PELITA DI TENGAH GELAP
Dinda membuka buku kecilnya, lalu mulai membaca dengan suara lembut
“Kalau malam datang dan lampu padam,
aku nggak takut, karena ada pelita di hati Bunda.
Kalau pelita itu redup,
aku nyalain lagi pakai cinta Ayah.
Dan kalau dunia terlalu gelap,
aku janji, aku akan terus jaga cahaya kecil ini,
sampai terang datang lagi.”
Suara kecil itu menggetarkan ruangan.
Dina menatap Dion yang masih diam, tapi senyumnya terasa lebih damai.
Ia mencium tangan suaminya dan berbisik “Pelita kecil kita udah nerusin cahaya Yon, kamu boleh istirahat sebentar.”
Malam turun pelan. Rumah sakit mulai sunyi.
Dina duduk di samping ranjang Dion sambil menatap langit dari jendela.
Bab Populer