Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pergi Dari Belenggu Cinta

Pergi Dari Belenggu Cinta

Hari kedua setelah resmi menikah, aku berdiri di bandara sambil memegang dua lembar tiket pesawat, menunggu suamiku, Yoel. Akhirnya dia datang, tapi ada Wenny di belakangnya, sahabat masa kecilnya. “Sayang, Wenny baru putus cinta. Aku mengajaknya ikut biar dia bisa melepas penat.” Ujar Yoel menjelaskan dengan nada hati-hati. Wenny mengenakan gaun pantai yang sama persis denganku, lalu melemparkan senyuman penuh permohonan maaf. “Kak, aku nggak mengganggu kalian, ‘kan? Aku hanya mau ikut biar kecipratan kebahagiaan kalian saja.” Aku melirik tangan Yoel, ada tiket ketiga yang terselip di antara tiket kami. Nomor kusinya 16B. Sementara, kursiku 16A dan Yoel 16C. Yoel sengaja menempatkan Wenny tepat di tengah-tengah kami. Aku berdiri membeku dan amarahku langsung meluap ke kepala. Aku menarik Yoel ke samping dan berkata pelan, “Suruh dia pergi atau aku yang pergi.” Wajah Yoel tampak serba salah dan agak pasrah, dia menjawab, “Sayang, bisa nggak agak pengertian?” “Wenny bilang dia takut sendirian di rumah, makanya mau ikut biar suasana kita juga lebih ramai.” “Lagipula, aku dan dia sudah kenal sejak kecil. Pergi liburan bersama juga nggak masalah….” Aku langsung memotongnya, “Kalau kamu nggak suruh dia pergi sekarang, kita cerai hari ini juga.”
Short Story · Romansa
1.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Untuk ke-99 kalinya tunanganku, Javier, menutup teleponku. Aku menyeret diriku menuju gereja keluarga sambil menggenggam erat hasil diagnosis gagal ginjal stadium akhir di tanganku. "Pastor, aku ingin melepaskan diri dari Keluarga Pramudya dan membatalkan pertunanganku dengan Javier Laksmana." Belum sempat kata-kata itu benar-benar meninggalkan bibirku, orang tuaku tiba-tiba menerobos masuk bersama adik angkatku, Tasya. Ayahku, seorang penasihat mafia, tidak ragu sedikit pun. Dia menamparku keras, tepat di depan pastor. "Tunanganmu adalah seorang pewaris Mafia yang dihormati di dunia kita, dan kamu memilih untuk menghina dia!" "Kamu mencoreng nama keluarga kita di depan seluruh organisasi!" Ibuku merebut hasil diagnosis dari tanganku, lalu mencibir setelah sekilas melihatnya. "Berpura-pura sakit demi menarik perhatian lagi, ya? Apa yang kamu inginkan kali ini?" Adik angkatku, Tasya, berpegangan pada lengan kedua orang tua kami. Suaranya tersendat oleh tangis. "Aku minta maaf, Kak… Kakak boleh mengambil tempatku di gala. Tolong… jangan buat Ibu dan Ayah susah lagi!" Aku mengusap darah yang menetes dari hidungku, lalu dengan tenang mengulangi perkataanku kepada pastor, "Aku bukan lagi putri Keluarga Pramudya. Aku tidak layak menjalin pertunangan dengan Keluarga Laksmana." "Aku akan mati dalam tiga hari. Aku ingin pertunangan ini dibatalkan sebelum itu."
Short Story · Mafia
9.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Setelah mengumumkan pengunduran diri, banyak orang bersorak dan sangat setuju. Hanya pacarku yang terlibat gosip dengan seorang pria bernama Sherwin, seorang musisi jenius yang tidak setuju. Di depan banyak wartawan, pria itu berpura-pura peduli. “Semua ini salah paham. Kak Yonatan adalah musisi berbakat yang tak tergantikan di dunia musik. Aku berharap dia bisa kembali berkarya.” Aku mematikan ponsel dan mengabaikannya. Di kehidupan sebelumnya, karya dan laguku sama persis dengannya. Netizen menyebutku plagiat, bahkan mengutuk seluruh keluargaku. Aku tidak terima dan membuktikan proses pembuatan laguku, tapi tetap saja kalah dengan waktu rilis lagunya. Lagu barunya dirilis sepuluh menit lebih cepat dariku. Hanya karena sepuluh menit itu, netizen mengirimkan karangan bunga dan foto pemakamanku, bahkan ada yang datang ke rumahku untuk menyiram cat. Selama beberapa tahun, perundungan media yang terus-menerus membuatku mengalami depresi. Orang tuaku menghabiskan semua harta mereka untuk membersihkan namaku, tetapi akhirnya mereka dibakar hidup-hidup oleh penggemar fanatik. Pada hari Sherwin memenangkan Golden Melody Awards untuk ciptaan lagunya, aku melompat dari gedung tinggi. Tak kusangka, saat membuka mata lagi, aku terlahir kembali.
Short Story · Romansa
5.9K viewsCompleted
Read
Add to library
LET ME BE THE ONE (TITIBO-TIBO) SPG

