebagai perencana pernikahan, aku sendiri yang merancang pernikahan suamiku dan selingkuhannya. Bersama Julian selama lima tahun: tiga tahun pandemi, dua tahun menikah dan punya anak. Pernikahan yang kuimpikan, di mulutnya selalu saja menjadi "lain kali". Sampai suatu hari, aku menerima proyek pernikahan baru. Pemberi tugasnya seorang gadis muda dengan alis dan mata yang melengkung indah, senyumnya merekah. "Ini lokasi yang khusus dipilih pacarku, katanya pernikahan harus diadakan di sini." Aku menerima berkas itu, pandanganku tertahan pada nama lokasinya: sebuah gereja di Negara Faricia yang sudah berkali-kali kusebut pada suamiku, tempat impianku. Aku baru saja hendak tersenyum sambil mengagumi, ternyata ada orang di dunia ini yang seleranya begitu sejalan denganku. Detik berikutnya, nama mempelai pria masuk ke pandanganku. Julian. Ujung jariku terhenti tanpa suara di atas lembaran kertas. Gadis di seberang masih tenggelam dalam kebahagiaan, lalu menambahkan dengan lembut, "Katanya, meski kami baru bersama dua bulan, dia ingin memberiku pernikahan terbaik." Aku melengkungkan bibir, menatap wajah yang selama lima tahun ini bersamaku dari pagi hingga malam. Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya tiba juga hari di mana aku merancang pernikahannya. Sayangnya ... pengantinnya bukan aku.
Short Story · Romansa
2.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Pergi Dari Belenggu Cinta

Pergi Dari Belenggu Cinta

Hari kedua setelah resmi menikah, aku berdiri di bandara sambil memegang dua lembar tiket pesawat, menunggu suamiku, Yoel. Akhirnya dia datang, tapi ada Wenny di belakangnya, sahabat masa kecilnya. “Sayang, Wenny baru putus cinta. Aku mengajaknya ikut biar dia bisa melepas penat.” Ujar Yoel menjelaskan dengan nada hati-hati. Wenny mengenakan gaun pantai yang sama persis denganku, lalu melemparkan senyuman penuh permohonan maaf. “Kak, aku nggak mengganggu kalian, ‘kan? Aku hanya mau ikut biar kecipratan kebahagiaan kalian saja.” Aku melirik tangan Yoel, ada tiket ketiga yang terselip di antara tiket kami. Nomor kusinya 16B. Sementara, kursiku 16A dan Yoel 16C. Yoel sengaja menempatkan Wenny tepat di tengah-tengah kami. Aku berdiri membeku dan amarahku langsung meluap ke kepala. Aku menarik Yoel ke samping dan berkata pelan, “Suruh dia pergi atau aku yang pergi.” Wajah Yoel tampak serba salah dan agak pasrah, dia menjawab, “Sayang, bisa nggak agak pengertian?” “Wenny bilang dia takut sendirian di rumah, makanya mau ikut biar suasana kita juga lebih ramai.” “Lagipula, aku dan dia sudah kenal sejak kecil. Pergi liburan bersama juga nggak masalah….” Aku langsung memotongnya, “Kalau kamu nggak suruh dia pergi sekarang, kita cerai hari ini juga.”
Short Story · Romansa
1.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Bukan Lagi Budak Cintanya

Bukan Lagi Budak Cintanya

Semua orang di pergaulan kami tahu kalau aku sangat bucin pada Nathan hingga titik menyedihkan. Tiga belas tahun mengejarnya, aku memaksa diriku belajar habis-habisan, dari seorang anak haram keluarga kaya yang bahkan tak lulus SMP, hingga berhasil meraih gelas master ekonomi dari kampus bergengsi, hanya demi menarik hati ibunya dan menjadi istri Nathan. Namun setelah menikah, aku tak lagi mencampuri urusan perusahaan Nathan, apalagi memasak untuknya. Saat dia bergadang mengerjakan draf proposal demi cinta idamannya, aku malah asik mengajak teman-teman keliling dunia. Saat dia menemani cinta idamannya menonton peragaan catwalk di Pars, aku santai di rumah merayakan ulang tahun kucingku. Itu semua karena aku sadar bahwa pernikahan bisnis tidak akan pernah mendatangkan perasaan tulus. Semuanya hanyalah khayalanku semata. Di kehidupan sebelumnya, aku membantunya menangani konflik internal perusahaan, tapi dia malah mengerutkan kening dan membentak, “Kamu terlalu jauh mencampuri urusanku.” Aku belajar memasak sup demi penyakit lambungnya, tapi dia malah memberikan semuanya pada si cinta idaman yang sedang lembur, sambil berkata acuh tak acuh, “Dia lebih capek daripada aku.” Hingga di hari aku kecelakaan, dia masih sibuk menyalakan kembang api di seluruh penjuru kota hanya demi membuat cinta pertamanya tersenyum. Aku berlutut memohon padanya, tapi dia malah menatapku rendah dari atas. “Yuna, hubunganmu dan aku hanyalah sebuah transaski.” Begitu membuka mata kembali, aku sudah berada di pesta pertunangan kami. Dia pergi di tengah acara demi menghibur si cinta sejati yang baru saja putus cinta. Kali ini, aku tak mengejarnya. Aku malah mengambil mikrofon di depan semua tamu undangan dan berkata, “Mohon maaf semuanya, pertunangan aku dengan Nathan dibatalkan.”
Short Story · Reinkarnasi
2.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Ketua Mafia Memohon Kesempatan Kedua

