Salah Paham yang Terlambat Untuk Diluruskan
Pada hari ulang tahunku yang ke-12, saat Ayah dan Ibu sedang membawaku ke taman hiburan, terjadi kecelakaan mobil akibat rem blong.
Kakakku, yang merupakan pemimpin mafia, menimpakan seluruh kesalahan atas kematian orang tua kami kepadaku. Dia benar-benar membenciku, tetapi memanjakan adikku yang dua tahun lebih muda dariku, Elvara, seolah dia adalah harta paling berharga.
Bahkan setelah aku meninggal, jantungku pun diambil dan dipindahkannya ke tubuh Elvara.
Aku tidak akan pernah melupakan saat penyakitku kambuh dan aku pergi mencarinya untuk meminta pertolongan. Tatapan mata Kakak saat itu dipenuhi rasa muak dan kebencian.
"Kirana, apa ada yang benar-benar jujur dari semua perkataanmu? Memangnya seru ya pura-pura sakit terus setiap hari? Aku sudah muak sama kebohonganmu!"
Namun sesaat kemudian, dia berbalik dan berbicara dengan lembut kepada Elvara, "Jangan takut, donor jantung akan segera ditemukan. Kakak nggak akan membiarkanmu mati!"
Belakangan, ketika Kakak melihat tubuhku yang telah hancur tak berbentuk, dia pun benar-benar runtuh.