Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Noda itu kini menjadi bagian dari karpet, gelap dan menetap, seperti kenangan yang menolak pudar. Dengan ketenangan aneh, aku berdiri dan berjalan ke lemari. Mengambil koper hitam. Itu hadiah ulang tahunku tahun lalu darinya. Pelan-pelan, aku mulai mengumpulkan semua yang berhubungan dengan Adriel. Pisau cukur cadangannya di kamar mandi. Buku strategi klasik lusuh yang selalu ia taruh di meja samping tempat tidur. Dasi sutra mahal yang dibiarkannya tergantung di kursi.
12.9K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as the bone collector 1999
Read
+Library
Aku Bukan Boneka

Aku Bukan Boneka

"Rania! Bicaralah! Apa kamu akan melihat ibumu masuk penjara?" Aku terdiam sejenak, lalu keluar dari belakang ibu mertuaku. Aku menatapnya tanpa ada emosi apa pun yang terpancar dari mataku. Aku berkata padanya, "Setelah menjadi bonekamu selama lebih dari 20 tahun, sekarang aku ingin menjadi manusia." Aku tidak menghentikan ibu mertuaku melapor ke polisi. Namun, sebelum satpam menelepon polisi, Fara sudah melarikan diri dari kerumunan.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as the bone collector 1999
Read
+Library
BONEKA KEMATIAN

BONEKA KEMATIAN

sesuatu telah berubah dan ia tak punya banyak waktu untuk membalikkan semuanya. Pada siang harinya, Kalina nekat mendatangi toko boneka tua yang pernah ia lewati di Pasar Asemka. Ia membawa Bella dalam kantong belanja, dibungkus kain lusuh, seolah membawa barang terkutuk. Pemilik toko, seorang wanita sepuh bernama Bu Rumi, memandang Kalina dengan alis terangkat saat melihat isi kantong itu. “Boneka ini … dari mana kau mendapatkannya?” tanya Bu Rumi, nadanya pelan dan penuh tekanan.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as the bone collector 1999
Read
+Library
Raja Boneka

Raja Boneka

Suara kecil hatiku mengingatkan untuk cepat beranjak menjauhi daerah tersebut sebelum malam melanda. Aku pun dengan cepat berlari dengan tubuh sangat menggigil dan kedinginan karena salju makin menumpuk dan jatuh dari langit. Dengan cepat aku pun kembali ke kelas setibanya di akademi. Aku membuka tasku dan memeriksa buku dan barangku di laci meja untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan. Setelah aku lihat ada batu mana berwarna hijau di laciku dengan cepat batu tersebut ku pegang dan kutaruh di kantong baju akademiku. Batu mana warna hijau berfungsi sebagai penghangat terhadap suhu yang dingin. Aku pun dengan cepat memasang mantelku dan beranjak dari akademi dengan memanggil kusir keretak
1.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as the bone collector 1999
Read
+Library
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

Menggunakan sepatu murahan dan pakaian yang kusut di bagian ujungnya. Julian bertanya-tanya bagaimana anak itu bisa ada di sekolah ini. Penerima beasiswa, mungkin? Tangannya gemetar saat menyodorkan sebuah boneka kecil yang tampaknya dibungkus sendiri, dengan kertas lipat dan selotip yang menempel asal-asalan. Julian berhenti di ujung lorong, cukup jauh untuk tidak terlihat, tapi cukup untuk mengamati.
103.6K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as the bone collector 1999
Read
+Library
DUKUN 99

DUKUN 99

Di sofa yang kududuki inilah Ayah Abigail tertidur pulas serta mendengkur keras. Asyik mengamati, tiba-tiba Ayah Abigail datang ke ruang tamu. Ia memperbaiki letak kaca matanya saat melihatku. "Siapa kamu? Sudah sering kulihat kau berboncengan sama Abigail." "Nama saya Bone, Om," jawabku sopan. "Saya tinggal di desa sebelah. Di bawah kaki gunung." "Oh, anak pegunungan toh!" Ayah Abigail tertawa lantas duduk di kursi rotan yang ada di dekatku.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as the bone collector 1999
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status