Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Shen: Menulis Ulang Takdir di Istana Dingin

Selir Shen: Menulis Ulang Takdir di Istana Dingin

jawab Zhao Yichen tanpa ragu. Sunyi jatuh di antara mereka. “Apa yang kau inginkan?” lanjutnya. “Sebutkan.” Shen Yaoqing terdiam lama, menyusun kata agar kalimatnya tak memancing kemarahan. “Hamba ingin makan mie kuah yang banyak rasa,” katanya pelan. “Tadi terlalu hambar.” Zhao Yichen terdiam sejenak. Tatapannya beralih ke mangkuk kosong di meja, lalu kembali ke wajah Shen Yaoqing.
10964 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai xiao yi xian dou zun
Baca
+Pustaka
Sumpah Darah Sang Pewaris Takhta

Sumpah Darah Sang Pewaris Takhta

Ia hanya berdiri di sana, menatap Xiao Lan dengan mata yang tajam. “Kau benar-benar wanita yang aneh.” Kata Dao Kian. Xiao Lan berdiri dari singgasananya. Ia berjalan mendekati Dao Kian, berhenti tepat di depannya. Jarak hanya satu langkah. “Aku hanya melakukan yang aku suka saja,” bisik Xiao Lan. “Aku juga sudah punya kejutan untukmu hari ini.” Dao Kian mengerutkan dahi. “Kejutan?”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai xiao yi xian dou zun
Baca
+Pustaka
Xiaoyi Xiaoyan

Xiaoyi Xiaoyan

Sontak membuatku terkejut dengan gerakannya yang tiba-tiba itu. "Kak Xiaoyi, gimana kabarnya, Kak?" tanyanya, setelah melepas pelukan. "Aku baik, kamu sendiri?" kataku, bertanya balik. "Yitan juga baik. Ini, ada oleh-oleh buat kakak." Yitan memberikan kantong kecil yang masih misterius isinya. "Wah, tidak usah repot-repot, bawa oleh-oleh segala. Lain kali kalau mau main ke sini, main aja," balasku.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai xiao yi xian dou zun
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

‎ ‎"Sepupuku tersayang! Kebetulan sekali. Kemarilah, duduklah disini. Aku baru saja menyeduh teh Longjing terbaik. Kau harus mencobanya." ‎ ‎Xiao Fan berhenti. Ada sesuatu dalam nada suara Xiao Ren yang membuatnya waspada—terlalu ramah, dan sangat manis, seperti madu yang menutupi racun. Tapi ia tidak bisa menolak tanpa terlihat mencurigakan. ‎ ‎"Aku sedang tidak haus," katanya singkat. ‎
8.75.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai xiao yi xian dou zun
Baca
+Pustaka
Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

katanya singkat. Ling Xuan duduk, menuangkan teh seolah tidak terjadi apa-apa. “Ada urusan kecil.” Hou Yan menatapnya. Lalu tersenyum miring. “Urusan kecil yang melibatkan Nona Bai?" katanya pelan. Ling Xuan berhenti menuang teh sesaat. Lalu melanjutkan tanpa mengangkat kepala. “Yanbara kota besar. Banyak orang lewat.”
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai xiao yi xian dou zun
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

“Yue, bangun. Makan dulu.” Perlahan, Ming Yue yang memejamkan mata kini terbangun. Duduk bersandar di punggung ranjang. “Terima kasih, Jun,” ucapnya menerima nampan berisi makanan. Qiang Jun Senyum tipis, lalu mengusap rambut Istrinya lembut. “Wah. Aku tidak menyangka ternyata kau elixir berjalan. Pantas saja kau tidak mau memberikan resepnya padaku, Putri” celetuk Shen Zihan di belakang.
1039.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai xiao yi xian dou zun
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Rifda Nafisha
baru nemu & seru critanya...auto maraton bacanya, wkwkwkwkwkwk jangan lupa up tiap hari ya othor,,, banyakin! awas aja kalo shari cuma sbiji hahahahi, minim 2-3bab lah ya,, klo perlu skali up 5bab & khusus weekend crazy up 10bab (bukan ngatur ya, berharap dg nada selembut kapas) 7 Okt 25
rifdanafisha
aahhh seru bacaya ga kerasa dari kmaren sore - jm 10 pagi ini baru kelar 41bab... sukak sm othor yg skali up 5bab wkwkwkw smoga konsisten ya. jangan lupa crazy up 10 bab di weekend hehehe semamgat berkarya... 08 Okt 25
Baca Semua Ulasan
Shen Xiao

Shen Xiao

Xin Xin mengatakannya dengan tampang polosnya tanpa dosa. "Bukan seperti lagi, tapi memang ada Xin Xin." Shen Xiao mengambil duduk. "Dari mana saja kamu?" "Makan, apa lagi?" Mengelus perutnya yang sedikit ia busungkan, lantas Xin Xin berkata, "Tuan, kau tahu, perutku sekarang kenyang." "Sayangnya aku tidak ingin tahu." Shen Xiao memilih menyikapinya acuh. Shen Xiao mengambil tongkatnya yang berada di dekat ranjang. Dengan langkah tertatih, Shen Xiao berjalan menuju ke luar.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai xiao yi xian dou zun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status