Nelayan Perkasa Pemikat Wanita
Ia bangkit dengan malas untuk membuka pintu.
"Yudha" Windy anak Pak Kusno berdiri di ambang pintu, mata Yudha justru fokus pada dada Windy yang padat berisi dengan balutan daster berwarna krem, saat Windy berjalan melon kembar itu ikutan berguncang.
. "Hmm, ada apa, Win?"
"Antar aku dong ke kampung seberang, buat ambil beras. Di sini beras mahal, sedangkan di kampung seberang keluarga bapakku masih punya beras hasil panenan," lanjut Windy.