Short
Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

By:  OkalynaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
23Chapters
10views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Karena satu kalimat yang terucap setelah pacarnya demam, Keisha berlutut menaiki 999 anak tangga di Gunung Forel demi memohon sebuah jimat keselamatan yang diyakini bisa mengusir segala bencana untuknya. Tanpa peduli lututnya yang lecet hingga berdarah karena gesekan dengan batu, dia tetap membawa jimat itu dan bergegas kembali ke rumah sakit sepanjang malam. Namun, sebelum sempat melangkah masuk ke ruang rawat, dia sudah mendengar suara tawa terbahak-bahak dari dalam. "Memang kamu yang paling jago, Kak Presley. Cuma asal bicara kalau jimat keselamatan bisa mengusir bencana, Keisha si bodoh itu benar-benar pergi berlutut!" "Semua prosesnya sudah kuabadikan dengan drone. Ckckck ... punggung Keisha yang teguh itu bahkan membuatku terharu. Kalau digunakan untuk menipu orang tuamu, pasti nggak akan ada masalah!" Di dalam ruangan, Presley yang semula bersandar di ranjang rumah sakit, langsung duduk tegak. Dia menerima ponsel itu dan menontonnya dengan saksama. Sepasang matanya yang dalam menatap layar tanpa berkedip. Mendengar suara kening membentur anak tangga yang tercampur dengan derai hujan dalam video itu, kedua kaki Keisha bergetar tanpa kendali. Napasnya terengah. Dia menatap ke arah sekelompok orang di dalam ruangan itu melalui celah pintu dengan ekspresi tak percaya.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Tenang saja, Kak Presley. Yang terekam cuma punggungnya, nggak akan ketahuan. Ini sudah video ke-96, sebentar lagi sudah cukup."

"Iya, tapi leluhur keluarga Kak Presley memang terlalu keras. Calon menantu wanita harus melakukan 99 kali pengorbanan demi suaminya baru bisa masuk catatan silsilah keluarga."

"Kak Presley nggak tega melihat Kak Lara menderita, jadi dia mencari Keisha yang punggungnya persis sama untuk dijadikan pengganti. Setelah 99 video pengorbanan terkumpul, Kak Lara tinggal menggantikannya saja."

"Haeh, tapi kalau dipikir-pikir, Keisha ini kasihan juga. Waktu itu Kak Presley bilang perusahaan sedang butuh relawan uji coba obat baru, dia rela menggunakan tubuhnya sendiri untuk mencoba demi Kak Presley. Tapi akhirnya malah alergi dan harus dirawat di rumah sakit."

"Sebelumnya lagi, waktu Kak Presley berkelahi di pinggir jalan, dia khawatir reputasi Kak Presley tercemar, jadi dia rela menggantikan masuk tahanan beberapa hari. Terlihat jelas kalau dia benar-benar mencintai Kak Presley. Sayang sekali, hati Kak Presley sudah ada orang lain."

Video pun selesai diputar. Presley melemparkan kembali ponsel itu kepada salah satu dari mereka, lalu hanya memuji singkat, "Bagus juga rekamannya."

Lalu, tatapannya yang dingin beralih kepada orang yang barusan membela Keisha, "Apa yang patut dikasihani darinya? Kalau bukan karena punggungnya mirip sama Lara, seumur hidup pun dia nggak mungkin bisa pacaran sama aku. Setelah semuanya selesai, aku juga akan memberinya imbalan besar. Dia nggak rugi."

Saat kata-kata itu dilontarkan, kilatan meremehkan di mata Presley tertangkap oleh Keisha.

Tubuhnya seketika mematung seolah tersambar petir. Rasa sakit yang tak terlukiskan menghantam dadanya. Ternyata, hubungan yang dia anggap begitu berharga, hanyalah sebuah kebohongan.

Presley memilih bersama Keisha, hanya untuk mewakili cinta sejatinya menerima penderitaan. Dia menjadikan Keisha sebagai batu loncatan di jalan menuju pernikahan mereka ....

"Eh, Kak Presley, sepertinya jam segini Keisha seharusnya sudah datang mengantarkan jimatnya, bukan? Mau kulihatin nggak?"

Suara langkah kaki terdengar dari dalam ruangan. Keisha yang takut ketahuan, buru-buru menahan tubuhnya yang lemah dan gemetar untuk bersembunyi.

Dia menyelinap ke tangga darurat dengan tergesa-gesa, tetapi lututnya yang sudah tergores kembali mengeluarkan darah dan membasahi pakaian yang dikenakannya. Namun, semua rasa sakit itu tidak ada apa-apanya dibanding rasa perih di hatinya.

Ucapan Presley tadi terus menggema di kepalanya. Ternyata bagi Presley, bersedia membiarkan Keisha berpacaran dengannya saja sudah dianggap sebagai anugerah tak ternilai.

