PERMAISURI YIN
Xu Chan menatap tuannya dengan sendu.
“Tidak akan, Xu Chan, percayalah. Nanti saja kita pikirkan, sekarang aku makan dulu. Keluarkan makananmu semuanya, ha ha ha, kenapa harus aku pikirkan masalah sebesar itu.”
Xu Chan membuka kotak makanan, di dalam sana ada nasi kepal, serta bakpao dengan ukuran besar. Su Yin agak sulit berpikir jernih jika lapar sekali.