Chapter: Chapter 5Jessica memilih menjauh dari keramaian. Dia berdiri di sudut ballroom yang paling sepi, memandangi cairan merah di dalam gelas wine yang terus diputarnya perlahan. Sesekali ia menyesapnya sedikit, berharap rasa hangat itu mampu meredakan sesak di dadanya. Namun setiap kali mengangkat kepala, Jessica kembali menemukan tatapan orang-orang yang berbisik sambil melirik ke arahnya."Oh. Jadi begini rasanya..."Dulu Jessica sangat senang ketika orang lain menjadi bahan pembicaraan. Kini dia sendiri yang menjadi tontonan."Jessica ya?"Suara perempuan yang terdengar familier membuatnya menoleh.Cristina berdiri di hadapannya dengan senyum tipis. Di belakangnya menyusul Bella dan Angel, tiga sahabat yang dulu selalu berada di sisinya saat masa sekolah.Namun kini, tak ada lagi kehangatan di wajah mereka. Hanya rasa ingin tahu... dan ejekan.Cristina menyilangkan kedua tangannya. "Aku heran. Bagaimana kau bisa tahu ada reuni malam ini?"Jessica terdiam.Cristina tertawa kecil. "Aku yakin kau s
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Chapter 4Keesokan paginya, Jessica berdiri di depan ruang dosen dengan kedua tangan saling menggenggam erat. Matanya tampak sembap karena semalaman hampir tidak tidur. Setelah menarik napas panjang, ia mengetuk pintu pelan."Masuk."Jessica mendorong pintu perlahan.Darius sedang membaca beberapa jurnal di balik mejanya. Ia bahkan tidak mengangkat kepala ketika Jessica masuk.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Jessica melangkah ke depan mejanya.Lalu... Ia berlutut.Barulah Darius mengangkat pandangan.Tatapannya berubah dingin ketika melihat perempuan yang dulu selalu berdiri paling tinggi di hadapannya kini menundukkan kepala."Aku mohon..." suara Jessica bergetar. "Beri aku satu kesempatan lagi."Darius tetap diam."Apa pun akan kulakukan."Jessica mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih."Aku akan menerima semua syaratmu. Meski harus menjatuhkan harga diriku sendiri."Ia mengangkat wajahnya perlahan."Asalkan... aku bisa wisuda tahun ini."Senyum tipis muncul di sudut
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Chapter 3"Apa begini caramu bekerja?" Suara Darius terdengar tenang, tetapi cukup membuat Jessica membeku.Ia masih mencengkeram pergelangan tangan pria bertubuh tambun itu. Tatapannya dingin, nyaris tanpa emosi.Perlahan Darius melepaskan pelintirannya.Pria itu langsung mengusap pergelangan tangannya yang memerah sambil memaki pelan.Namun sebelum ia sempat mengambil ponselnya yang terjatuh, Darius sudah lebih dulu memungutnya.Jessica mengernyit. "Apa yang sedang kau lakukan?"Darius tidak menjawab.Dengan tenang ia membuka galeri ponsel itu. Jemarinya bergerak cepat menghapus seluruh foto yang baru saja diambil diam-diam.Pria itu sontak berteriak."Hei! Itu ponselku!"Darius menutup layar ponsel tersebut, lalu menatap pria itu tanpa sedikit pun mengubah ekspresinya."Benar."Brak!Ponsel itu dibanting keras ke lantai marmer. Layarnya langsung retak. Pecahannya berhamburan ke mana-mana.Suasana pusat perbelanjaan mendadak sunyi. Pria bertubuh tambun itu melotot tak percaya."Ponselku!"D
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Chapter 2Pintu apartemen kecil itu tertutup dengan bunyi pelan.Jessica menjatuhkan tasnya begitu saja di dekat sofa usang yang juga berfungsi sebagai tempat tidurnya. Ruangan sempit itu hanya memiliki sebuah dapur mungil, kamar mandi, dan jendela kecil yang menghadap deretan bangunan tua di London.Ia merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit yang catnya mulai mengelupas."Kenapa harus dia..."Nama itu kembali memenuhi pikirannya.Darius Raymond.Dari sekian banyak dosen di Blackwood University, mengapa justru pria yang pernah ia bully habis-habisan yang menjadi dosen pembimbingnya?Jessica mengusap wajahnya kasar. Ia masih bisa mengingat tatapan dingin Darius siang tadi.Tatapan yang seolah berkata bahwa semua penderitaan yang kini ia alami belum seberapa dibanding luka yang pernah ia tinggalkan."Uh... dasar pendendam."Jessica bangkit mengambil laptopnya di atas meja lipat. Jemarinya bergerak cepat membuka portal akademik kampus.Pengajuan Pergantian Dosen Pembimbing.Tanpa berpikir
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Chapter 1Suara lirih terdengar dari bibir tipis berwarna pink itu. Jessica menatap wajah tampan Dosen pembimbingnya. Tak pernah berpikir jika dirinya dan Darius, kini berada di atas ranjang membagi kehangatan.Bibir Darius kembali mencium bibir Jessica, lebih dalam, lebih hangat dan liar. Jessica tak bisa menahan diri saat tangan Darius mengusap punggungnya, memeluknya lebih dalam hingga tak ada jarak antara keduanya.Ciuman itu turun ke leher jenjang Jessica membuatnya memejamkan mata merasakan sensasi yang menebarkan.Sesaat Darius menghentikan ciumannya, jemarinya membelai lembut pipi Jessica lalu perlahan turun untuk melepaskan kancing blouse yang dikenakan Jessica. Saat kancing-kancing itu mulai terlepas, Jessica memejamkan mata.Pikirannya melayang saat semua ini belum terjadi. Tepatnya enam bulan lalu ...."Apa? Tidak mungkin..."Suara Jessica Victoria nyaris pecah ketika matanya terpaku pada layar ponselnya. Jemarinya yang masih memegang secangkir kopi perlahan gemetar. Daftar dosen pe
Last Updated: 2026-07-09