Bicara tentang 'Pena Ayunda', rasanya seperti menemukan harta karun di rak buku favoritku. Buku ini ditulis oleh Nukila Amal, penulis Indonesia yang karyanya selalu memukau dengan gaya puitis dan kedalaman filosofis. Aku pertama kali jatuh cinta dengan tulisannya lewat 'Laluba', dan 'Pena Ayunda' semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu suara sastra paling unik di tanah air.
Yang bikin karyanya spesial adalah cara dia mengeksplorasi batas antara realitas dan imajinasi. 'Pena Ayunda' bukan sekadar cerita, tapi semacam permainan bahasa yang mengajak pembaca menyelam ke dalam lapisan makna. Aku sering merekomendasikan buku ini ke teman-teman yang suka sastra experimental, karena Nukila punya cara magis mengubah kata-kata menjadi lukisan di kepala pembaca.