LOGINEva terjebak dalam pernikahan berkedok jadi ibu pengganti untuk bayi dari bapak kosnya. Eva mengira tugasnya hanya merawat bayi itu, sesuai kesepakatan pertama sebelum menikah. Ternyata dia salah. Kenyataannya, dia juga harus terlibat hubungan yang selalu membuatnya bingung. Eva masih berpacaran saat sudah berstatus istri bapak kos. Dia mencintai kekasihnya tapi Bapak kos alias suaminya semakin gencar mendekatinya, menuntut Eva agar membalas perasaan bapak kos. Lantas kepada siapa Eva memberikan hatinya? Apakah Eva akan mempertahankan hubungannya dengan kekasihnya dan mengakhiri pernikahannya? Bagaimana Eva menanggapi cinta yang diberikan oleh bapak kosnya?
View More「明日は百鬼夜行ですものね」
聞いたことのある声────────
殺気を感じてふりかえると、夕月夜と水鏡さまがこつ然と立っていた。
冬に咲く藤の花、満開のその下で。
今あたしは、捨て猫だった自分を拾ってくれた恩人。
水鏡様と戦っている。
「この日をずっと待っていたわ。さあ、一緒に行きましょう。|秋華《しゅうか》」
「|水鏡《みずか》さま、あたしは行けない」
光をうけて、|夕月夜《ゆうづきよ》の銀の髪が煌めいている。
紫紺の瞳に雪華の肌。
藤色の着物に、瑠璃色の帯。その細い帯布から藤が一輪、かんざしのように揺れていた。
「傾国の美少年」と噂されるだけあって、夕月夜はムラサキの闇から浮かび上がるように美しい。負けない、きっと水鏡さまを取り戻してみせるから……!
夕月夜の隣で、水鏡さまは紅蓮の炎を纏ったような単衣に身をつつみ、あやしく微笑みを浮かべる。腰より下まである銀髪は、さながら流れる河のようだわ。
緋色の瞳を細めると、ゆっくり長い爪を、私に向かって指さした。
「夢の中は、まほろば。誰も死ぬ事のない理想郷。さあ、此処にいらっしゃいな」
「水鏡さま」
「醒めない夢の中でなら、貴方の願いも叶うのよ……」
懐かしい声。
あたし、水鏡様が好きだった。だけど今は、絶対に負けられない理由があるんだ!
刹那、夕月夜の手の平から金色の光が瞬いた。
その光が明滅し、大きな玉となる。何かの秘術だろうか、人の顔ほどの大きさまで膨れ上がると、まるで球遊びのように夕月夜はその輝きを、私に向けてポンと放った……!
「散れ。花火の如く」
「まだ散るわけに、いかねーんだよ!」
「|千年《ちとせ》!」
ああ、千年だ……!
彼が光の玉を、刀で弾いた!
空へと放たれた球は、空中で花火のように爆ぜた。グラリ、ふらついたあたしを片手で抱き寄せると、千年は夕月夜に向かい、言の葉を紡いだ。
爆風で藤の花びらが……桜のように乱舞する。
紫の花霞に千年の横顔が、クッキリと浮かび上がる。それはこの世の何よりも、美しく見えた。
人が死ぬ間際、最期の声を聞くという「死化粧師」。それが彼の仕事だった。
今は、ワケあって陰陽師をしている。
深紅の着物に、漆黒の袴。
肩まで揺らめく金色の髪。さながら異国の人みたいだ。
瞳は紅の色をして、まっすぐに夕月夜の姿を映していた。
あたしは化猫で彼は人。だからきっと、この恋は叶わない。でも戦ってる時だけは、ヒトの恋人みたいに……くっついていて、いいよね?
「憎しや……。人の分際で、夕月夜さまの邪魔をするとは」
夕月夜はその言葉を受けて、涼やかに笑みを浮かべる。
「水鏡、いいよ。私がこの猫ちゃんに昔を思い出させてあげるから」
「昔を?」
「出逢った頃の記憶さ、あの頃に連れていってあげよう」
夕月夜の、花のような笑み。
その瞬間、雷のような波紋が、彼の周りを丸く囲んだ!
「記憶の柩より生まれし、螺旋の糸よ!
典雅なる時の調べに、過去へといざなえ
幻・夢・招・来────────」
夕月夜が詠唱する。
すると世界が一瞬にして霧に包まれた。藤の花で紫紺に染まる空間に、真っ白な煙がモヤモヤと周囲を覆っていく。えーーっ、なにこれ!? 視界がどんどん白に染まっていくんだけどっ。
「気をつけろ、秋華! 脳を焼くような甘い薫りがする……!」
「わかった、気をつけるね! 千年」
「危ないと思ったら、俺を呼べ! きっと、どこへだって駆けつけるから!」
彼の金髪も、白に染められていく。
あたしは甘美な匂いに包まれながら、意識が遠のいていくのを感じたの……。
雨────────
さっきまで、藤の花が咲き乱れる場所にいたのに。
何であたし、ここにいるんだろう?
