author-banner
Author Genz
Author

Novels by Author Genz

Pernikahan Rahasia Suamiku

Pernikahan Rahasia Suamiku

Andini melaporkan perselingkuhan suaminya dengan seorang influencer terkenal pada polisi. Namun, ternyata Fahmi menuding dirinya selingkuh. Ia menjelaskan jika dirinya dan Indri sang Influencer sudah resmi menikah. Hal itu, membuat Andini tak habis pikir. Akankah Andini bertahan dengan rumah tangganya atau memilih berpisah?
Read
Chapter: #6 Simalakama
"Kamu main bilyard sama siapa aja?" tanya Andini sambil membetulkan jaket Fahmi. Ia meraba keseluruhan dada bidang Fahmi. Tercium aroma parfum yang begitu menyengat, sehingga Andini sedikit ingin batuk. "Seperti biasa, Aditya, Raihan ... Sebelum itu aku akan menemui pak Julian," jelas Fahmi. Andini memicingkan mata seraya mencibir, "pak Julian atau Julia?" "Pak Julian sayang, dia tadi menelponku katanya ada hal penting yang mau dibicarakan, mudah-mudahan dia ingin menambah jumlah investasinya di perusahaanku." Fahmi terbahak-bahak, ia tampak geli dengan ucapan percaya dirinya tersebut. Andini hanya tersenyum getir, lalu memeluk tubub atletis Fahmi yang kekar dan tinggi. Apabila dia berdiri di samping suaminya ia harus menengadahkan kepalanya saking tinggi. "Oke kalau begitu, have fun," "Aku janji gak akan pulang larut malam lagi, aku juga akan membawakan martabak Bangka kesukaanmu," tutur Fahmi mencium kening Andini. Lelaki berpostur lebih tinggi dari Andini itu memasuki mobil
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: #5 Tawaran menggiurkan
Perkataan Fahmi masih membekas. Apakah itu penyebab Fahmi berselingkuh dengan wanita lain? Ia berjalan menuju halaman belakang rumah, untuk sekadar menenangkan diri. Menikmati suara air mancur yang gemericik. Tampak Bagas tengah duduk santai sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk. "Pak Bagas," sapa Andini menghampiri sopir pribadi suaminya itu. Bagas menoleh ke arah sumber suara, ia begitu kaget. Matanya melebar, takut jika Andini akan bertanya sesuatu tentang Fahmi. "Nyo-nya," sahutnya gagap. Andini celingukan, memastikan tak ada Fahmi di sekitar halaman. "ada yang mau saya tanyakan." Perkataan itu membuat Bagas mati kutu. Ia makin gelagapan salah tingkah. "Apa ... Nyonya?" tanya Bagas terbata-bata. "Pak Bagas tau tentang apartemen edelweis?" tanya Andini mengecilkan volume suara. "Apartemen? Tidak, Nyonya," jawab Bagas. "Yakin? Pak Bagas adalah asisten suami saya,seharusnya kamu tahu apa yang dilakukan suami saya," cecar Andini ia sedikit mendekatkan dir
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: #4 Romantis tapi najis
Andini membisu sepanjang perjalanan pulang, ia begitu syok. “Sabar ya Mbak,” hibur Sintya matanya fokus ke jalanan. Andini hanya tersenyum sebentar, setelah itu kembali murung. Mereka sudah tiba di depan pintu gerbang rumah Andini. Mata Andini terbelalak saat melihat mobil berwarna putih di halamanya. “Itu Mas Fahmi udah pulang,” cetus Sintya. “Iya,” sahut Andini singkat, ia melepaskan sabuk pengaman dari badannya. “Mbak, kamu bersikap seperti biasa ya jangan dulu aneh-aneh,” pinta Sintya. Andini mengangguk, ia menyiapkan wajah manisnya sebelum turun dari mobil. “Kamu gak mampir dulu?” tanya Andini seraya membuka pintu mobil. “Lain kali aja,” Ia mengatur nafas sebelum memasuki rumah mewah berlantai dua itu. Perlahan kakinya melangkah menuju pintu utama. Tangannya sedikit gemetar saat memegang gagang pintu. Namun, Andini harus bisa mengendalikan emosinya. “Surprise!” seruan itu membuat Andini terperanjat saat sudah berada di dalam rumah. Tampak, Fahmi dan asisten rumah tangga
