author-banner
Riinyan
Author

Novels by Riinyan

Rahasia Pusaka : Minyak Wangi Terlarang

Rahasia Pusaka : Minyak Wangi Terlarang

Satu tetes minyak wangi antik peninggalan almarhum ayahnya mengubah Arkananta—seorang pria jomblo biasa—menjadi magnet gairah yang tak tertahankan. Keharuman misterius yang terpancar dari kulitnya menyebarkan aura feromon pekat, meruntuhkan akal sehat dan pertahanan wanita mana pun di sekitarnya. Mulai dari sang CEO cantik berhati dingin yang paling kaku, asisten pribadi yang polos, hingga socialite glamor kelas atas—semuanya bertekuk lutut dan pasrah dalam pusaran gairah di balik pintu-pintu ruangan pribadi Arka. Namun, daya pikat mistis ini membawa konsekuensi liar. Efek minyak pusaka membakar tubuh Arka dengan gejolak gairah dan stamina tiga kali lipat dari manusia normal, sekaligus memancing perhatian sindikat rahasia berbahaya yang siap meneror kehidupan wanita-wanita di sekelilingnya. Mampukah Arka melindungi mereka dan memegang kendali atas permainan berbahaya yang baru saja dimulai? "Sekali aroma itu terhirup, akal sehat tak lagi berkuasa."
อ่าน
Chapter: Bab 7 — Jejak Aroma
Sabira mencoba mempertahankan keangkuhannya sebagai putri konglomerat, namun efek minyak pusaka itu membakar daya pikir rasionalnya. Bukannya menjauh, Sabira justru melangkah maju dengan jemari gemetar, memangkas jarak di antara mereka hingga aroma leher Arka berada tepat di depan hidungnya. "Mbak Sabira, tolong tahan diri sebentar," bisik Arka pelan sambil memegang kedua bahu mulus Sabira untuk menahannya agar tidak makin menempel. "Saya datang bukan buat main-main. Nyawa orang-orang di sekitar saya lagi terancam." Sentuhan tangan Arka di bahunya justru membuat Sabira mendesah halus. Wanita cantik itu menempelkan telapak tangannya ke dada tegap Arka, merasakan detak jantung Arka yang berpacu kencang di balik kain kemeja. Hawa panas dari tubuh Arka yang membara tiga kali lipat membuat dada Sabira berdebar tak terkendali. "Jelaskan... cepat," bisik Sabira penuh usaha mengontrol napasnya yang makin berat, matanya yang sayu terus-menerus melirik ke arah leher Arka yang menguarka
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-03
Chapter: Bab 6 — Peringatan Dua Puluh Empat Jam
Layar monitor PC di meja kerja Arka seolah membeku, menyorotkan baris-baris kalimat ancaman dari email terenkripsi yang baru saja dibukanya. Setiap kata dalam subject [Peringatan Terakhir] menggores tengkuknya dengan rasa dingin yang menyengat. Dia terdiam sejenak. Kepalanya memproses semua pesan ancaman yang mulai menerornya sejak ia menemukan minyak wangi aneh itu di gudang. "Kami tahu bau itu sudah menguasai tempat kerjamu, Arkananta. Ramuan itu bukan milik keluargamu. Jika dalam 24 jam botol itu tidak kamu serahkan ke alamat yang kami tentukan, orang-orang terdekatmu yang akan menjadi korbannya." Dada Arka berhembus naik turun dengan cepat. Ia melirik ke arah pintu kaca ruang kerja Clara di ujung lorong, lalu mengalihkan pandangan ke meja kerja Bening yang baru saja kembali dari ruang arsip dengan pipi masih merona. Bayangan akan bahaya yang mengintai dua wanita yang baru saja memadu kehangatan bersamanya itu membuat darah Arka mendadak dingin. "Gawat..." Minyak wangi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-02
Chapter: Bab 5 — Keberanian Si Asisten
Dengan langkah kaki yang agak sedikit gemetar dan stamina yang masih meluap-luap, Arka akhirnya keluar dari ruangan pribadi Clara. Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua siang lewat sedikit—artinya ia telah menghabiskan waktu lebih dari satu jam dari batas jam istirahat kantor demi meladeni permainan liar sang wanita itu. Saat Arka baru saja menarik kursi dan terduduk di meja kerjanya, Bening langsung berjalan mendekat. Gadis asisten pribadi berwajah manis itu tampak mengamati Arka dari atas sampai bawah. Hidungnya menyerap sisa wangi yang memancar makin pekat dari tubuh Arka yang masih hangat bersimbah keringat. "Mas Arka..." panggil Bening pelan, suaranya terdengar agak tertahan. "Bisa tolongin Bening sebentar gak? Ada berkas laporan keuangan tahun lalu di ruang arsip yang posisinya agak tinggi di rak atas. Bening gak nyampe." Arka mengangguk santai. "Bisa, Ning. Ayo." Mereka berdua berjalan menyusuri koridor sepi menuju ruang arsip khusus yang terletak di sudut palin
