Miskin itu Memalukan
Kosong ternyata.
“Nanti kita belanja, Ma, sekalian beli majikom sama beras.”
“Iya, Fi.”
Aku mengajak mama keluar untuk melihat isi toko. Di sini hanya menyediakan bahan bangunan dasar saja, tidak ada tumpukan batu kali, baru bata, dan pasir. Hanya ada sampel. Jika ada orderan, tinggal telepon ke toko pusat nanti diantar dari sana. Kupikir nggak begitu ribet, mama pasti bisa. Omsetnya juga tidak banyak paling banter sehari 2_3 juta saja. Uang tidak langsung ditransfer karena mas Hudi dan Pak Slamet yang kerja nggak ngerti caranya. Jadi uangnya disimpan di dalam brankas besi sementara menunggu Ruly atau mas Budi ngambil setiap hari Jumat.
인기 회차