KAIN PENGLARIS
“Bukan mimpi, Di… dia ada di sini. Kain itu… ada yang ngintip…”
Adi menghela napas, mencoba membujuk dengan logika yang tidak lagi berguna di rumah yang dihuni oleh sesuatu semacam ini.
“Nanti sore kita panggil ustaz lagi. Tenang dulu, ya.”
Mira hanya menunduk, gemetar.
Sore itu, ustaz Rahim kembali datang. Wajahnya terlihat lebih serius dari sebelumnya.
“Saya semalam mimpi didatangi perempuan yang wajahnya sebagian membusuk,” kata ustaz itu lirih. “Dia bilang… dia masih di sini. Menunggu.”
ตอนยอดนิยม