Ketua Mafia Memohon Kesempatan Kedua

“Bantu aku palsukan kematianku dan siapkan identitas baru untukku.” “Sinta?” Pria itu jelas terkejut. “Kenapa? Andi kan sangat manjakan kamu. Seluruh Sidolang tahu itu.” “Itu bukan urusanmu. Aku akan pergi dalam lima hari,” potongku dingin. Aku melangkah keluar dari pasar gelap, sementara layar LED raksasa di alun-alun masih tayangkan rekaman pernikahanku yang mewah dengan Ketua Mafia Andi Pratama tiga tahun lalu, sebuah upacara besar yang habiskan lebih dari 80 triliun. Semua orang percaya Andi cinta aku dengan sepenuh hati. Dan aku pun pernah percaya dengan hal itu. Sampai siang ini. Pada hari jadi pernikahan kami yang ketiga, aku lebih awal pulang ke Sidolang. Aku sembunyi di ruang istirahat kantor suamiku, Ketua Mafia Andi Pratama, berniat kasih dia kejutan. Namun yang aku dapat justru sebuah mimpi buruk. Aku lihat sekretarisnya sembunyi di bawah mejanya. Saat tangan kanannya, Malik sedang laporkan kerugian operasi penyelundupan di dermaga, Intan berlutut di antara kaki Andi, jemarinya lincah buka kancing celananya. Kepalanya bergerak naik turun. Setelah Malik pergi, Intan tersenyum genit. “Apa istrimu bisa layani kamu seperti ini saat rapat?” Suara Andi penuh nafsu. Tangannya meremas dada Intan. “Sinta terlalu kaku, bikin bosan. Dia nggak ada apa-apanya dibanding kamu, dasar wanita nakal.” Aku menutup mulutku, hancur sepenuhnya. Namun saat aku benar-benar pergi. Justru Andi yang sebut aku kaku dan membosankan itu adalah orang yang akhirnya runtuh sepenuhnya.
Short Story · Mafia
11.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Rahasia di Balik Ruang Gelap

Rahasia di Balik Ruang Gelap

Di dalam ruang bioskop pribadi yang remang-remang, ayah tiriku ajak aku nonton film dewasa, katanya ini adalah hadiah untuk tandai kedewasaanku. Lihat adegan di layar, ada seorang pria dan wanita larut dalam kenikmatan, tubuhku mulai terasa gatal dan gelisah. Nggak sadar, aku rapatkan kedua paha yang telah basah, berusaha tahan sensasi seperti aliran listrik yang menggetarkan. Lihat wajahku yang memerah, ayah tiriku mendekat di antara kedua kakiku, lalu tanpa ragu tarik celana dalamku. “Sayang, biar ayah tirimu ini ajarkan kamu gimana jadi wanita seutuhnya. Kamu akan nurut, kan?” katanya pelan. ……
Short Story · Gairah
27.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

Di pabrik perhiasan pribadi milik Keluarga Gamar, cincin pernikahan yang aku tunggu selama enam bulan, sekarang melingkar di jari wanita lain. Di jari Greta Gantari. Seorang supermodel internasional, wanita yang jadi selingkuhan tunanganku, Ketua Mafia dari Keluarga Gamar. Direktur pabrik perhiasan berdiri di samping, keringat dingin basahi punggungnya saat dia melirik Marcel Gamar yang duduk santai di sofa. Marcel bangkit. Dia raih tangan Greta, angkat tangan itu ke arah cahaya untuk kagumi cincin itu. Nada suaranya dingin, nggak kasih ruang untuk dibantah. "Dia akan tampil di acara peragaan busana di Penida minggu depan. Dia butuh cincin ini untuk curi perhatian dunia kalangan elite. Brankas keluarga penuh dengan perhiasan. Pilih yang lain saja, nggak usah lebay." Di bawah cahaya lampu yang menyilaukan, Greta menatap bayangannya di cermin, senyumnya angkuh penuh kemenangan. Aku lalu menatap diriku sendiri. Sweater kasmir dan celana jeans. Aku nggak cocok ada di sini. Pernikahan yang telah direncanakan selama setahun itu ... tiba-tiba rasanya seperti lelucon. Aku nggak marah. Aku cuma batalkan gaun pengantin pesananku sekaligus. "Marcel. Perhiasan lain juga nggak masalah. Tapi, aku nggak jadi nikah."
Short Story · Mafia
1.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Menikahi CEO, Penyesalanku

