Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

“Pertanda baik, meski jalannya menyeramkan.” Reza hanya bisa menggenggam erat tasbih kayu cendana pemberian Ki Harjo. Ia tahu, ini semua belum selesai. Hari-hari ke depan, mungkin akan lebih gelap dari ini. Malam kelima dari rangkaian acara sudah dimulai. Wayang kulit kembali digelar, membawakan lakon klasik “Petruk Dadi Ratu”, namun entah kenapa malam itu suasana terasa lebih sakral. Angin bertiup pelan membawa aroma bunga setaman dan asap kemenyan yang mengepul dari balik kelir. Sang dalang malam itu seolah tidak hanya menghibur manusia, tapi juga menyampaikan sesuatu pada alam gaib yang mengintip dari balik pohon dan semak.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

Mungkin karena di masa kolonial, Dago Tea House ini memang sengaja dibangun untuk menyambut para bala Kurawa Belanda untuk nongkrong dengan teman sejawatnya. Tak hanya itu, Dago Tea House ini juga dikenal sebagai pusat seni dan budaya Jawa Barat. Ada banyak spot-spot yang sengaja dirancang sebagai wahana pertunjukan seni khas Jawa Barat seperti perkusi angklung dan pertunjukan wayang golek. Ada galeri khusus untuk memamerkan lukisan dan perpustakaan berisi buku-buku seni budaya. Menghabiskan waktu seharian di Dago Tea House pun tak akan pernah terasa membosankan sepertinya. Terutama jika ada event-event pertunjukan. "Makan," perintah David saat tahu Riana berhenti makan.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

aan. Dan dari hasil pembacaan saya atas warisan “serat”, “suluk”, “babad”, dan “wirid” yang saya lakukan dari sejak tahun 2009 hingga hari ini, saya berani berkesimpulan, bahwa kesusateraan “suluk”, “serat”, dan “babad” (dalam bentuk tembang macapat), juga “wirid” merupakan sebuah genre sastra yang muncul pada periode zaman Demak hingga Mataram Islam (hingga Yogyakarta dan Surakarta), alias pada periode Islamisasi, dan tidak kita temukan di periode Majapahit yang memang memiliki produk sastra berbeda bernama “Kakawin” dan “adiparwa” (berbahasa Jawi Kuna dengan metrum sendiri indianya) yang jauh berbeda dengan kesasteraan Macapat. Oleh karenanya, bahkan sekelas T.H. Pigeaud dalam karya kanonn
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 384 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
Sebening Tirta

