Susahnya Jadi Mas Joko
“Hatiku dag-dig-dug, menunggu, menunggu lagi, dag-dig-gug lagi. Aku dan Chintya terus menunggu barangkali pemain nomor lima itu terlambat, atau mungkin masih buang air kecil di toilet, atau masih sibuk mengikat rambut dengan kuncir style khasnya.”
“Selain aku, ternyata banyak juga penonton di sekitarku yang menunggu kehadiran pemain nomor lima itu. Entah Adi, Guna, Yuda, atau Mojo.., siapalah! Ternyata pemain nomor lima itu tidak juga hadir masuk ke lapangan!”
“Aku, Chintya dan para penonton yang lain masih menaruh harapan. Sementara para wasit mulai menempati posisi dan mengecek sarana pertandingan, namun pemain nomor lima tidak juga datang!”
Hot Chapters