Hidung Keisha terasa panas, matanya basah oleh rasa pedih yang nyaris menyesakkan.

Keisha memang sudah lama menyukai Presley. Sejak Presley menyelamatkannya dari truk yang hilang kendali saat tahun ketiga kuliah, perasaan itu terus tumbuh dan tak pernah padam ....

Sebenarnya, bahkan sebelum itu pun, Keisha sudah sering mendengar nama Presley. Namun saat pertama kali melihat adik tingkat itu secara langsung, dia tetap dibuat terpesona.

Presley adalah putra tunggal Keluarga Hanoman di Kota Nordam. Dengan mengandalkan wajahnya yang tampan dan latar belakang keluarga yang gemilang, ada banyak gadis yang berusaha mendekatinya. Namun, dia selalu bersikap dingin terhadap siapa pun.

Waktu itu juga sama. Setelah menyelamatkannya, Presley segera melepaskan genggamannya lalu berkata dengan dingin, "Lain kali kalau jalan di jalan raya, perhatikan keselamatanmu."

Keisha yang masih syok, hanya bisa meminta maaf dengan terbata-bata sebelum beranjak pergi. Namun saat membalikkan badan, dia selalu merasa ada sepasang mata yang menatap punggungnya, lama sekali ....

Sejak saat itu, dia mulai sering "kebetulan" bertemu dengan Presley di kampus. Kadang di minimarket dan kadang di gedung olahraga.

Beberapa waktu kemudian, Presley juga masuk ke organisasi mahasiswa dan ditempatkan di divisi yang sama dengannya. Mereka pun sering berinteraksi, baik sengaja maupun tidak.

Karena setiap hari bertemu, Keisha tak mampu lagi menyembunyikan perasaannya. Hingga suatu malam, ketika keduanya sibuk menyiapkan acara di kantor mahasiswa sampai larut malam, listrik tiba-tiba padam.

Dalam kegelapan, Keisha merasakan tubuhnya tiba-tiba terkurung dalam pelukan, lalu terdengar suara Presley yang dingin di telinganya, "Kak, kamu suka sama aku nggak? Kalau kamu memang suka, kenapa nggak coba mengejarku? Siapa tahu ... aku mau menerimanya."

Jantung Keisha berdetak kencang, pikirannya kacau karena kata-kata Presley barusan. Akhirnya, dia nekat memberanikan diri. Dalam kegelapan itu, dia mencondongkan tubuh dan mencium bibir Presley.

Malam itu juga, keduanya resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Namun, Presley memberi satu syarat, yaitu hubungan mereka tidak boleh diketahui orang lain.

Alasan yang dia berikan adalah karena keluarganya melarang keras berpacaran sebelum meraih kesuksesan. Keisha pun mengangguk dan setuju.

Sejak itu, berbagai masalah kecil selalu muncul di sekitar Presley dan setiap kali, Keisha yang harus menanggung akibatnya. Mulai dari mengantarkan makanan tengah malam, menyelam di bak cuci untuk mengambil kalung, menjadi "kelinci percobaan" untuk uji obat, bahkan pernah menggantikan dia di ruang tahanan.

Bahkan kini, dia rela berlutut menapaki 999 anak tangga di tengah hujan deras, hanya demi mendoakan keselamatan Presley.

Keisha tidak pernah mengeluh. Karena di matanya, Presley bagaikan bulan di langit yang tak terjamah. Hanya dengan melakukan lebih banyak hal untuknya, Keisha baru bisa merasa sedikit lebih dekat dengan Presley.

Namun, percakapan yang baru saja dia dengar barusan bagaikan tamparan tak kasat mata yang menyadarkannya.

Tubuh Keisha seketika terasa menggigil. Padahal, keluarganya juga tidak buruk. Sejak kecil, dia dibesarkan bak putri kecil yang selalu diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Namun demi Presley, dia memilih menetap jauh di Kota Nordam dan mengorbankan segalanya tanpa ragu.

Kini Keisha sadar, semua pengorbanannya ternyata hanya demi mempermulus jalan orang lain. Bahkan saat dipikir kembali, mungkin pertolongan Presley waktu itu pun bukanlah ditujukan padanya, melainkan karena dia salah mengira punggung Keisha sebagai milik orang lain.

Tiba-tiba, nada dering ponsel memutus lamunannya. Panggilan masuk itu dari ibunya yang berada jauh di Kota Souta.

"Keisha, aku dan ayahmu sudah memutuskan. Kalau kamu benar-benar nggak mau pulang, biar kami saja yang datang menemanimu di Kota Nordam."

Mendengar itu, hati Keisha makin terasa perih.

"Nggak usah, Bu. Aku sudah memutuskan untuk pulang dan menerima pernikahan perjodohan itu. Mulai sekarang, putrimu akan selalu tinggal di sisi kalian."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

No Comments
23 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status