LET ME BE THE ONE (TITIBO-TIBO) SPG

“Ahhh!…. K-uya, masakit!…” naluluhang wika niya habang dahan-dahang pinapasok ng kinakapatid niyang si Hunter ang pagkalal*ki nito sa makipot niyang kweba. “Ako ang bahala, bunso. Magtiwala ka lang sa akin. Alam kong masakit pa ito sa una dahil birhen ka pa, pero pinapangako ko sa’yo… I’ll be gentle...” "Kuyaaa!!!... Ang sakit talaga, ayaw ko na, please! huhuhuh!!!..." Parang bata siya kung umiyak. Well, bata pa naman talaga siya… ‘Yun sana ang araw ng pagiging ganap niyang dalaga dahil 18th birthday niya sa gabing iyon. "Hindi ko na pwedeng hugutin… naipasok ko na ang kalahati… ahhhh… ang sikip kasi!…" wika ni Hunter sa ibabaw niya pero lalo cyang umiyak. Humugot muna ito ng malalim na hininga bago bumaba sa ibabaw nya at tumabi ng higa. “Sorry, bunso… di ko na itutuloy. Pero promise me, akin ka na ha? Hihintayin kita. ‘Wag kang magnobyo ng iba sa Manila… akin ka lang.” Hinahaplos nito ang kanyang mukha, pinunasan ang mga luhang lumabas mula sa kanyang mga mata. “Sorry na, bunso… shhh. Don’t cry, Baby. I will take care of you. I promise, akin ka na, papanagutan kita sa pagdating ng panahon. From now on, you’re mine!” Humihikbi cyang nagtakip ng kumot sa hubad na katawan nya. Siya si Yasmin Therese Ledesma, at kinakapatid niya si Hunter Rosales. Debut party nya iyon… araw ng pagiging ganap nyang dalaga... at iyon din ang gabi ng pagkawasak ng pagkababa*e niya! Paano nya haharapin ang mga darating pang araw kasama ang kinakapatid na si Hunter? At paano naman siya seseryosohin nito kung titibo-tibo cya?
Romance
9.8818.1K viewsOngoing
Show Reviews (46)
Read
Add to library
ken151515
ito talaga yung author na parang ang akala saga readers eh mga bobo halos sa mga novels niya nagiging bobo ang mga characters niya na mga edukado pa mandin kunu at mayayaman oero walang logic parang hindi naka0ag aral mag isip ang mga characters nakaka loka
Nisha
Baka masaktan lang kayo pareho kpag pinilit mo pa na makita sya hunter. Nasa healing process and Moving forward na si yassy. Bago mo hanapin si yassy siguraguhin mo muna na malinis na lahat ng problema nagawa mo. Ang gawin mo ay mag isip kung paano mo maayos problema sa bruha na Olivia na yun!
Read All Reviews
Terlahir Kembali: Pernikahan yang Tak Kuinginkan

Terlahir Kembali: Pernikahan yang Tak Kuinginkan

Tiga hari sebelum pernikahan, Arven didatangi oleh sahabat masa kecilnya yang kembali ke tanah air bersama ibunya yang mengidap penyakit mematikan. Dia ingin menikah dengan Arven demi menunaikan wasiat terakhir ibunya. Di kehidupan sebelumnya, aku menentang keras. Pada akhirnya, Arven menolak permintaan sahabat kecilnya, Nyra. Sesuai rencana, Arven melangkah ke pelaminan bersamaku. Namun, Nyra muncul di lokasi pernikahan sambil memeluk foto mendiang ibunya dan menuduh Arven tak berperasaan. Arven menyuruh para pengawal mengusirnya dan pernikahan kami pun tetap berlangsung. Akan tetapi pada malam pertama pernikahan, dia tidak pulang semalaman. Setelah itu, setiap malam kami tidur terpisah. Dia lebih memilih mabuk berat daripada menyentuhku. Ketika aku bertanya alasannya, dia berkata dengan sorot mata yang tampak buram karena alkohol. "Aeris, setiap kali melihatmu, aku selalu teringat tatapan putus asa Nyra, juga wajah mendiang ibunya .... Aku menyesal!" Aku pun jatuh sakit karena kesedihan dan meninggal dunia. Saat membuka mata kembali, aku kembali ke hari ketika Arven mengatakan ingin mengadakan pernikahan untuk Nyra. Di kehidupan ini, aku langsung menyetujui permintaannya. Menatap punggungnya yang pergi dengan wajah penuh kebahagiaan, aku menelpon rumah dan berkata, "Kak, aku setuju dengan perjodohan keluarga. Atur saja pernikahannya tiga hari lagi."
Short Story · Mafia
8.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Hiding The Billionaire's Child

