Selubung Memori
“Forlan, aku tahu mimpi itu bukan bayangan kecil untukmu. Dan mungkin kau belum benar-benar percaya padaku—itu wajar, kok. Mimpi memang sesuatu yang tidak seharusnya diceritakan. Jujur saja, aku tidak pernah bilang pada siapa pun kalau memimpikanmu. Tapi aku berjanji bila nanti orang yang muncul di mimpiku ini sungguhan datang ke depan mataku, aku takkan menyembunyikan satu hal pun padanya. Aku menunggumu, berharap kau sungguhan ada, bukan sekadar bayangan mimpi yang muncul saat benakku jatuh. Satu tahun, dan kau sekarang di sini, di depan mataku, mewujud persis seperti yang kubayangkan.”
Itu membuatku tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Untuk sesaat, aku berharap dia hanya bohong—aku ber
ตอนยอดนิยม