author-banner
Semesta
Semesta
Author

روايات بقلم Semesta

Transmigrasi Sang Nona Antagonis

Transmigrasi Sang Nona Antagonis

Sebuah peran kecil dalam kisah cinta orang lain. Belliza Lavender Grouss, antagonis yang hanya muncul untuk menghancurkan, lalu mati di hari pernikahan sang tokoh utama. Tapi bagaimana jika kali ini, Belliza bukan dirinya yang dulu? Maura, sang pembaca yang kini berada di tubuhnya, tak sudi menjalani akhir yang sama. Ia tahu setiap detail cerita. Ia tahu siapa yang akan tersenyum di akhir... dan siapa yang akan dikorbankan. Maura akan mengubah naskah itu, bahkan jika seluruh dunia menolaknya.
قراءة
Chapter: 150. Malam yang Tenang (End)
Begitu sampai di ruang tamu, langkah Maura dan Tommy langsung terhenti.Suasana mendadak hening.Myrrathis berdiri tegak di depan televisi dengan wajah yang dipenuhi kewaspadaan. Di tangannya, sebilah pedang telah terhunus entah sejak kapan. Sedangkan di lantai, pecahan vas bunga berserakan ke segala arah.Sementara itu, televisi masih menyala, menampilkan adegan film horor. Seorang wanita berambut panjang dengan wajah pucat tiba-tiba muncul memenuhi layar, diiringi musik yang mencekam.Myrrathis sama sekali tidak berkedip. Tatapannya masih tertuju lurus ke arah televisi, seolah memastikan makhluk itu tidak akan keluar lagi. Beberapa detik berlalu. Kemudian, perlahan ia menoleh ke arah Maura, wajahnya benar-benar serius."Lavender."Maura berkedip bingung."Aku berhasil mengalahkan penyihir di dalam kotak itu."Hening.Maura menatap televisi, lalu menatap pecahan vas di lantai. Kemudian menatap pedang di tangan Myrrathis. Setelah itu... ia menoleh ke ayahnya yang juga sedang menatapny
آخر تحديث: 2026-07-01
Chapter: 149. Grand Piano
Maura kembali menarik tangan Myrrathis. Ia membawa pria itu menuju sofa di depan televisi. Setelah keduanya duduk, Maura menyerahkan remote di tangannya."Ini namanya remote."Myrrathis menerima benda itu dengan hati-hati, membolak-baliknya sambil mengamati setiap tombol yang ada."Kalau ingin menyalakan televisi, tekan yang ini." Maura menunjuk tombol berwarna merah.Myrrathis mengangguk pelan, lalu menekannya dengan hati-hati. Seketika layar televisi mati. Kedua matanya langsung membulat."Hilang..."Maura menahan tawanya. "Coba tekan lagi."Dengan ragu, Myrrathis kembali menekan tombol yang sama. Beberapa detik kemudian, televisi kembali menyala. Pria itu berkedip beberapa kali sebelum menoleh pada Maura dengan wajah yang dipenuhi rasa takjub."Luar biasa..."Melihat ekspresi itu, senyum Maura semakin lebar. Rasanya seperti sedang mengajari anak kecil yang baru pertama kali melihat dunia.Di tengah suasana hangat itu, suara Tommy terdengar dari lantai dua."Maura!"Maura segera men
آخر تحديث: 2026-07-01
Chapter: 148. Rumah
Sore harinya, setelah dokter memastikan kondisi Maura telah benar-benar stabil, ia akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit.Berbulan-bulan yang terasa begitu panjang akhirnya berakhir. Meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih dan ia masih diwajibkan menjalani kontrol rutin, setidaknya kini ia tak lagi harus menghabiskan hari-harinya di balik dinding ruang rawat inap.Mobil yang dikendarai Tommy melaju membelah jalanan kota diiringi cahaya matahari sore yang mulai menghangat. Di kursi belakang, Maura duduk berdampingan dengan Myrrathis. Sesekali pria itu menoleh ke luar jendela, mengamati setiap bangunan, kendaraan, dan orang-orang yang berlalu lalang dengan rasa penasaran yang tak mampu ia sembunyikan.Tak lama kemudian, mobil berbelok memasuki sebuah kawasan perumahan yang tenang. Sebuah gerbang besi berwarna hitam perlahan terbuka ketika satpam mengenali kendaraan mereka. Mobil terus melaju hingga berhenti tepat di depan sebuah rumah dua lantai yang berdiri megah di tengah hala
