Gadis Perawan Untuk CEO
ucap wartawan Mimih seraya berteriak kearah wartawan Muh yang seolah tidak peduli, dia tetap melanjutkan langkahnya, keluar dari kantor Lambe Luweh dengan perasaan yang campur aduk, namun juga lega.
"Apa? apa yang dia bilang, apa mungkin, a tidak," ucap wartawan Mimih, lalu dia memusatkan pandangan kearah komputernya, menekal cancel berkali kali namun gagal. Proses uplode artikel tidak mungkin lagi dibatalkan karna sudah hampir menyentuh angka sembilan puluh persen. Wartawan Muh dengan cepat menekan nekan tombol, tanpa sadar air matanya meleleh, namun semua sia sia, artikel sudah naik, tidak mungkin lagi di hapus karna itu menyalahi aturan yang tidak memperbolehkan menghapus artikel yang sud
Bab Populer