Agent Bayangan
“Hem ... dulu sih iya. Tapi sekarang tidak! Ya, mungkin uangnya sudah habis kali. Makanya dia beli makanan ke luar. Haha!”
“Lagian, salahnya sendiri kenapa harus berpura-pura menjadi kaya. Pas uangnya habis, dia sendiri yang menanggung akibatnya. Menurutku, kalau miskin ya miskin aja. Kenapa sih harus repot-repot pura-pura kaya? Nyesel dulu aku mengaguminya. Cih!” Salah seorang gadis menambahkan dengan nada menghina.
“Ya, ya! Bener banget! Aku juga nyesel sepertimu! Kirain kaya beneran, eh, nyatanya kaya bohongan. Sialan!”