Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

tanya Warasena mulai menyadari bahwa pria di hadapannya bukan orang sembarangan. “Sebenarnya aku tak ada urusan denganmu. Tapi kau dan Sena mengadu domba Candrapurwa dan Dipa Kencana hingga kami kehilangan nyawa dan tempat seharusnya kami berada,” ucap Legawa dan perlahan bangkit, masih bertumpu pada toya miliknya. “Jadi, selain Danapati masih ada keturunan Prabu Anarawan yang masih hidup?” tebak Warasena.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai wayang prabu kresna
Baca
+Pustaka
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

sambungnya sambil memuntahkan darah. "PRAAKKKKKK.......!!!"kaki Raden Werkudara menginjak kepala Prabu Krentangyana hingga pecah, otaknya sampai terburai dan tercecer.tubuh Prabu Krentangyana yang tanpa kepala mengejang -ngejang meregang nyawa. Raden Werkudara yang melihat itu seperti hilang akal sehatnya. Raden Werkudara membanting -banting tubuh Prabu Krentangyana sampai hancur tak berbentuk dan berserakan di lantai istana. Pemandangan mengerikan. bagi siapapun yang melihat. Raden Werkudara terengah -engah tubuhnya yang bermandikan banyak darah dari musuh -musuhnya. Raden Werkudara berjalan dan disambut oleh Raden Samba, Raden Udawa, Raden Wilmuka dan Resi Seta serta sisa -sisa pasukan
7.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai wayang prabu kresna
Baca
+Pustaka
Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Legenda Bunga Wijaya Kusuma

jawab Ki Wahyu Prabawa beranjak berdiri mengambil salah satu manuskrip kuno menunjukkannya kepad Pak Ardira. "Aku adalah salah satu pengikut Kanjeng Gusti Pangeran Rakai Mahardika Ardawisesa dari bangsa manusia dalam perang Dharmasraya. Desa Wiyatasena pernah disinggahi oleh beliau sebelum perang terjadi. Ketika manusia suci keturunan dari seorang resi membalikkan takdir maka semuanya kembali dari awal," ucapnya menjelaskan masa lalu yang dilaluinya. Pak Ardira terdiam, matanya mengamati gerak-gerik Ki Wahyu Prabawa mencoba menembus batas penghalang tak kasat mata yang menutupi seluruh bagian masa lalu membuatnya menjadi tersembunyi.
826 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai wayang prabu kresna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status