After Marriage
"Enggak bisa, Pak. Itu untuk dipajang. Kalau mau, main aja lagi."
Mengusap tengkuk, Arkan teringat sesuatu. Ia berdeham. "Istri saya tadi, sedang ngidam, Pak. Boleh, ya, saya beli bonekanya? Saya takut istri saya kenapa-napa nanti."
Keputusan Arkan untuk berbohong malam itu tak pernah ia sesali. Karena sesaat setelah boneka yang berhasil ia bawa diberikan pada Siera, Arkan dihadiahi pelukan.