Gerbang Neraka: Desa Terakhir
“Semakin jauh kita melangkah, semakin tipis realitas di sekeliling kita.”
Raka menunjuk ke depan. Di kejauhan, ada sebuah pohon terbesar di antara yang lainnya. Dahan-dahannya menggulung ke atas, membentuk semacam spiral. Di tengahnya, terdapat lubang gelap yang menganga, seolah mengundang.
“Itu dia,” ujar Yunaka. “Pintu ke Segel.”
Mereka mendekat, tapi sebelum sempat melangkah masuk, tanah di bawah mereka bergetar. Akar-akar pohon bergerak, melingkar seperti ular raksasa, mencoba menarik kaki mereka.
Hot Chapters