Sebening Tirta

BAB. IV Mereka gila, Lang. Kita sedang menciptakan iblis molekular di tempat ini. Hanya demi para kapitalis itu. -Ganesha- 25 April. “Kita tak perlu panik dengan rumor wabah virus Scarlett yang belum pasti kebenarannya itu. Memangnya kalian sendiri sudah menyaksikan seberapa ganas virus tersebut?” Pria itu nampak begitu percaya diri berbicara. Dengan berusaha menampilkan segenap kewibawaan, ia benar-benar membuat pendengar awam percaya begitu saja hanya dalam sekali dengar.
9.33.5K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Batara juga ledakkan power dalam dirinya, seketika cahaya putih menyilaukan menyelimuti tubuhnya. Agak terkejut juga dia merasakan power Prasti, yang merupakan murid sepuh Eyang Wilapasara, sahabat gurunya Eyang Guruchakra. Sayang sekali, Batara seperti terhanyut dalam kisah asmaranya dengan Lanjarsari. Sehingga sejak kejadian di Bukit Rajawali, dia sama sekali belum menemui gurunya di tebing Layang Sukma. Andai dia kembali sejenak ke kediaman gurunya, sepertinya dia tak akan memusuhi Prasti dan Elang.
9.963.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as batara kresna wayang
Read
+Library
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Batara Bertangan Empat Masing -masing tangan Memegang Bunga Padma(Wijaya kusuma), Sankhya(Terompet Kulit Kerang) Panchajanya, Gadha Komodaki dan Cakra Sudarsana. Melihat Sang Ayah Tiba -tiba Muncul dihadapannya Raden Sitija dan Dewi Yadnyawati Segera Bersimpuh Menyatukan Kedua Telapak tangannya sambil Menundukkan kepala. Sang Batara Tersenyum Kearah Putra dan Menantunya. Kemudian Memberikan Isyarat Untuk Mereka Berdiri. Kemudian Wujud Sang Ayah Menyerupai Sri Khrisna. Batara Wisnu Memegang Lengan Putra dan Menantunya. Lalu Merangkul Mereka Berdua. dan Mengajak Mereka Duduk Di Bangku Batu Kursi Kaputren Ekapratala.
7.5K viewsOngoingAdded to Library 217 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Setelah berpikir dan menimbang, si kakek gundul berkata, "Kita memang tak tahu siapa dia, Sahabat. Tapi, bukankah kita berdua telah mendengar bila Baraka menyebut pemuda itu sebagai Mahisa Birawa! Mahisa Birawa adalah Iblis Seribu Wajah! Dia telah melakukan serangkaian tindakan kejam. Pedang Naga Kresna yang dibawanya tentu hasil rampasan atau curian. Bukankah pedang pusaka itu milik Ksatria Seribu Syair?" "Benar apa yang kau katakan, Sahabatku Tasbih Terbang," sambut Sastrawan Berbudi. "Pedang Naga Kresna memang milik Ksatria Seribu Syair. Semula, pedang itu adalah salah satu benda pusaka Istana Mahespati semasa Prabu Darma Sagotra masih memerintah...."
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 854 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Saat itulah, di bekas hancurnya patung Wisanggeni, Jaka melihat sebuah benda dengan aura petir menjilat-jilat. "Pedang Guntur Saketi!" batin Jaka dengan wajah bahagia. Akhirnya dia menemukan pedang yang selama ini dicari oleh dirinya maupun gurunya. Pedang Warisan Dewa, yang dibuat oleh Batara Narada atau Guntur Saketi untuk Wisanggeni. Pedang yang mengguncang kahyangan ribuan tahun yang lalu. Pedang itu sudah pernah di asah oleh Dewa Indra dan Dewa Agni Maya, membuatnya semakin kuat dan sakti dengan aura petir yang ganas dan aura api membara.
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 309 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Karena jika tidak, maka penduduk kota serta semua dewa yang ada dilingkungan istana akan binasa oleh jurus para putra Batara. Wush! Keris pusaka Batara Sambu tiba-tiba berubah wujud menjadi sebuah pusaran yang mampu memancarkan cahaya ledakan amat dahsyat. Gelegar! Batara Indra memunculkan senjata petir pelebur dari kekosongan yang disebut dengan senjata Bajra. Sring! Batara Bayu memanggil pusakanya, yakni beruba kukupancanaka yang keluar dari ibu jarinya.
1022.9K viewsCompletedAdded to Library 640 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
ISTRI PAPAKU (MASIH) KEKASIHKU

ISTRI PAPAKU (MASIH) KEKASIHKU

Disusul prosesi memecah kelapa gading yang sudah diukir dengan gambar dua tokoh wayang, yakni Bathara Kamajaya dan Dewi Ratih. “Nah, mungkin para tamu yang hadir banyak yang bertanya-tanya, nih. Kenapa kelapanya diukir dengan dua tokoh wayang tersebut, ya?” Seorang pemandu acara mencoba menjelaskan. “Dalam kepercayaan adat Jawa, ukiran dua tokoh Bathara Kamajaya dan Dewi Ratih dalam satu kelapa sekaligus adalah menggambarkan pasangan suami-istri sebagai simbol cinta dan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Hal Ini sekaligus menjadi doa agar keluarga yang akan datang, termasuk bayi yang dikandung, akan mendapatkan berkah cinta dan kebahagiaan seperti yang dilambangkan oleh kedua tokoh t
103.8K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as batara kresna wayang
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status