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: #3 Gaun pengantin
Lampu menyala seketika, Andini menyipitkan matanya sedikit silau. Ruangan dengan satu kamar tidur itu terasa sunyi. Andini melangkah lagi menyusuri setiap sudut di susul Sintya. "Seperti ditinggalkan sudah lama," kata Sintya seraya meletakan jari telunjuk di atas meja kayu, "berdebu." "Lihat!" tunjuk Andini, ia menggenggam jam tangan mewah yang persis seperti milik Fahmi. Hadiah ulang tahun tiga bulan silam yang ia berikan. "Ini jam tangan milik Fahmi," lirih Andini lesu. Wajahnya pucat pasi, air matanya tiba-tiba jatuh perlahan."Jadi benar apartemen ini milik Mas Fahmi," gumam Sintya menghampiri Andini. Matanya berkeliling, bergulir kanan kiri. Andini masih butuh bukti yang kuat, ia kali ini menuju ruang tidur. Pintunya tidak dikunci, Andini langsung menerobos masuk. Ia memandangi sekeliling ruang tidur yang mengeluarkan aroma jasmin itu. Andini membuka lemari pakaian, ia kaget ada sepasang baju pengantin yang menggantung disana. Ada juga kaos dan kemeja milik Fahmi, tas branded
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: #2 Kartu akses apartemen
Hari berpindah, Andini dan Fahmi tetap menjalani hidup seperti biasa. Namun, Andini sedikit curiga pada suaminya itu. Fahmi jarang pulang, dan ketika kerumah akan tercium bau parfum yang bukan milik Fahmi. Andini juga sempat memergoki Fahmi tengah chattingan malam hari ketika Andini setengah tidur. Namun, ia tidak tahu siapa yang di chat malam itu oleh Fahmi. Ia masih berprasangka baik, ditambah Fahmi selalu pintar mengelak saat Andini mengungkap kecurigaannya. "Mbak, saya aja yang cuci," pinta Andini pada ART nya. "Loh, Nyonya jangan itu tugas saya," ujar Leni sang ART. "Gak apa-apa saya hari ini gak ada kerjaan, kamu kerjain yang lain aja," timpal Andini. Leni mengangguk seraya beranjak pergi dari ruang cuci. Andini memasukan beberapa baju miliknya juga milik Fahmi. Sambil mengecek saku-saku, supaya tidak ada benda ikut tercuci. Ia terhenti sejenak, ada sebuah benda tipis terbuat dari plastik yang ada di dalam celana milik Fahmi. Ia mengeluarkan tangannya, tergenggam seb
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: #1 Hari pernikahan
Tepuk tangan bergemuruh saat kedua mempelai telah sah sebagai suami istri. Raut bahagia terpancar dari pengantin pria dan wanita yang serasi mengenakan busana berwarna putih. Mereka saling tatap malu-malu. Acara itu hanya dihadiri keluarga inti saja. Pesta sederhana di pesisir pantai Bali yang eksotik. Nuansa warna putih serta krim, menghiasi hamparan pasir putih. Di tengah kegembiraan itu, seorang pria berbusana batik hitam duduk termenung sendirian, wajahnya sedikit muram. Ia terus menatap sekeliling, takut jika majikan perempuannya tiba-tiba hadir di sana. Meskipun, tidak mungkin ada yang memberitahu tentang pernikahan suaminya. "Tidak makan Pak?" tanya pengantin pria di belakangnya. Ia menoleh serta kaget, lalu berkata, "sudah Tuan,saya ... Benar-benar takut." "Tidak perlu takut, kamu cukup bersikap seperti biasa, yang saya lakukan bukanlah pembunuhan. Saya juga akan menceritakan ini semua nanti pada Andini," tukas Fahmi seraya mengeluarkan amplop coklat dari tas hitam s
Last Updated: 2026-05-31
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status