author-banner
Semesta
Semesta
Author

Novel-novel oleh Semesta

Transmigrasi Sang Nona Antagonis

Transmigrasi Sang Nona Antagonis

Sebuah peran kecil dalam kisah cinta orang lain. Belliza Lavender Grouss, antagonis yang hanya muncul untuk menghancurkan, lalu mati di hari pernikahan sang tokoh utama. Tapi bagaimana jika kali ini, Belliza bukan dirinya yang dulu? Maura, sang pembaca yang kini berada di tubuhnya, tak sudi menjalani akhir yang sama. Ia tahu setiap detail cerita. Ia tahu siapa yang akan tersenyum di akhir... dan siapa yang akan dikorbankan. Maura akan mengubah naskah itu, bahkan jika seluruh dunia menolaknya.
Baca
Chapter: 20. Taman Istana
Angin siang berhembus lembut ketika Elena membawa Belliza melewati koridor terbuka menuju taman istana. Cahaya matahari yang sudah cukup tinggi jatuh di permukaan kolam marmer, memantulkan kilau keemasan yang bergerak pelan bersama riak air.Langkah mereka menjauh dari keramaian bangsawan, Elena akhirnya melepaskan tangan Belliza. Keheningan menyelimuti mereka, hanya suara dedaunan dan air mancur yang memecah sunyi.Belliza menatap Elena dengan tenang. "Apakah ada yang mengganggu pikiranmu, Archduchess?"Elena berhenti di bawah deretan tanaman merambat yang menaungi jalan setapak."Aku tidak suka cara Bianca memandangmu," ucap Elena. "Nada suaranya manis, tapi niatnya tidak."Belliza tersenyum tipis menatap Elena. "Aku tahu. Tapi aku sudah terbiasa dengan orang-orang seperti itu.""Kau tidak seharusnya terbiasa." jawab Elena cepat. Ia melangkah sedikit mendekat, cahaya matahari jatuh di rambut pirangnya, membuatnya tampak seperti lingkaran cahaya. "Kau Grand Duchess. Tunangan Putra M
Terakhir Diperbarui: 2026-04-25
Chapter: 19. Lingkaran Percakapan Bangsawan
Suara alunan musik biola dan piano terdengar bersahutan di dalam aula utama. Nada-nada itu mengisi udara dengan keanggunan, mengiringi para bangsawan yang membentuk lingkaran-lingkaran percakapan.Elbara--anak laki-laki Baron Elandor Serraphine yang berusia sekitar delapan tahun, berlari kecil menuju sekelompok lady yang tengah berbincang.Lady Bianca Vendarent yang sedang membuka kipasnya menyadari kehadiran adik dari Lady Sabella itu."Hei bocah, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Bianca dengan nada jahil."Bukan urusanmu," sahut Elbara cuek, bahkan tanpa menatapnya.Lady Zoey Gronshaper yang berdiri di samping Bianca menahan tawa. Ia tak menyangka bocah sekecil itu bisa melontarkan kalimat setajam itu.Sabella segera menarik adiknya ke sisi tubuhnya. "Sopanlah sedikit, Elbara."Elbara hanya memutar bola matanya malas. Tangannya tetap menggenggam jari telunjuk kakaknya seolah itu satu-satunya hal yang mau ia lakukan di pesta ini."Tidak apa, Lady Sabella," ujar Zoey, masih tertaw
Terakhir Diperbarui: 2026-04-25
Chapter: 18. Simbol Pertunangan
TENGG!Denting lonceng berbunyi, menandai akan dimulainya prosesi. Para pelayan langsung membuka pintu besar aula utama, sementara seluruh bangsawan yang hadir menoleh ke arah jalur masuk.Kaisar dan Permaisuri melangkah masuk dengan wibawa yang sulit ditandingi. Di belakang mereka, Archduchess Elena berjalan anggun.Suasana yang tadi ramai langsung merendah hening. Semua menunduk memberi hormat.Di sisi ruangan, tempat yang disediakan untuk Archduke, Lenzoris terlihat berdiri tegak, masih dengan ekspresi datar seperti sebelumnya. Ketika Kaisar lewat, ia bergerak mengikuti rombongan ke depan aula tanpa menyentuh posisi Belliza dulu. Itu sebabnya ia bisa melirik ke arah Selina dari jauh.Selina, yang berdiri di barisan tamu bangsawan, memandang balik dengan mata yang penuh luka, kecewa, sekaligus tak rela. Lenzoris menatapnya singkat, namun cukup untuk membuat Belliza melihatnya.Belliza yang berada di area pusat prosesi, dalam hati sedikit merasa bersalah karena sudah mengganggu hubun