آخر تحديث: 2026-07-01
Chapter: 147. Pagi yang Hangat
Myrrathis melangkah pelan menuju jendela di samping ranjang rumah sakit. Dengan gerakan tenang, ia membuka daun jendela itu. Seketika angin pagi berembus lembut, membawa aroma pepohonan dan hangatnya sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Tirai putih berkibar perlahan.Tak lama kemudian, Tommy berdiri dari kursinya."Ayah keluar sebentar."Maura mengangguk kecil.Pria paruh baya itu menatap Myrrathis sekilas, lalu tersenyum tipis sebelum melangkah keluar dan menutup pintu perlahan, memberi keduanya ruang untuk berbicara.Ruangan kembali hening.Myrrathis berdiri di dekat jendela sambil menatap Maura. Senyum tipis sedari tadi tak pernah benar-benar hilang dari wajah pria itu. Sorot matanya begitu hangat... seolah semua luka yang pernah mereka lalui kini hanyalah kenangan yang perlahan memudar.Maura berdeham pelan."Bagaimana kau bisa sampai ke sini?"Myrrathis menoleh. "Aurora yang membawaku."Maura terdiam.Myrrathis berjalan mendekat, lalu duduk di kursi di samping ranjang."Setelah
آخر تحديث: 2026-07-01
Chapter: 146. Kembali Pulih
Setelah berbulan-bulan menjalani pemulihan intensif, tubuh Maura yang sempat melemah kini perlahan kembali pulih. Meski masih harus menjalani terapi rutin, dokter menyatakan kondisinya berkembang jauh lebih baik dari perkiraan. Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kamar rawat inap, menghangatkan ruangan yang telah menjadi rumah kedua Maura selama berbulan-bulan.Gadis itu duduk bersandar di kepala ranjang. Sebuah selimut tipis menutupi kedua kakinya, sementara Tommy--ayahnya duduk di kursi di samping ranjang sambil menyuapinya semangkuk bubur hangat."Pelan-pelan," ucap pria itu lembut. "Dokter bilang lambungmu masih perlu penyesuaian."Maura tersenyum kecil. "Baik, Ayah."Beberapa saat mereka hanyut dalam keheningan. Hingga akhirnya, Tommy meletakkan mangkuk bubur di atas meja kecil di samping ranjang."Maura,"Gadis itu menoleh."Ayah belum pernah menceritakan bagaimana kamu ditemukan, ya?"Maura menggeleng pelan."Kalau begitu, Ayah akan menceritakan semuanya padamu." Tommy me
آخر تحديث: 2026-06-30
Chapter: 145. Harapan?
Perlahan, Belliza membuka matanya.Tak ada lagi langit-langit aula pernikahan,suara riuh para tamu, dan lantai marmer dingin yang dipenuhi darah. Yang menyambutnya hanyalah hamparan cahaya putih yang membentang tanpa ujung. Terasa hangat dan tenang, seolah seluruh rasa sakit yang selama ini ia bawa perlahan luruh bersama cahaya itu.Belliza menundukkan pandangan.Gaun pengantin yang beberapa saat lalu membalut tubuhnya telah lenyap. Kini ia mengenakan gaun putih sederhana yang berkibar lembut, mengikuti embusan angin yang entah datang dari mana.Ia mengangkat wajahnya perlahan. Di hadapannya, sesosok peri kecil dengan sayap bercahaya muncul di antara kilauan putih yang memenuhi tempat itu."Aurora..."Peri berstatus tinggi itu tersenyum lembut. Ia mengepakkan sayapnya perlahan hingga berhenti tepat di hadapan Belliza. Tangan mungilnya terulur, mengusap pipi gadis itu dengan penuh kelembutan."Tugasmu..." ucap Aurora lirih, suaranya selembut angin musim semi, "untuk menyeimbangkan dunia
آخر تحديث: 2026-06-30
قد تعجبك أيضًا
Kuranji
Kuranji
Fantasi · Lathifah Nur
3.2K وجهات النظر
Venturas
Venturas
Fantasi · Reza Restofany
3.2K وجهات النظر
Queen Shaenette
Queen Shaenette
Fantasi · Arasta
3.2K وجهات النظر
Penghancur Dunia Magis
Penghancur Dunia Magis
Fantasi · Jaeminia_
3.2K وجهات النظر
Garden Of Mirror ( OBLIVION )
Garden Of Mirror ( OBLIVION )
Fantasi · Amelia
3.2K وجهات النظر
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas
Fantasi · Andy Lorenza
3.2K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status