ザ────────
水たまりに、自分の姿が映る。あれ?
そこには黒い、小さな猫が映っていた。
これって多分、幼い頃のあたしだ。
え、なんで、どうして?
あたしは猫として暮らすうち、化猫に進化していったのに。疑問に思っている間もずっと、雨粒がザンザカあたしの体を濡らしていく。
やばい。冷たい雨が、体温をどんどん奪っていくよ。寒い……!
このままじゃ、あたし死んじゃう……!
どうしよう、人も通らないし。
目の前には、木造の大きな屋敷があるばかりだ。立派な扉は、固く閉まっていて雨宿りするような場所もないよ。か、体がブルブルと震える。
こんな所で死にたくない……っ!
死にたくないよおおおお多おおおおおおおおおおおおっっ!
「どうしたの、あなた一人ぼっちなの」
顔をあげると、そこには……
初めて出逢った日の水鏡さまがいた。
「にゃあ」
何か話そうと思ったけど、幼いあたしの舌では上手く言の葉を紡げない。ただの子猫の声が喉から響いた。少女姿の水鏡さまが、和傘であたしを雨から覆いかくす。桜色の傘に、桜色の着物。
……覚えてる、覚えてるよ。
記憶の底で、愛しい何かが疼いた。
「かわいい〜! 黒猫かあ。キレイね、あなた気に入ったわ」
彼女は砂利と泥にまみれた体を、清い布でふいてくれた。
喉が勝手にゴロゴロと音を奏でる。だってちょっと安心したから。彼女は優しくあたしを抱き上げると、さわさわと頬ずりをする。
冷たく、ないのかな……?
あたし、まだけっこう濡れてるのに。
「ねえ、一緒に暮らしましょう。大丈夫! 父上と母上には、上手にお話しするからね」
くしゃくしゃの微笑み。
ああ、水鏡さまだ……!
ずっと、ずっと会いたかったよ。
夕月夜って妖怪に、心を囚われてから、水鏡さまは随分変わってしまったもの。前はこんな風にあたしと、屈託なく遊んでくれていたよね。
「危ないと思ったら、俺を呼べ! きっと、どこへだって駆けつけるから!」
ドクン。心臓が冷える。
────────そうだ、思い出した。
ここはきっと、結界。夕月夜の術で閉ざされた空間なのだろう。そっか、あたし戦わなきゃいけないんだ!
無くしたくない想い出の中で、千年の声が脳に響いている。
これは十年前の光景。
きっと元の世界に戻るには、ここを破壊しなきゃいけないんだろう。空とか割ればいいのかな? バッキバキに壊してやるんだから!!! だってあたし、帰らなきゃいけないし。きっと千年が待ってるよねっ。
そう思いながら、キッ! と頭上を睨むと、そこには……。
「あなたの名前は秋華よ。いっしょに帰ろう、わらわの家へ」
眼前で、懐かしい笑みがこぼれていた────────
Rafa memasuki rumah dengan tergesa-gesa. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan hanya menemukan Bu Siti dan Arumi yang bermain di ruang tengah. "Pak Ra—" Kalimat Bu Siti menggantung begitu saja karena Rafa segera berlalu menuju ruangan lain seperti mencari sesuatu.Setelah memasuki tiap kamar dalam rumah, Rafa memasuki area dapur lalu berjalan ke halaman belakang. Nihil.Tidak ada jejak Eva di rumah ini. Rafa mendekati Bu Siti. Tatapannya tampak tidak fokus. Bahkan keberadaan Arumi di sana, seperti buram di mata Rafa."Eva nggak balik ke rumah, Bu?" tanya Rafa.Bu Siti mengernyit heran. "Bukannya Neng Eva ke rumah sakit ya. Tadi dia bilang mau jengukin Pak Ardi. Memangnya Pak Rafa nggak ketemu? Atau Pak Rafa bukan di rumah sakit tapi di kantor ya, makanya nggak ketemu?" "Saya di rumah sakit tadi, Bu. Cuma Eva ... pergi." Rafa bingung menjelaskan situasi saat ini. Rafa hanya mendengar kabar bahwa Eva marah. Penjelasan lebih lanjut terkait kron
"Bu Siti, Arumi rewel nggak seharian ini?"'Tadi sempat rewel nyariin Neng Eva sama Pak Rafa. Tapi sekarang udah aman, Neng. Bibi masih bisa tangani. Sekarang, adek lagi seru-serunya main. Tuh, Neng.'Senyuman Eva merekah ketika layar ponsel menampilkan Arumi yang sedang berusaha memasang donat susunnya. Eva selalu merasa bangga tiap kali melihat tumbuh kembang Arumi. Mungkin itulah yang dirasakan oleh semua ibu di dunia ini. Sekecil apapun pencapaian si anak, tentu terasa hebat di mata seorang ibu.'Mau bicara, Neng?' tanya Bu Siti ketika melihat Eva hanya diam memandangi Arumi.Eva menggeleng dan berkata, "Nggak usah, Bu. Nanti dia nangis kalau liat aku tapi nggak gendong."Bu Siti terkekeh mendengar keluhan Eva. Kebebasan Eva terenggut ketika keberadaannya tertangkap oleh Arumi. Bayi itu sangat manja kepada Eva. Bahkan, Eva harus melarikan diri secara diam-diam jika ingin ke kampus. "Bu, nanti aku agak telat ya pulangnya. Nggak apa-apa 'kan?" Eva merasa t
