Ada sebuah cerita pendek yang selalu kujadikan contoh ketika membahas narrative text: 'Si Kancil dan Buaya'. Strukturnya sangat jelas dan mudah diikuti. Diawali dengan orientasi yang memperkenalkan Kancil sebagai tokoh cerdik dan Buaya yang rakus di sungai. Konflik muncul ketika Kancil butuh menyeberang tapi tidak mau dimakan Buaya. Klimaksnya adalah ketika Kancil memanfaatkan keserakahan Buaya dengan menyuruh mereka berbaris untuk dihitung, lalu melompati punggung mereka. Resolusinya manis—Kancil selamat, Buaya tertipu.
Yang membuatnya efektif adalah alur sebab-akibat yang sederhana namun memikat. Setiap bagian mendukung tema 'kecerdikan mengalahkan kekuatan'. Cerita seperti ini cocok untuk pemula karena tidak punua subplot rumit, dan pesan moralnya langsung terasa. Kalau mau belajar menulis narrative text, folktale lokal adalah tempat bagus untuk memulai.