Terakhir Diperbarui: 2026-04-25
Chapter: 17. Aula Pertunangan
Archduke Lenzoris. Pria itu berjalan mendekat dengan wajah yang tidak berubah sedikit pun sejak pertemuan tadi. Dingin, datar, dan seperti seseorang yang menjalani hidup bukan karena pilihan, melainkan perintah.Sorot matanya melintas pada Belliza tanpa minat. Tidak sinis, tidak pula tertarik. Hanya sebuah pandangan kosong dari seseorang yang pikirannya jelas berada di tempat lain.Begitu berhenti di hadapannya, Lenzoris menundukkan kepala tipis. Sebentuk sopan santun yang terasa lebih seperti formalitas daripada penghormatan."Grand Duchess," ucapnya. Suaranya tenang, tapi dingin seperti batu sungai.Belliza membalas anggun. "Yang Mulia,"Lenzoris menatapnya beberapa detik. Tatapan itu lebih mirip penilaian fungsi, bukan penilaian pribadi."Keputusan Kaisar hari ini," ujarnya, "kelihatannya cukup mengejutkanmu."Belliza menahan diri agar tidak mengangkat alis. "Aku rasa... itu kata yang tepat.""Aku ingin kau tahu," lanjut Lenzoris tanpa berubah ekspresi, "bahwa perjodohan itu bukan
Terakhir Diperbarui: 2026-04-25
Chapter: 16. Perjodohan
"Mulai hari ini, aku memutuskan untuk menjodohkan Grand Duchess Belliza dengan Putra Mahkota."Deg!Waktu seperti berhenti.Belliza berdiri tegak, tapi dunia di sekelilingnya mendadak menghilang seolah seseorang menutup kedua telinganya. Ia tidak langsung menunduk maupun berbicara. Ia hanya membeku, napasnya tertahan."Ini Kaisar pengen aku mati lebih cepat?" batinnya.Pertanyaan itu melintas begitu jernih, begitu getir, sampai ia hampir ingin tertawa. Pahit, tentu saja. Karena dari seluruh pria di kekaisaran, dari seluruh kemungkinan yang ada, mengapa harus Lenzoris? Seseorang yang bahkan dalam jarak tiga langkah saja sudah membuat tengkuknya menegang.Belum cukup? Alur novel kembali menggulung di kepala Belliza, menampar begitu keras sampai ia merasa perutnya mual. Adegan itu... adegan paling absurd dan paling mengerikan dalam hidup original Belliza.Eksekusi.Hari pernikahan.Gaun putih.Lantai marmer.Darah.Semua itu terjadi tepat di hari ketika Lenzoris menikahi Selina.Selina.
Terakhir Diperbarui: 2026-04-25
Chapter: 15. Balai Agung
Belliza melangkah keluar dari ruang pertemuan. Shenna berjalan setia di sisi kirinya, membawa dokumen yang tadi sempat diserahkan Tuan Brondez.Belliza berjalan melalui lorong, suasananya tetap dingin dan terlalu sunyi, membuat gema langkah mereka terdengar lebih jelas dari biasanya. Baru beberapa meter ia melangkah, suara lembut tapi tergesa memanggil dari belakang."Kak Belliza!"Belliza secara refleks menoleh. Gaunnya bergerak pelan mengikuti putaran tubuhnya.Grezine sedang berjalan cepat mengejarnya, gaunnya bergerak lembut mengikuti langkah. Tepat di belakangnya, Raysenne juga baru keluar dari ruangan, menutup pintu dengan tenang sebelum menyusul adiknya.Shenna memberi sedikit ruang. Belliza hanya menunggu dengan sabar.Grezine tiba lebih dulu. Mata bungsu keluarga Grouss itu masih sembab, tapi kali ini bersinar dengan sesuatu yang berbeda, seperti kagum dan bangga."Kak... saat rapat tadi..." Grezine menggenggam tangan Belliza tanpa pikir panjang. "Kakak hebat sekali!"Ia men
Terakhir Diperbarui: 2026-04-24
Anda juga akan menyukai
Sang Penguasa
Sang Penguasa
Fantasi · Alyssa123
1.0K Dibaca
Dibalik perbedaan
Dibalik perbedaan
Fantasi · GNZ Creator
1.0K Dibaca
Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
Fantasi · Bibiefenimmm
1.0K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status