Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

ujar Pak Deden. “Wah cocok itu Pak Deden, letak tokonya di sebelah mana ya?” “Kalau dari dini pas setelah jembatan pak Halid, itu toko paling besar di Pal Tiga. Ada tulisannya juga, gampang nyarinya kok.” “Oh, tko itu to, iya kemarin saya lihat. Saya kira itu toko bangunan. Ternyata toko pertanian ya.” “Toko bangunan ada juga di sebelahnya, pokoknya lengkap di sana.”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
Istri Simpanan Tuan Muda

Istri Simpanan Tuan Muda

Tanyaku pada bapak-bapak penjual jajanan pasar. “Oh, kalau ke sana, Neng ambil saja yang nomor 32. Nanti langsung di gang depan panti. Terus Neng jalan sedikit ke dalamnya itu.” Jawabnya sembari mengipas-ngipaskan topinya. “Baik, Pak. Terima kasih banyak…” ucapku. Tak berselang lama, angkot nomor 32 datang dan menepi. “Neng, itu angkotnya…hati-hati, banyak copet..” pesan bapak penjual jajan tadi.
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Lalu diikuti umi yang kemudian berjalan lebih dulu ke dalam toko. Aku menatap bangunan berukuran 3 x 3 meter di depanku ini. Begitu juga dengan mas Umair, ia berdiri di sampingku dan melakukan hal yang sama. Sebuah toko yang menjual berbagai kebutuhan pertanian dari peralatan hingga berbagai macam pupuk pun ada. "Ini juga punyaku. Jadi kalau kita butuh apa-apa untuk urusan sawah ataupun penggilingan gak perlu repot cari diluar," kata mas Umair ketika kami masih berdiri menatap toko tersebut.
9.573.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

tanya Dodit melihat sikap Dina tampak melamun dan lesu seolah sedang terbebani memikirkan sesuatu hal yang tidak dapat di pahami oleh nalar Dodit. "Hm, gak apa-apa. Kita mau beli oleh-oleh nya dimana?" Dina berusaha menutupi semua perasaannya dengan mengalihkan pembicaraan. "Itu di depan ada toko plus pabrik bakpia pathok jadi aku mau cari tempat parkir yang enak dulu deh," jawab Dodit sambil menunjukkan sebuah toko oleh-oleh di depan jalan yang tampak berukuran besar dengan sebuah tulisan bakpia pathok 85.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 898 kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Bangetnya pakai kuadrat. Sejak menikah, suamiku ingin mandiri. Punya usaha sendiri. Nah, toko ini salah satunya. Modalnya hasil menabung. Bu Marto tidak melihat mobil mewah parkir di rumahku, kan? Nah, beberapa hari yang lalu dikembalikan ke orang tuanya." "Mantap dah. Saya angkat dua jempol." "Kamu ini bayi masih merah dibawa jalan-jalan," tegur Ambu sambil tangannya sibuk menghitung uang pendapatan hari ini. "Udara di luar tidak sehat." "Pakai alat pembersih udara, Ambu," sahut Rara. "Jadi pernafasan Idyla aman." Toko ini buka jam tujuh pagi dan tutup jam 4 sore. Plank terpampang di depan dengan nama: Toko Idyla, diambil dari nama depan anak Gilang. Kelihatannya toko ini memiliki prospek
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai toko 32
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

Lintang menunggu dengan sabar. Ia bahkan tidak ragu duduk di kursi yang disediakan khusus untuk pembeli di toko oleh-oleh itu. Toko yang namanya sama dengan pemiliknya: Toko Sofia. Walaupun hanya ruko kecil berukuran 4x10 meter dan bertingkat dua, harga sewanya lumayan mahal. Dua pembantu toko terlihat sibuk melayani pembeli di lantai bawah, sementara suasana di dekat kasir terasa semakin sunyi dan kaku.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
GARA GARA G-STRING

GARA GARA G-STRING

Dia tertuju pada sebuah toko baru yang kelihatan ramai. “Toko Surga Dunia,” desis Joko. Lalu dia memperhatikan lagi gambar reklame yang ada di depan toko itu. “Enggak salah, pasti ini tempatnya.” Segera Joko turun dari mobil. Yang di parkir berseberangan dengan toko itu. Pembeli toko itu cukup banyak. “Sepertinya lagi ada diskonan. Nanti … ahhh! Tunggu agak sepi aku baru masuk.”
1031.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
Jodoh Wasiat Istri

Jodoh Wasiat Istri

Dia mengambil alih Zefa dari sang mama, lalu menggendong bayi bergaun kuning muda menuju area dalam ruko. Seruan oh dan ah bergema di ruangan luas itu. Dian dan para pegawainya berebutan untuk menggendong bayi montok bertopi kuning. Sedangkan Edwin mengajak Lula dan Rita untuk duduk di kursi dekat meja kasir toko kain. "Ada 3 toko yang masih kosong. Posisinya di deretan ujung kiri," terang Edwin sembari menunjukkan gambar ruko itu pada Lula.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
PASIENKU ADALAH ISTRI MANTAN

PASIENKU ADALAH ISTRI MANTAN

jawab Clara. Aku tersentak mendengar jawaban Clara. Toko nagamas terdiri dari 2 toko, toko utama menjual segala aksesoris terbuat dari logam mulia, ada di kota ini. Sedangkan toko kedua berisi aneka barang elektronik. Mendadak aku serasa menjadi remahan rengginang. Hanya mama mas Andi yang terlihat iba dan mencuri pandang padaku.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS

BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS

Ia ingin tahu, ia butuh kepastian. Jericho tersenyum tipis. "Berhasil. Toko itu sudah terbeli seharga tiga ratus juta, sesuai dengan keinginanmu." Ucapannya singkat, padat, namun mengandung makna kemenangan yang manis. Aiden mengangguk puas. "Terima kasih, Bro!" serunya, rasa syukur meluap dari suaranya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai toko 32
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status