Menikahi CEO, Penyesalanku

"Bu Santi Tania, apa Anda yakin ingin mengakhiri pernikahan dua puluh tahun ini dan menyerahkan hak asuh anak?" "Ya. Ajukan saja permohonan perceraian. Saya sudah memutuskan," ucap aku dengan tenang melalui telepon sambil menggosok noda minyak di meja dapur granit. Selama dua puluh tahun, aku telah menyerahkan seluruh hidup aku untuk keluarga ini. Aku mengurus segala urusan rumah tangga, memastikan pendidikan anak-anak berjalan dengan baik, dan selalu berada di sisi suami aku, mendukungnya hingga ia berhasil naik ke puncak karier di sebuah konglomerat besar tanpa ada sedikit pun keluhan. Tapi suami aku, Arif Winata, malah membawa adik perempuan angkatnya, Chintya Winata, ke dalam sebuah wawancara media, lalu berkata dengan lantang, "Kesuksesan saya hari ini semua berkat bantuan saudara angkat saya." Bahkan anak-anak aku sendiri pun merendahkan aku. Mereka menyebut aku sekadar ibu rumah tangga yang biasa saja dan kasar. Mereka pun lebih memilih berpihak pada “Bibi” Chintya, wanita yang selalu ada di rumah itu, seolah-olah dia adalah nyonya rumah yang sesungguhnya. Jadi aku menandatangani surat perceraian dan pergi meninggalkan mereka, membiarkan mereka menjadi "keluarga yang sempurna" seperti mereka inginkan. Namun, sejak kepergian aku itulah, keluarga itu mulai panik ….
Short Story · Romansa
6.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi

Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi

Tahun ketiga mengejar Titus, sang "biksu suci" di kalangan elite ibu kota, aku tetap belum berhasil menikah dengannya. Aturan leluhur Keluarga Lingga menetapkan bahwa siapa pun yang ingin masuk ke Keluarga Lingga harus memohon sendiri dan mendapat hasil ramalan paling mujur. Namun, aku sudah memohon sebanyak 99 kali dan semua hasilnya adalah yang paling sial. Sebelum yang ke-100 kali, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Titus mengganti semua kertas lamaran di dalam tabung. "Nggak peduli berapa kali, dia hanya akan mendapat hasil ramalan paling sial." Barulah aku sadar, dia benar-benar tidak mencintaiku. Tidak apa-apa, aku juga tidak ingin menikah dengannya lagi. Aku membuang tabung ramalan itu, lalu menelepon orang tuaku. "Aku menyetujui pernikahan aliansi dengan Keluarga Winata."
Short Story · Romansa
2.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis

Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis

Aku tumbuh besar di luar negeri. Ibuku takut aku akan mencarikannya menantu orang asing. Jadi, dia mengaturkan tunangan yang tampan dan berbakat untukku di ibu kota, juga memintaku untuk pulang dan bertunangan. Aku pergi ke sebuah toko barang mewah untuk memilih gaun pertunangan, lalu jatuh cinta pada sebuah gaun panjang tanpa tali berwarna krem. Ketika aku hendak mencobanya, wanita di sebelahku melirik gaun di tanganku dan berkata kepada pramuniaga, "Model gaun ini cukup unik. Aku mau coba." Si pramuniaga langsung merampas gaun itu dari tanganku dengan kasar. Aku pun berkata dengan kesal, "Segala sesuatu harus ada urutannya. Aku yang duluan lihat gaun ini. Kalian nggak punya aturan?" Namun, wanita itu menatapku dengan penuh penghinaan dan menjawab, "Gaun ini harganya 376 juta. Mana mungkin orang miskin sepertimu mampu membelinya? Aku ini adik angkat Nicholas Kurniadi, presdir Grup Kurniadi. Di ibu kota, cuma Keluarga Kurniadi yang berhak tetapkan 'aturan'!" Kebetulan sekali! Bukankah Nicholas itu tunanganku? Aku langsung menelepon Nicholas dan bertanya, "Adik angkatmu rebut gaun pertunanganku. Gimana kamu mau selesaikan masalah ini?"
Short Story · Realistis
6.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

"Lina, apa sudah kamu pikirkan baik-baik, setengah bulan lagi kita berangkat ke ibu kota?" Lina Watson menjawab pelan, tetapi tegas, "Ya." "Baguslah! Guru dan istri guru sudah menunggumu di ibu kota." Di seberang telepon, guru tidak tahan untuk bertanya lagi, "Tapi kudengar kamu sudah berkeluarga di sana selama delapan tahun, apa kamu benaran rela meninggalkan ayah dan anak itu? Lalu bagaimana dengan Alan? Kudengar anak itu lebih dekat dengan ayahnya. Apa dia mau ikut denganmu?" Lina tersenyum getir. "Alan sudah nggak mengakui aku sebagai ibunya, mana mungkin dia mau ikut denganku. Aku akan membawa Alicia." Sang guru di seberang hanya bisa menghela napas. "Kalau begitu, karena kamu sudah memutuskan, kita bertemu setengah bulan lagi di stasiun kereta ibu kota."
Short Story · Romansa
5.1K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
4142434445
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status