Chapter: bab 6Ada yang janggal di rumah Juragan Yogi Bramasta, rumah Jawa kuno yang mewah dan elegan itu seperti diselimuti hawa magis yang begitu kuat setiap sudut ruangan. Demi pekerjaan Safitri tetap berusaha untuk tenang. Gadis itu keluar dari rumah melihat kondisi di luar."Mendung banget," ucapnya memandang langit yang gelap tanpa bintang, dia masuk lagi dan duduk di ruang tamu. Di tangannya menggenggam teh hangat yang baru saja dia buat untuk diminum.Dari dalam ruang tamu yang pintunya masih terbuka Safitri melihat paparan cahaya petir dari kejauhan, dia hanya menghela nafas panjang. Sebenarnya jika dalam kondisi seperti ini dia telah terbiasa berada di rumah sendiri, namun karena ini malam pertama dia mulai menginap di juragan Yogi jadi terkesan menakutkan apalagi di rumah itu hanya ada dia sendiri dan bangunannya terpisah jauh dari pemukiman warga lainnya.Malam itu hujan deras, mendung gelap yang sedari tadi sore menaungi desa itu berganti guyuran hujan bak anak panah yang disertai angin
آخر تحديث: 2026-05-01
Chapter: bab 5Safitri sampai berdiri dan beranjak dari ranjang, matanya belum rabun jelas-jelas dia tadi mera_ba bercak darah yang bewarna merah kehitaman dengan aroma anyir yang menyengat tapi ketika dia perhatikan dengan seksama bercak darah itu raib tanpa jejak.Dak dak dak!Nyaris saja Safitri meloncat kaget ketika pintu kamar yang berada di belakangnya diketuk, jantung Safitri berdebar kencang dan akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar."Mas Parjo? Bikin kaget saja," ucap Safitri sembari mengelus dada yang jantungnya masih berdegup kencang."Sudah jam delapan lewat, kamu enggak buka warung?" ucap pria berperawakan jangkung yang rambutnya beruban sebagian."I--iya, maaf," gadis itu merapikan rambut dan pakaian, Mas Parjo langsung membalikkan badan pergi ke warung depan. Cuma dia teman kerja Safitri di sini, Mas Parjo ini masih kerabat dari Yogi Bramasta. Dia bertugas bagian angka-angkat barang, berkemas dan mengatur belanja masuk warung. Dia membantu Safitri dalam banyak hal. Pri
آخر تحديث: 2026-05-01
Chapter: bab 4Malam itu Safitri berada di kamarnya, dia membuka tas ransel dan memasukkan beberapa pakaian termasuk beberapa setel pakaian dalam. Mbok Yem yang baru pulang dari menjenguk tetangga yang sakit melihat apa yang dilakukan putrinya itu merasa penasaran."Kamu itu mau ke mana? Kok masukin baju ke tas, kaya mau merantau," ucap Mbok Yem berdiri di balik pintu."Udah pulang ya, Mbok. Ini lho Juragan Yogi minta aku menginap di rumahnya," kata Safitri, dia menoleh sebentar dan kembali memasukkan pakaian terakhirnya ke dalam tas.Mbok Yem yang semula berdiri di depan pintu mulai melangkah masuk dan duduk di tepi ranjang, ia mengerutkan kening seperti berharap anaknya memberikan penjelasan tambahan."Jarak rumah ini ke warung tidak lebih dari dua setengah kilometer, naik sepeda sebentar juga sampai lantas mengapa harus menginap? Kalau kamu enggak di rumah aku pasti repot," ujar Mbok Yem."Aku juga berpikir begitu, Mbok tetapi juragan Yogi itu kesehariannya tidak berada di sana. Dia menyerahkan u
آخر تحديث: 2026-05-01
Chapter: bab 3Hari yang dijanjikan tiba, Safitri sudah bersiap untuk berangkat kerja. Dengan berdandan sederhana hanya memakai bedak tanpa gincu, rok panjang dan kaos oblong berwarna krem Safitri mengayuh sepedanya menuju warung kelontong milik Yogi Bramasta, jarak yang jauh tetap membuatnya bersemangat untuk lekas tiba demi hari pertamanya bekerja."Eeh, pagi-pagi kok sudah sampai sini, masih setengah tujuh ini," sapa Yogi Bramasta yang masih berada di teras memakai sarung dan kaos sisa semalam. Seperti warga pedesaan pada umumnya Yogi kala itu sedang mengangkat kandang burung untuk dijemur di halaman. Kedatangan Safitri yang terlalu pagi membuatnya sedikit kaget sekaligus senang."Iya, Mas. Hari pertama butuh adaptasi, biar belajar dulu pelan-pelan," sahut Safitri sambil menyandarkan sepeda di pagar rumah. "Ya sudah, kamu tunggu sebentar aku mau mandi," Yogi Bramasta meletakkan kandang burung terakhirnya di halaman, dia kembali masuk untuk membersihkan diri. Saat Safitri duduk di kursi teras men
آخر تحديث: 2026-05-01
Chapter: bab 2Cerita bermula sekitar dua tahun lalu, waktu itu Safitri baru menginjak sembilan belas tahun. Wajahnya yang cantik, putih, berambut panjang, memiliki tinggi sekitar seratus enam puluh centimeter dengan berat badan empat puluh delapan kilogram menjadikan perawakan Safitri ideal. Tutur katanya lembut dan senantiasa memperhatikan lawan bicaranya, hal tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi putri semata Mbok Yem kala itu.Gadis seusianya sudah beberapa kali keluar masuk pabrik untuk bekerja di perusahaan tekstil, namun semuanya tak bertahan lama karena jarak tempuh dari desa ke tempat kerja lumayan jauh terlebih kondisi ibunya yang menua membuat Safitri lebih memilih berhenti bekerja di tempat yang terikat dan disiplin kerja yang tinggi.Suatu hari seorang tetangga merekomendasikan Safitri untuk bekerja di sebuah warung sembako yang juga berada di desa tersebut, warungnya lumayan lengkap dan murah sehingga setiap harinya selalu ramai pembeli. Setelah berpikir cukup lama, dia akhirny
آخر تحديث: 2026-05-01
Chapter: Bab 1Dengan langkah tertatih seorang perempuan paruh baya berjalan ke belakang rumah melewati kebun singkong yang ditumbuhi semak belukar, tangannya membawa sepiring nasi berisi sayur dan lauk, sementara tangan lainnya membawa segelas air putih. Namanya Mbok Pariyem, atau biasa dipanggil Mbok Yem oleh warga sekitarnya. Keseharian Mbok Yem bekerja sebagai buruh tandur (tanam) di sawah, itupun jika musim tanam tiba jika tidak dia akan menerimanya pekerjaan apapun yang diberikan tetangga untuknya seperti menggembalakan ternak, mencari rumput atau memomong bocah - anak dari tetangga. Hal itu dia kerjakan seorang diri sejak suaminya Meninggal dua puluh tahun silam.Sinar mentari mulai meninggi, Mbok Yem berjalan menghampiri sebuah gubuk kayu dengan atap rumbai kelapa yang di dalamnya seorang gadis duduk bersimpuh sambil berbicara seorang diri, sesekali dia tertawa dan menangis tanpa sebab. Sebuah belenggu terpasang di kaki kirinya hingga membuat pergelangan kakinya berkoreng, mata gadis itu say
آخر تحديث: 2026-05-01