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-02
Chapter: Bab 4 — Perintah Sang Atasan
Arka menatap layar ponselnya sejenak dengan dahi berkerut. Pesan ancaman tentang minyak pusaka dari nomor tak dikenal itu masih terpampang di layar. Ada sedikit rasa ganjil yang terbesit di dadanya, tapi Arka memilih untuk mengabaikan pesan tersebut. Ia menganggap nomor itu bisa saja cuma ulah orang iseng. Ia menekan tombol daya untuk mematikan ponsel, memasukkan botol kaca tua itu kembali ke dalam kotak ukiran kayu, lalu melangkah masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Keesokan paginya menjadi penanda masuknya hari kedua sejak pengolesan pertama minyak pusaka peninggalan sang ayah. Begitu terbangun dari tidurnya, Arka mendapati tubuhnya terasa sangat bertenaga. Aura yang memancar dari dirinya membuat atmosfer di koridor kantor mendadak terasa berbeda. Beberapa staf wanita yang biasanya cuek, kini refleks menolehkan kepala saat Arka melintas di depan mereka. Mereka menghirup udara di sekitar langkah Arka sambil menahan napas dengan tatapan terpesona. Saat Arka baru saja du
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-02
Chapter: Bab 3 — Jejak Pengasihan
Mobil sport merah itu masih menderu pelan di balikkeremangan gang depan rumah Arka. Sosok wanita yang bersandar pada kap mobilitu tampak begitu mencolok.Sabira Danubrata, socialite glamor yang wajahnyabiasa menghiasi majalah fashion dan menjadi sorotan kalangan papan atasJakarta, kini berdiri tepat di depan pagar rumah sederhananya.Arka menghentikan langkahnya, mencoba mencerna keadaan.Sebagai karyawan biasa, ia hanya mengenali Sabira dari jauh saat wanita ituberkunjung ke kantor untuk menemui jajaran direksi. Mengapa putri konglomerat bergaun elegan ini bisa berada digang perumahan rakyat seperti ini?"Kamu, Arkananta, kan?" ucapannya meluncur anggun,namun ada sedikit getaran yang tak biasa saat tatapannya beradu pandang denganArka."Iya. Benar.""Ada urusan apa, Mbak, malam-malam begini sampai kerumah saya?"Sabira sejujurnya hanya ingin mengantar draf dokumen kerjasama perusahaan keluarganya yang tertinggal, untuk diserahkan ke sekretariatbesok pagi. Namun, begitu A
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-02
Chapter: Bab 2 — Di Balik Pintu Terkunci
Gagang pintu ruang rapat kembali bergetar dari luar. Brak!Ketukan dari Bening disusul suara panggilannya yang terdengar makin jelas daribalik daun pintu kayu tebal tersebut.Clara terbelalak, rasa panik mendadak menyergap pikirannya.Ia cepat-cepat menempelkan kedua telapak tangan ke bibir, menahan napas agartidak ada suara yang lolos.Di atasnya, Arka sempat membeku sejenak. Jantungnya berdegupkeras menggedor dada. Namun, akal sehatnya cepat bekerja. Tadi, saat pertama kali Clara memanggilnya masuk ke ruangrapat ini, Arka ingat betul ia telah memutar kunci di balik gagang pintu demimenjaga kerahasiaan draf dokumen penting yang hendak mereka bahas.Pintu itu kini terkunci rapat dari dalam.Menyadari posisi mereka aman, rasa takut di dalam diri Arkamendadak menguap tanpa sisa. Ketakutan itu seketika digantikan oleh gelombangkeberanian yang justru dipicu oleh lonjakan adrenalin.Bukannya menghentikan gerakan, Arka malah makin menekantubuhnya, memangkas jarak di antara mereka d
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-02
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status