LEMBUR TENGAH MALAM
Hujan deras mengguyur tanpa henti di luar kosan Gracya, menciptakan irama monoton yang terasa semakin menambah suasana mencekam. Hujan seakan membekukan malam itu, menjadikan setiap suara—tetirisan air, desiran angin, bahkan detak jarum jam di dinding kamar—terdengar berlipat kali lebih nyaring. Gracya duduk di sudut kamar kosnya, dengan jendela yang setengah tertutup, menyaksikan tetesan air yang menetes dari genteng dan meluncur bebas menuju tanah. Di bawah cahaya lampu meja yang temaram, bayangannya sendiri tampak melintasi dinding kamar, menambah nuansa seram pada malam itu.
Bab Populer