"Kami baik-baik aja kok, Pa." Eva melirik layar ponselnya yang menampilkan wajah Bagas. Panggilan telepon itu sudah berlangsung beberapa menit lalu dan Bagas bisa menangkap raut masygul di wajah putrinya. Akan tetapi, jawaban Eva yang berulang menekankan bahwa dia baik-baik saja membuat Bagas mengangguk. "Rafa belum pulang kerja?" tanya Bagas. "Bukan belum pulang, memang dia nggak mau pulang." Eva menjawab dengan jengkel. Mendengar nama Rafa disebut papanya kian membangkitkan kekesalan Eva pada suaminya. "Kalian bertengkar?" Itu bukan suara Bagas, melainkan suara mama Eva. Layar ponsel Eva kini dipenuhi oleh wajah mamanya. Desahan Eva lolos begitu saja. Dia menutup laptopnya yang sempat menganggur karena panggilan video dari orangtuanya. Seharusnya Eva melakukan itu sejak tadi. Toh, tugasnya tidak kunjung selesai sebab pikirannya tidak bisa fokus. Eva menyambar ponsel dan merebahkan tub
"Emangnya Pak Rafa nggak ada niatan balik dulu ke rumah? Kok tiap hari nyuruh orang mulu buat ambilin baju gantinya." Pandangan Eva tidak lepas dari asisten Rafa yang lagi-lagi datang hanya untuk meminta pakaian ganti untuk Rafa. Selama empat hari berturut-turut, asisten itu rutin mengunjungi rumah dengan tujuan yang sama. "Eh, si Eneng!" seru Bu Siti kaget saat tersadar dengan kemunculan Eva di belakangnya. Dia mengelus dada lalu menutup pintu. "Maaf ya, Bu," ucap Eva menunjukkan cengiran. Cukup merasa bersalah telah mengejutkan Bu Siti. Dia melangkah lebih dulu."Pak Rafa bukannya nggak mau balik. Kan Neng Eva udah dikabarin juga sama Pak Rafa. Mertua Neng Eva masih perlu dirawat, jadi Pak Rafa nggak tega ninggalin." Bu Siti menjawab sambil menyusul Eva menuju dapur."Tapi kan, masa iya nggak ada kesempatan pulang sebentar. Emang dia nggak rindu Arumi?" Eva meraih gelas dan melangkah ke depan lemari es."Kalau itu, saya nggak tau juga Neng. Tanya Pak Rafa langsung aja." Bu Siti t
Seharian ini, cuaca mendung membungkus langit seperti turut berdukacita mengantar jasad wanita henat yang dimakamkan sore ini. Eva berdiri di antara kerumunan orang-orang yang berduka. Eva bisa melihat bapak kosnya yang bernama Rafa sedang menggendong bayi perempuan yang masih memerah. Pria itu melo
"Ada apa dengan pintu kamarmu, Eva? Sudah hampir setengah jam kita menunggu di depan kamar." Mama Eva terus-menerus mengeluh. Jika Eva menghitungnya, itu sudah kesepuluh kali mamanya mengatakan kalimat yang sama."Sabar, Ma. Pintu kamar aku memang sering macet begini. Biasanya mudah kalau pa
Dona menghampiri keranjang tidur bayi yang berisi Arumi di dalamnya. Bayi itu tidur dengan tenang. Mulutnya bergerak-gerak membuat Dona gemas melihatnya. Sejenak, dia melupakan tujuannya masuk ke sini."Anak ini sangat pandai memikat siapa pun yang melihatnya. Sangat cantik. Keponakanku tersayang."
Berulang kali, Eva membolak-balik tubuhnya sambil menutupi telinganya dengan bantal. Dia berusaha tertidur lagi, tapi terganggu oleh suara tangisan bayi. Bahkan, dia sudah menyumpal telinga dengan earphone dan memutar instrumen penenang jiwa. Usaha untuk melanjutkan tidur tetap saja gagal gara-gara












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore