author-banner
IYAN ALMAS ALBANTANI
Author

Romances de IYAN ALMAS ALBANTANI

Binar

Binar

Hari pertama kuliah seharusnya menjadi awal yang biasa bagi Awan. Sebagai seorang mahasiswa baru yang cenderung pendiam, ia hanya berharap bisa melewati masa orientasi, mendapatkan beberapa teman, lalu menjalani perkuliahan seperti kebanyakan orang. Tidak ada target khusus, tidak ada impian besar tentang percintaan, dan tidak ada hal istimewa yang ia harapkan terjadi. Namun semuanya berubah ketika sebuah pesan masuk ke ponselnya pada malam setelah kegiatan orientasi berakhir. Pesan itu berasal dari seorang mahasiswi yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya. Sebuah percakapan sederhana yang awalnya hanya membahas hal-hal sepele perlahan menjadi awal dari perjalanan panjang yang tidak pernah ia bayangkan. Hari-hari di kampus mulai dipenuhi berbagai cerita baru. Pertemanan yang tumbuh, tugas yang terasa tidak ada habisnya, organisasi, mimpi-mimpi yang perlahan dibangun, hingga berbagai pertemuan yang tanpa sadar menjadi kenangan berharga. Di tengah semua itu, hadir seseorang yang perlahan menjadi bagian dari hidupnya. Seseorang yang selalu muncul di saat-saat yang tidak terduga. Seseorang yang membuat hari-hari biasa terasa sedikit lebih berwarna. Dan seseorang yang tanpa disadari mulai menempati ruang khusus di dalam hatinya. Namun semakin dewasa, Awan mulai menyadari bahwa kehidupan tidak sesederhana yang ia bayangkan. Setiap orang memiliki jalan, tujuan, dan cerita mereka masing-masing. Tidak semua pertemuan datang untuk menetap, dan tidak semua harapan tumbuh menjadi kenyataan. BINAR adalah kisah tentang masa muda, tentang langkah-langkah kecil yang perlahan membentuk kehidupan seseorang, tentang pertemuan yang tampak sederhana namun meninggalkan jejak yang begitu dalam, serta tentang bagaimana satu orang dapat menjadi cahaya yang menerangi perjalanan kita tanpa pernah kita duga sebelumnya. Karena terkadang, cerita yang paling mengubah hidup kita dimulai dari sebuah pesan sederhana di hari yang terlihat biasa.
Ler
Chapter: Ch 10 | Bersama Teman Baru
Kelas bubar pukul empat lebih sedikit.Dosen menutup laptopnya, mengucapkan sesuatu tentang pertemuan minggu depan, lalu keluar lebih dulu dengan langkah orang yang sudah tahu bahwa mahasiswa baru tidak akan langsung bergerak. Dan memang tidak ada yang langsung bergerak. Tiga puluh dua orang duduk diam beberapa detik, saling melirik, menunggu seseorang menjadi yang pertama berdiri.Dutta yang pertama berdiri.Tentu saja."Oke," katanya sambil menyampirkan tas ke satu bahu. "Kita pulang.""Kita?" Rangga mengangkat alis dari bangku belakang. "Siapa 'kita'?""Semua yang masih mau hidup."Aku memasukkan buku catatan ke tas. Halamannya sudah tidak kosong lagi. Tiga halaman, kalau yang setengah dihitung.Lalu aku ikut berdiri. Bukan karena diajak. Tapi karena empat orang di sekitarku sudah berdiri, dan tetap duduk sendirian di barisan tengah terasa jauh lebih canggung daripada ikut.Mengekor lagi.Aku mulai menyadari ini sebagai pola.Dutta jalan, aku ikut. Sistemnya sederhana.Jarak dari k
Última atualização: 2026-11-01
Chapter: Ch 9 | Perkuliahan Pertama Di Kampus
Pukul dua siang, aku sudah berdiri di depan lemari lagi.Kemeja biru muda yang sama masih menempel di badan sejak pagi, tapi sekarang giliran bagian bawah yang harus menyusul. Kolor kotak-kotak sudah kulepas, digantikan celana panjang berwarna abu gelap yang kuseterika terburu-buru sepuluh menit lalu karena ternyata masih ada bekas lipatan yang membandel di bagian lutut. Aku menariknya, memasukkan ujung kemeja ke dalam dengan rapi, lalu berdiri sekali lagi di depan cermin.Kali ini dari atas sampai bawah semuanya cocok. Tidak ada yang perlu ditutupi meja.Zoom tidak melihat ke bawah meja, batinku, tapi tatap muka melihat semuanya. Jadi kali ini semuanya harus benar.Aku menyambar tas ransel yang sudah kusiapkan sejak makan siang, isi seadanya, laptop, buku catatan yang masih kosong halamannya kecuali beberapa poin yang kutulis waktu Zoom tadi pagi, dan botol minum yang belum sempat kuisi ulang. Kuisi cepat-cepat di dispenser dekat dapur, lalu berjalan keluar.Motor sudah menunggu di
Última atualização: 2026-09-11
Chapter: Ch 8 | Kemeja Dan Kolor
Alarm berbunyi pukul enam pagi.Aku tidak langsung mematikannya. Membiarkannya berbunyi beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Bukan karena mengantuk, tapi karena ada sesuatu yang ingin ditunda dari momen sebelum alarm dimatikan. Momen ketika hari belum benar-benar dimulai. Ketika semuanya masih mungkin dan belum ada yang bisa salah.Lalu kutap layarnya. Diam.Aku duduk di tepi kasur.Hari ini hari pertama kuliah.Kalimat itu sudah ada di kepala sejak semalam, sejak aku meletakkan ponsel dan memejamkan mata, sejak tidur yang tidak terlalu nyenyak karena pikiran terus berputar di frekuensi yang tidak bisa dimatikan. Bukan cemas atau mungkin iya, sedikit, tapi bukan jenis cemas yang melumpuhkan. Lebih ke jenis perasaan yang muncul sebelum sesuatu yang besar dan baru dimulai, yang membuat tidur terasa lebih dangkal dari biasanya dan membuat pagi datang lebih cepat dari yang seharusnya.Aku berdiri. Membuka lemari.Zoom pagi, tatap muka sore. Itu jadwal hari ini dua mode yang ber
Última atualização: 2026-08-14
Chapter: Ch 7 | Yang Tidak Awan Ketahui
Di pagi yang sama, di tempat yang berbeda. Kamar Melva lebih rapi dari yang bisa diduga dari seseorang yang baru saja bangun. Kasurnya sudah dirapikan, bukan rapi sempurna, tapi cukup rapi untuk menunjukkan bahwa ini bukan kebetulan, bahwa ada seseorang yang memang terbiasa merapikan tempat tidurnya sebelum melakukan hal lain. Buku-buku di rak tersusun tidak sepenuhnya lurus tapi tidak berantakan. Meja belajarnya bersih kecuali satu gelas yang setengah isinya sudah tinggal sisa air dari semalam. Melva berbaring di atas kasur dengan laptop terbuka di depannya. Bukan untuk belajar. Bukan untuk mengerjakan sesuatu yang produktif. Pagi Minggu tidak seharusnya diisi dengan hal-hal yang produktif, itu prinsip yang tidak pernah ia ucapkan dengan keras tapi selalu ia praktikkan. Jadi laptop terbuka, platform streaming sudah menyala, film yang sudah lama masuk daftar tonton akhirnya mulai diputar. Opening credit masih berjalan. Musik latar yang pelan. Nama-nama yang ia tidak kenal. D
Última atualização: 2026-08-09
Chapter: Ch 6 | Tiga Laki-Laki dan Satu Penerjemah
Tidak ada alarm pagi ini. Hari Minggu. Hari di mana dunia tampaknya menyepakati secara kolektif bahwa tidak ada yang perlu terburu-buru. Aku membiarkan mataku terbuka dengan kecepatan mereka sendiri pelan, malas, menyesuaikan diri dengan cahaya yang sudah masuk dari celah gorden yang tidak pernah benar-benar rapat. Aku berbaring diam sebentar, membiarkan kesadaran kembali pelan-pelan, seperti air yang mengisi bejana dari bawah. Langit-langit kamar. Kipas yang masih berputar. Suara sendok dari arah dapur. Ibu sudah bangun. Tentu saja sudah bangun. Ibu tidak pernah benar-benar tidur sampai siang bahkan di hari libur, ada saja yang dikerjakan, ada saja yang dibenahi, ada saja suara yang keluar dari dapur sebagai bukti bahwa hari ini sedang dimulai oleh setidaknya satu orang di rumah ini. Aku meraih ponsel di sisi kasur. Beberapa notifikasi dari semalam yang belum kubuka. Grup angkatan. Satu pesan dari Milo yang dikirim tengah malam isinya hanya meme yang tidak ada konteksnya, c
Última atualização: 2026-08-05
Chapter: Ch 5 | Tadi Kenapa Diem Aja?
Satu notifikasi.Aku yang baru saja memejamkan mata membukanya kembali.Layar ponsel menyala di sisi kasur, cahayanya terlalu terang untuk ruangan yang sudah gelap ini. Aku meraihnya setengah sadar, setengah berharap itu hanya notifikasi grup angkatan yang tidak penting.Tapi bukan."Wan.."Dua kata. Bahkan bukan dua kata, satu kata dan dua titik yang menggantung, seperti kalimat yang belum selesai, seperti seseorang yang membuka mulut lalu ragu untuk melanjutkan.Aku duduk.Mataku yang tadi sudah hampir menyerah pada kantuk tiba-tiba tidak lagi mengantuk. Aku membaca pesannya sekali lagi. Lalu sekali lagi. Bukan karena tidak mengerti isinya hanya dua karakter, tidak ada yang perlu diurai tapi karena ada sesuatu yang aneh dari cara dua titik kecil itu bisa membuat dadaku tidak bisa tenang.Apa maksudnya?Bisa apa saja. Bisa sapaan biasa. Bisa ia mau bertanya sesuatu. Bisa ia lagi iseng. Bisa ia tidak sengaja mengirim. Bisa...Sudah. Jangan dipikirkan terlalu dalam.Aku mengetik."Gima
Última atualização: 2026-08-01
Você também pode gostar
Mendadak Menikah Dengan Klien Papa
Mendadak Menikah Dengan Klien Papa
Romansa · Erna Azura
89.9K visualizações
Sweet Dreams
Sweet Dreams
Romansa · Ima Mulya
89.9K visualizações
Pelakor Harus Mati
Pelakor Harus Mati
Romansa · Zia Cherry
89.7K visualizações
My Crazy Teacher
My Crazy Teacher
Romansa · Bunnynayen
89.4K visualizações
Layanan Telepon Panas untuk Dosen Impoten
Layanan Telepon Panas untuk Dosen Impoten
Romansa · mayuunice
89.3K visualizações
Jatuh Cinta Setelah One Night Stand
Jatuh Cinta Setelah One Night Stand
Romansa · CacaCici
89.3K visualizações
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status