Bara Dendam Sang Prabu Boko
Ia melompat ringan ke udara, tubuhnya bergerak seolah tanpa bobot, menghindari pusaran yang mengancam.
Saat tubuhnya melayang di udara, Wulung merapal mantra baru, gerakan tangannya melukis pola rumit di tengah uap air. Ia bukan hanya sekadar membalas dengan jurus Air yang serupa, melainkan menggabungkannya dengan ajian pengendalian Angin, “Sindhung Riwet.” Seketika, kombinasi kekuatan Air dan Angin itu menciptakan badai kecil yang bergemuruh di sekitar mereka. Tiupan angin kencang berputar membentuk pusaran, mengangkat butiran-butiran air menjadi kabut yang berputar tajam, membuat Sriti dan Wulan kewalahan. Jurus gabungan yang mengejutkan itu menghempas air dari bawah kaki mereka, menyulitk
Sikat na Kabanata