Extraordinary Captain
Revan menyenggol lagi lengan adiknya
"Apaan, sih? Orang bener, kok. Waktu itu, Rere kebangun malem-malem, terus lihat Bang Revan lagi maskeran, matanya ditutupin timun."
"Oh, ya?" Vanessa mulai tertarik dengan topik pembicaraan. Rere mangangguk mantap. Vanessa pikir ia jutek, karena tidak ada feminimnya sama sekali. Rambut dikuncir kuda, kemeja lengan panjang yang kancingnya diceraikan melapisi kaos bertuliskan 'I Love, Yogyakarta', celana jeans pendek, sepatu kets. Menurut Vanessa, itu tidak ada lembut-lembutnya. Memang. Mereka asik membicarakan kebiasaan Revan. Sedangkan yang dibicarakan hanya pasrah.
Hot Chapters