Hiding The Billionaire's Child

"No! H'wag Alex! Parang-awa mo na! Nakikiusap ako! Pakawalan mo na 'ko! Palayain mo na ako! Hayaan no na akong makahinga!" "Ahhh! Fuck!" Tumilapon na lamang ako sa kama habang hawak ko ang mukha ko. Isang malakas na sampal ang natanggap ko mula sa asawa ko. Halos dumilim ang paningin ko. Para akong madismaya. My heart thuds painfully in my chest as my tears fall endlessly. Humahagulhol lamang ako sa pag-iyak. Bumubuhos ang mga luha ko. I shook my head terribly. Suddenly my eyes widened. My fears crawled on my throat. "H-Huwag Alex!" As I glowled in fear. As Alex ever did. He's a ruthless husband, a devil husband. Lagi niya akong pinapahirapan at sinasakal. I know he wants to suffer me after all. "No!" It will be worsen. It's fucking hell. Napagapang ako sa kama paatras. Nangangatog ang mga tuhod ko sa takot. I bite my nails. I'm screaming in pain. I shook my head. Everything went dark when Alex closed the door. Gusto kong sumigaw. Gusto kong humingi ng saklolo. Gusto kong tumakbo but I have nothing. Papatayin ako ni Alex kapag ginawa ko 'yon. Paparusahan niya ako. Agad akong naalarma nang makita kong papalapit sa akin si Alex. Nakahawak ito sa kaniyang sinturon. Hinuhubad niya ito mula sa kaniyang pantalon. Nanlilisik ang bawat titig niya sa akin. Kita ko ang paglagok niya. Niyakap ko na lamang ang mga tuhod ko habang nanginginig ang mga ito. Napahikbi ako sa pag-iyak. Walang boses ang lumabas sa aking bibig dahil sa sobrang takot. My lips trembled down. "You will never escaped with me Juliana. If you tried to escape with me? You will die! Hindi ka makakalabas ng buhay sa mansyong ito kapag tinangka mo 'yon! You will only serve your beauty with your master."
Romance
9.720.0K viewsOngoing
Read
Add to library
Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya

Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya

Tiga hari sebelum pernikahan, mantan pacar Rafi yang mengidap klaustrofobia memblokir mobilku di tepi jurang Jalan Bermera. Dengan kecepatan 100 km/jam, dia menabrak mobilku sebanyak 12 kali. Saat Rafi tiba bersama mobil polisi, aku sudah dikeluarkan oleh petugas pemadam dari kursi pengemudi yang ringsek. Namun, dia malah berjalan menuju mobil sport edisi terbatas yang hanya tergores sedikit catnya, lalu memeluk Nayla yang sekujur tubuhnya gemetaran. "Pak Rafi, dahi Kak Tika berdarah, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dijahit." Rafi mengangkat tangan menghentikan tandu yang mengangkatku, lalu melirik dahiku yang berdarah dan lenganku yang memar. "Cuma luka ringan. Nayla punya klaustrofobia, di tempat terpencil seperti ini kondisinya lebih berbahaya, bawa dia dulu ke rumah sakit." Saat ditinggalkan, aku mengerahkan sisa tenagaku untuk mencengkeram ujung celananya mati-matian. Dia mengerutkan kening dan melepaskan jari-jariku satu per satu, "Nayla nggak sengaja, dia cuma lagi kambuh. Kamu 'kan pengacara, harusnya paham apa itu keadaan kahar, jangan buat masalah." Setelah itu, dia mengambil sebuah perjanjian damai dari tangan asistennya. Dia menggenggam pergelangan tanganku yang sudah lemas, lalu menekan cap sidik jariku di atasnya. "Nanti ada mobil penyelamat lagi di belakang, tahan sebentar."
Short Story · Romansa
1.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Karena satu kalimat yang terucap setelah pacarnya demam, Keisha berlutut menaiki 999 anak tangga di Gunung Forel demi memohon sebuah jimat keselamatan yang diyakini bisa mengusir segala bencana untuknya. Tanpa peduli lututnya yang lecet hingga berdarah karena gesekan dengan batu, dia tetap membawa jimat itu dan bergegas kembali ke rumah sakit sepanjang malam. Namun, sebelum sempat melangkah masuk ke ruang rawat, dia sudah mendengar suara tawa terbahak-bahak dari dalam. "Memang kamu yang paling jago, Kak Presley. Cuma asal bicara kalau jimat keselamatan bisa mengusir bencana, Keisha si bodoh itu benar-benar pergi berlutut!" "Semua prosesnya sudah kuabadikan dengan drone. Ckckck ... punggung Keisha yang teguh itu bahkan membuatku terharu. Kalau digunakan untuk menipu orang tuamu, pasti nggak akan ada masalah!" Di dalam ruangan, Presley yang semula bersandar di ranjang rumah sakit, langsung duduk tegak. Dia menerima ponsel itu dan menontonnya dengan saksama. Sepasang matanya yang dalam menatap layar tanpa berkedip. Mendengar suara kening membentur anak tangga yang tercampur dengan derai hujan dalam video itu, kedua kaki Keisha bergetar tanpa kendali. Napasnya terengah. Dia menatap ke arah sekelompok orang di dalam ruangan itu melalui celah pintu dengan ekspresi tak percaya.
Short Story · Romansa
5.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Hari orang tuaku bercerai, hujan turun deras. Ada dua surat perjanjian di atas meja. Satu untuk ikut bersama ayah yang gila judi dan berutang di wilayah Kota Tua. Satu lagi untuk ikut ibu yang menikah lagi dengan pengusaha kaya ke daerah pesisir. Di kehidupan sebelumnya, adikku menangis tersedu-sedu karena ingin ikut ibu, sementara aku diam-diam mengemas koper untuk mengikuti ayah. Kemudian, ayah berhenti berjudi dan menjadi orang kaya baru karena uang ganti rugi lahan. Dia benar-benar memanjakan aku. Sedangkan adikku justru diabaikan di rumah ayah tirinya dan dilarang keluar rumah, hingga akhirnya dia meninggal karena depresi. Saat mengulang waktu kembali, adikku tiba-tiba merebut rokok dari tangan ayah dan memeluknya erat-erat seolah tidak mau melepaskannya. "Kak, aku kasihan sama ayah. Kamu pergi aja ke sana buat hidup enak, biar aku yang kasih nasib baik ini buat kamu." Ayah terpana sejenak, lalu dengan perasaan lega mengusap kepala adikku. Aku tidak mengatakan apa pun, lalu mengambil tiket kendaraan ke daerah pesisir itu. Tapi, dia tidak tahu kalau di kehidupan sebelumnya ayah bisa berhenti berjudi. Itu karena aku yang menderita tumor otak ini rela bekerja sampai muntah darah demi melunasi utangnya. Pakai nyawaku sendiri baru bisa membuat dia bertobat.
Short Story · Realistis
4.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Diculik Calon Adik Ipar

Diculik Calon Adik Ipar

Seri CEO Brothers 1, Eloisa membuka matanya perlahan saat kesadarannya kembali dan dia merasa kepalanya sangat berat. Perlahan dia berusaha untuk duduk dan saat memperhatikan sekitarnya, dia baru menyadari kalau dia bukan berada di kamarnya. Alisnya berkerut karena dia tidak mengenali tempatnya berada sekarang. Mengapa dia terbangun di tempat asing seperti ini? Dia berada di sebuah kamar yang cukup luas dan terlihat bersih, dan sekarang dia duduk di sebuah ranjang besar. Walau tempat ini terlihat bagus, dia mulai ketakutan, karena dia tidak ingat mengapa dia bisa berada disini? Dia mencoba untuk memikirkan penyebab dia berada di ruangan ini, tapi bukannya ingat, kepalanya malah semakin sakit. Dia mendengar suara kunci pintu dibuka dan dia semakin ketakutan, dia memundurkan dirinya hingga punggungnya menempel pada dipan ranjang. “Kau sudah sadar?” tanya pria yang masuk. “Da-Darren?” tanya Eloisa saat mengenali pria tampan itu. Dia menghembuskan nafas lega saat melihat orang yang dikenalnya. Namun wajahnya kembali pucat saat ingatannya kembali setelah dia melihat pria itu. “Ka-kau membiusku?!” tuduh Eloisa. “Maaf, Eloisa. Aku tidak bisa membiarkanmu menikah dengan Kak Darius,” kata Darren. Seri CEO Brothers: 1. Diculik Calon Adik Ipar : Darren - Eloisa 2. Warisan Pacar 3 Bulan : Donny - Monika 3. Love Target : Darius - Morin untuk daftar buku saya yang lengkap bisa dilihat diIG: ivonyroseauthor
Romansa
103.0K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
1
...
394041424344
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status